Pimpinan Banser Bantah Tugaskan Anggotanya Ikut Guntur Romli

Jumat, 26 Sep 2008 08:19

Dugaan adanya upaya mengadu-domba antara FPI dengan Banser, yang 
dilakukan aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL) yang juga salah satu 
motor AKKBB Guntur Romli kian terkuak. Hal ini ditegaskan oleh Habib 
Ali, anggota Laskar Pembela Islam (LPI) yang diprovokasi Guntur Romli 
kemarin di PN Jakpus (25/9).

Dugaan adanya upaya mengadu-domba antara FPI dengan Banser, yang 
dilakukan aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL) yang juga salah satu 
motor AKKBB Guntur Romli kian terkuak. Hal ini ditegaskan oleh Habib 
Ali, anggota Laskar Pembela Islam (LPI) yang diprovokasi Guntur Romli 
kemarin di PN Jakpus (25/9).

"Saya sudah mengontak Ketua Satkorwil Banser Pusat H. Tatang Hidayat 
dan beliau menyatakan jika Banser tidak pernah ditugaskan atau 
diperintahkan ke PN Jakpus hari itu. Tidak ada anggota Banser resmi 
yang diperintahkan ke PN Jakpus untuk menghadiri persidangan Habib 
Rizieq. Jika demikian, polisi harus mengusut siapa orang-orang yang 
mengenakan kaos hitam bertuliskan Banser yang baru disablon itu yang 
bersama Guntur Romli itu. Ini penting, karena ada upaya busuk yang 
hendak mengadu-domba antara FPI dengan Banser, ada upaya untuk 
meledakkan kerusuhan horisontal antara umat Islam dengan umat Islam," 
tegas Habib Ali.

Hal yang sama ditegaskan Satkorwil Banser DKI Jakarta, Avianto 
Muhtadi. Avianto seperti yang ditulis detikcom (26/9). Avianto 
menyatakan pihaknya tidak pernah menginstruksikan anggotanya untuk 
terlibat dalam kasus itu. "Kami menyatakan tidak pernah 
menginstruksikan untuk terlibat," kata Kepala Satkorwil Banser DKI 
Jakarta Avianto Muhtadi. Bahkan Avianto mengatakan pihaknya mencium 
gelagat yang tidak baik yakni adanya upaya penghasutan dengan 
pemakaian kaos Banser dalam insiden Jumat 25 September di PN Jakarta 
Pusat kemarin. "Kami menyesalkan tindakan penghasutan itu," katanya.

Patut diketahui, Guntur Romli merupakan aktivis JIL, sebuah lembaga 
yang ditengarai banyak menerima donasi dari AS. Banyak tokoh-tokoh 
JIL yang mendapat beasiswa studi di AS dan mereka ini menjadi "orang-
orang Islam" yang sering mengeluarkan pendapat yang aneh-aneh dan 
kontroversial tentang Islam itu sendiri. Bagi banyak ulama, JIL 
dianggap sebagai kaki tangan kepentingan Zionis di Indonesia karena 
juga bergabung dengan Libforall, induk organisasi mereka yang 
dipimpin seorang Yahudi Amerika bernama Holland M. Taylor 
(www.libforall.com). Holand Taylor inilah yang mendampingi 
Abdurrahman Wahid menerima Medali Penghargaan (medal of Valor) dari 
petinggi Zionis Yahudi-Amerika di AS akhir Mei lalu.(rd)



Kirim email ke