Pilihannya cuma dua. Lebih baik mana bekas preman atau bekas kiai? 

--- Pada Kam, 25/9/08, masdimas62 <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Dari: masdimas62 <[EMAIL PROTECTED]>
Topik: [ppiindia] Kasihan Munarman
Kepada: [email protected]
Tanggal: Kamis, 25 September, 2008, 3:58 AM










    
            Kasihan Munarman ...

Gara-gara kenalan dengan turunan Arab

gara-gara kelelep Islam fundamentalis

kehidupannya berubah 180 derajat ...

dari orang beradab jadi nggak beradab

dari pembela keadilan jadi pelopor pendzaliman 

dari pembela kebenaran jadi pesakitan

dari orang yang paham hukum jadi pelanggar hukum

dari penjunjung HAM jadi kepala preman

Munarman.. Munarman..

Kacian deh looee ………

…………………..



Munarman: Aku Habisi Kau!

Abdullah Mubarok

INILAH.COM, Jakarta - Panglima Komando Laskar Islam yang tengah puasa 

masih saja tidak bisa menahan emosinya. Di Pengadilan Negeri Jakarta 

Pusat, dia marah-marah dan menunjuk muka pengacara salah satu saksi 

dari AKKBB, Johnson Panjaitan. "Aku habisi kau," kata Munarman kepada 

Johnson.

Tidak diketahui kericuhan tersulut karena apa. Di saat orang sedang 

menyaksikan sidang Rizieq, tiba-tiba terdengar bentakan "dasar 

provokator AKKBB."

Karuan teriakan itu menarik perhatian dan membuat para pengunjung 

sidang Rizieq keluar mencari sumber keributan. Rupanya, di halaman 

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah berhadapan kubu AKKBB dengan 

pendukung Rizieq. Jumlahnya tidak seimbang, jumlah pendukung AKKBB 

hanya 10 orang, setengahnya pendukung Rizieq. Di antara pendukung 

AKKBB terdapat Guntur Romli, salah seorang anggota AKKBB dengan 

pengacaranya Johnson Panjaitan.

Ketika kedua kelompok sedang berhadapan, tiba-tiba datang Munarman 

sambil marah-marah. Dia langsung menunjuk-nunjuk muka Johnson. "Aku 

habisi kau. Aku kenal dan tahu kau," kata Munarman sambil menunjuk 

Johnson.

Melihat situasi tak kondusif, pihak keamanan langsung melerai kedua 

kelompok. Munarman dibawa ke ruang tahanan, sementara anggota AKKBB 

diamankan di sebuah ruang di PN Jakpus. Pendukung Rizieq dengan 

sendirinya juga membubarkan diri.

Sementara di sidang Rizieq, pengunjung yang tidak mendapat tempat 

duduk disuruh menunggu di luar. Penjagaannya pun cukup ketat. Melihat 

ada pengunjung yang berdiri di ruang sidang, petugas akan langsung 

meminta mereka keluar ruang. 

Sidang pun berlangsung lancar dan tenang. AC yang biasanya mati 

berhembus sepoi-sepoi. Sementara di luar ruang sidang, sekitar 30 

pendukung Rizieq harus sabar menanti sidang usai.[L8]

Tags : munarman, rizieq




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      
___________________________________________________________________________
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke