wkaka..


----- Original Message ----
From: M.J Thamrin <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]; [email protected]
Sent: Monday, September 29, 2008 9:30:19 AM
Subject: [ppiindia] Fwd: Satu-satunya Ketua Umum Partai yang Langsung Tolak RUU 
Pornografi


---------- Forwarded message ----------
From: Sunny <[EMAIL PROTECTED] se>
Date: 2008/9/30
Subject: [zamanku] Satu-satunya Ketua Umum Partai yang Langsung Tolak RUU
Pornografi
To: Undisclosed- Recipient

Bali Pos
Senin, 29 September 2008 | BP

Sukmawati Soekarno: *Satu-satunya Ketua Umum Partai yang Langsung Tolak RUU
Pornografi*
Denpasar (Bali Post) -
Di saat para politisi di Tanah Air masih berwacana menolak RUU Pornografi
dan Pornoaksi yang dinilai SARA, PNI Marhaenisme menjadi partai pertama di
Indonesia yang menolak RUU Pornografi dan Pornoaksi. Bagaimana tidak,
keseriusan penolakan ini tidak disampaikan melalui petugas partai alias
anggota DPR atau perwakilan fraksi, tapi langsung ditangani oleh Sukmawati
Soekarno Putri, Ketua Umum DPP PNI Marhaenisme dengan menyampaikan keberatan
langsung pada Ketua DPR-RI Agung Laksono.

Sukmawati yang didampingi Ketua DPD PNI Marhaenisme Bali, Dr. Vedakarna
menyatakan keberatan atas ide penundaan pembahasan RUU tersebut. 'Saya minta
pada Ketua DPR untuk tidak menggunakan kata menunda, tetapi menolak RUU ini.
Jika ini diundangkan, umat minoritas di Indonesia akan dikebiri hak-haknya.
Walau draf RUU tersebut cukup bagus substansinya, tapi siapa yang menjamin
teknis di lapangan tidak menimbulkan masalah. Apalagi keberadaan hukum dan
aparatnya masih diragukan,' ungkap Sukmawati dalam release-nya yang diterima
di Denpasar, Minggu (28/9) kemarin.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPR-RI menyatakan apresiasinya mengingat baru
Ketua Umum DPP PNI Marhaenisme yang langsung turun tangan terhadap masalah
ini. Demikian juga diungkapkan Dr. Vedakarna, bahwa aspirasi yang
disampaikan oleh rakyat Bali di hadapan DPRD Bali dan Gubernur Bali
dikhawatirkan tidak maksimal. Perlu ada lobi khusus langsung ke petinggi di
Jakarta karena semua keputusan diambil oleh orang Jakarta. DPD PNI
Marhaenisme Bali membantu perjuangan teman-teman di Bali yang menolak tegas
RUU ini. Apalagi disinyalemen gerakan beberapa provinsi di Indonesia yang
malah mendukung RUU ini. Jangan sampai ini menjadi perpecahan bangsa,
ungkapnya. Ia juga menyarankan agar komponen yang menolak RUU ini harus
bersatu.

*Sementara yang menolak tegas baru Bali, Yogyakarta, NTT, Papua, Sulawesi
Utara, Maluku.* 'Seharusnya semua Gubernur yang menolak bertemu, dan membuat
petisi bersama. Jika masing-masing provinsi jalan sendiri, yang ada
pergerakan gampang dipatahkan lawan,' pungkas President The Sukarno Center
ini.

[Non-text portions of this message have been removed]

    


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke