Aktivis AKKBB Guntur Romli Diduga Sebar Preman di Sidang Habib Rizieq

Kamis, 25 Sep 2008 18:39

Provokasi terhadap para aktivis Front Pembela Islam (FPI) kembali 
terjadi disela-sela persidangan lanjutan terhadap Ketua Umum FPI 
Habib Rizieq Shihab, di Pengadilan Negeri, Jakarta Pusat, Kamis 
(25/9).

Provokasi terhadap para aktivis Front Pembela Islam (FPI) kembali 
terjadi disela-sela persidangan lanjutan terhadap Ketua Umum FPI 
Habib Rizieq Shihab, di Pengadilan Negeri, Jakarta Pusat, Kamis 
(25/9). Kali ini dilakukan oleh puluhan orang berkaos hitam dengan 
tulisan Banser Gus Nuril, yang disinyalir merupakan preman bayaran 
kelompok AKKBB yang diduga digawangi oleh Guntur Romli.

Kejadian bermula, ketika pada jam istirahat Sholat Dzuhur salah satu 
anggota FPI Habib Ali Al-Hamid yang secara rutin mengikuti 
perkembangan persidangan Habib Rizieq, memasuki halaman gedung PN 
Jakarta Pusat, dihampiri oleh Guntur Romli. Kemudian, Habib Ali 
menerima ancaman akan dibunuh, dam cacian yang menghinanya sebagai 
seorang keturunan etnis Arab.

"Orang yang bersama dia (Guntur Romli) menyenggol-nyenggol saya dan 
itu terjadi dihadapan aparat, saya tidak tahu tapi sempat terjadi 
dorong-dorongan antara saya dengan dia. Guntur Romli juga menuding-
nuding saya, seolah-olah akan memancing emosi saya," katanya saat 
berikan keterangan kepada pers, di Masjid PN Jakarta Pusat.

Keberadan sekelompok orang berkaos hitam itu, berdasarkan pengamat 
Eramuslim sudah terlihat sejak pagi sebelum sidang dimulai. Ternyata 
apa yang dikhawatirkan terjadi juga, preman-preman berkaos hitam yang 
dipersenjati dengan celurit dan senjata tajam lainnya, itu sempat 
melukai tiga orang anggota FPI yakni Tomi Trspati, Eko dan Junaidi. 
Mereka mengalami luka masing-masing di tangan, kepala, dan telinga. 
Sebelumnya mereka memprovokasi dengan aksi pelemparan batu.

Atas kejadian itu, Habib Rizieq Shihab yang baru saja usai menunaikan 
sholat Dzuhur mengintruksikan kepada anggota yang menjadi korban, 
termasuk Habib Ali untuk melaporkan peristiwa itu ke Mapolda Metro 
Jaya.

"Saya meminta kepada segenap Kuasa Hukum untuk melakukan pelaporan ke 
Polda Metro Jaya, dengan melaporkan Guntur Romli wartawan Tempo yang 
telah melakukan penghinaan etnis,kemudian mengancam akan dibunuh 
salah satu murid saya, kita punya saksinya. Ternyata juga Guntur 
Romli bukan sekedar mengancam, ia membawa preman-preman yang 
dipersenjati dengan berbagai macam senjata tajam, sehingga tadi 
sempat terjadi insiden," tegas Habib Rizieq.(novel)



Kirim email ke