http://www.dephan.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=8482

*TNI AU SIAPKAN DELAPAN PENERBANG SUKHOI*



Makassar - *TNI Angkatan Udara* menyiapkan delapan orang calon penerbang
pesawat jet tempur Sukhoi menyusul rencana penambahan enam unit pesawat
tersebut secara bertahap pada 2008 dan 2009.

"Masing-masing (calon penerbang Sukhoi) harus sudah mengantongi 300 jam
terbang," kata Komandan Skadron 11 Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin
Mayor Pnb Iko di Makassar, Rabu.

Ditemui di sela-sela kunjungan kerja *Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau)
Marsekal TNI Subandrio* ke Lanud Sultan /Hasanuddin, ia mengatakan, ke
delapan orang calon penerbang Sukhoi itu dipilih dari penerbang F-5E Tiger,
F-16 Fighting Falcon dan Hawk 109/209.

Iko mengatakan, ke delapan calon pilot Sukhoi itu akan melaksanakan konversi
terlebih dulu sebelum kemudian memantapkan kemampuannya di Rusia.

"Kita sudah ajukan nama-nama mereka ke Mabes TNI AU dan saat ini mereka
masih harus memenuhi jam terbang yang ditentukan di masing-masing
satuannya," katanya.

Perjanjian pinjaman pembelian enam unit pesawat Sukhoi dari Rusia untuk TNI
AU ditandangani oleh Depkeu, Bank Natixis Perancis di Kantor Menko
Perekonomia, Jumat (5/9).

Hadir dalam acara tersebut perwakilan Dephan dan pihak Rosoboronexport
(produsen) yang diwakili agennya di Indonesia Tri Mega.

Perjanjian itu tinggal menunggu persetujuan DPR. DPR telah berjanji untuk
memberikan prioritas pembahasan pengadaan pesawat tersebut.

Perusahaan Rusia penghasil pesawat tempur Sukhoi pada 21 Agustus 2007
mengumumkan penjualam enam pesawat tempur kepada Indonesia senilai 300 juta
dolar AS (Rp2,85 triliun).

Enam pesawat itu terdiri dari tiga SU-30 MK2 dan tiga SU-27 SKM yang akan
melengkapi empat Sukhoi yang sudah dimiliki TNI AU sejak September 2003.

Penandatanganan nota kesepahaman pengadaan enam pesawat tempur itu
berlangsung saat pembukaan pameran kedirgantaraan Moskow 21 Agustus 2007.

Sumber : Antara.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke