http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2008/09/25/3514.html

*Presiden Shalat Tarawikh di Kendari
"Masyarakat Miskin Jangan Dijadikan Isu Politik"*



Kendari: *Presiden Susilo Bambang Yudhoyono* mengajak seluruh masyarakat
Indonesia untuk memperkuat jembatan kepedulian dan kesetiakawanan sosial.
"Negara kita adalah negara berkembang. Negara berkembang seperti kita
memiliki jarak antara yang kaya dan yang masih miskin. Di bulan Ramadhan dan
bulan-bulan selanjutnya mari kita bantu mereka yang masih kekurangan," kata
Presiden SBY dalam sambutannya usai shalat Isya dan shalat Tarawih
berjamaah, di Masjid Al-Kautsar, Kendari Sulawesi Tenggara, Kamis (25/9)
malam.

Presiden SBY menyayangkan pengeksploitasian masyarakat yang dijadikan isu
politik. "Jangan dieksploitasi, justru kita harus bikin jembatan antara yang
masih miskin dengan yang kaya," seru Presiden SBY. Selain itu Presiden SBY
mengajak masyarakat untuk membuat suasana yang teduh, tentram, rukun dan
damai. "Tidak ada artinya sebuah negara maju ekonominya, tetapi
masyarakatnya tidak tentram," ujar SBY.

"Saya juga mengajak masyarakat untuk mengembangkan sikap perilaku yang
terpuji, yang islami. Sikap hamba Allah yang terus bersyukur. Meskipun
negara kita masih menghadapi masa-masa sulit, namun masih banyak negara lain
yang lebih sulit lagi," SBY menjelaskan. "Setelah bersyukur, mari kita
bersabar dan bertawakal. Kemudian kita harus beriktiar. Tidak ada sebuah
negara dan seorang umat yang lolos dari ujian Allah dan Islam mengajarkan
kita untuk bersabar," tambahnya. Presiden SBY dan rombongan shalat Isya
berjamaah diimami K.H. Abdullah Umar Thafki, Imam Masjid Agung. Sementara
saat menunaikan shalat Tarawih, pejabat kantor wilayah Depag Provinsi Sultra
K.H. Mursidin bertindak sebagai imam.

Sebelumnya, Presiden SBY dan Ibu Ani berbuka puasa bersama dengan anggota
Muspida Provinsi Sulawesi Utara, Bupati/Walikota, tokoh masyarakat dan agama
se-Provinsi Sultra di Aula Merah Putih, Rumah Jabatan Gubernur Sultra.
Nampak hadir antara lain, Menko Polhukkam Widodo A.S., Menko Kesra Aburizal
Bakrie, Mendiknas Bambang Sudibyo, Seskab Sudi Silalahi serta Juru Bicara
Presiden, Andi A. Mallarangeng dan Dino Patti Djalal. (osa)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke