kejadiannya ada di JAKARTA, jd kita tanya aja koordinator banser jakarta: "Kami menyatakan tidak pernah menginstruksikan untuk terlibat," kata Kepala Satkorwil Banser DKI Jakarta Avianto Muhtadi melalui pesan singkat kepada detikcom, Jumat (26/9/2008).
Avianto mengatakan, ada upaya penghasutan dengan pemakaian kaos Banser dalam insiden Jumat 25 September di PN Jakarta Pusat kemarin. "Kami menyesalkan tindakan penghasutan itu," katanya. JADI JELAS donk hehe wow...pasukan berani mati hiii mrinding bulu kudukku, ngeriiiii coyyyyyy wkakkaa KETUA UMUM Tanfidziyah NU Drs. KH. Achmad Hasyim Muzadi koq ada yg laen ya hehe ga ada koq, sumpah! trus knp loyal dg nama selaen KH HASYIM MUZADI???? trus Gus Dur ketua apa? PKB? kaya'na udh engga khan hehe jadi inget berita yg ini http://tempo.co.id/hg/nasional/2004/12/06/brk,20041206-20,id.html ----- Original Message ---- From: Thesaints Now <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Friday, September 26, 2008 1:05:54 PM Subject: Re: [ppiindia] Upaya Adu Domba Ummat Islam oleh Orang Kafir dan Munafik Persoalannya bukan soal siapa mengadu DOMBA, tetapi soal siapa yang Tukang BIKIN RIBUT. Banser yang jaga Guntur adalah Bansernya Pasukan Berani Mati PBM Gus Nuril yang anggota AKKBB dari NU pro Gusdur. http://www.detiknew s.com/read/ 2008/09/25/ 191253/1012652/ 10/guntur- itu-bukan- bentrok-tapi- penyerangan Guntur: Itu Bukan Bentrok tapi Penyerangan Jakarta - AKKBB menilai tindakan yang dilakukan massa FPI terhadap mereka sebagai sebuah penyerangan. Polisi didesak untuk bertindak tegas dalam penyelesaian kasus ini. "Kejadian siang itu bukan bentrok, itu penyerangan, " kata Aktivis AKKBB Guntur Romli saat jumpa pers di Gedung PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta, Kamis (25/9/2008). Menurut Guntur, saat itu dirinya sedang menunggu bus untuk 33 anggota Banser. Banser tersebut dipersiapkan oleh Gus Nuril, pimpinan pondok pesantren Soko Tunggal, Jakarta, untuk menjaga aktivis AKKBB selama menjadi saksi dalam persidangan. Guntur bercerita, saat itulah puluhan FPI menyerbu mereka. Meski sempat membalas, karena tidak seimbang aktivis AKKBB dan Banser tersebut melarikan diri ke Gedung Pelni yang berjarak 300 meter dari PN Jakarta Pusat. Guntur berharap agar pihak kepolisian menindak tegas pelaku kekerasan ini. "Kami tuntut aparat untuk mendakwa mereka atas tindakan pemukulan, penyerangan dan pengeroyokan, " tegas Guntur. Guntur menampik isu pertikaian ini sebagai upaya memecah belah Islam. "Kami cinta Islam, Islam yang damai, Islam yang anti kekerasan," pungkasnya. Hadir juga saat itu 2 orang anggota Banser yang ikut menjadi korban penyerangan FPI, Ardiansyah dan Herman.(mok/ ken) [Non-text portions of this message have been removed]

