saya salut dengan keberanian dari ppi belanda mengkritik secara tegas proyek 
jalan2 si wakil rakyat dari senayan.

salam, heri latief
amsterdam

--- Iyn [EMAIL PROTECTED], Chalik Hamid <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

--- Pada Sel, 7/10/08, awind <[EMAIL PROTECTED]> menulis:

Dari: awind <[EMAIL PROTECTED]>
Topik: [nasional-list] PPI Belanda Kecam Anggota DPR RI ke Eropa
Kepada: [EMAIL PROTECTED]
Tanggal: Selasa, 7 Oktober, 2008, 6:41 PM

http://www.ranesi. nl/arsipaktua/ indonesia060905/ DPR_plesiran_ eropa20081007
 

PPI Belanda Kecam Anggota DPR RI ke Eropa

Radio Nederland Wereldomroep
07-10-2008

PPI Belanda Kecam Anggota DPR RI ke Eropa 


PPI, Perhimpunan Pelajar Indonesia di Belanda memprotes keras rencana kunjungan 
anggota DPR ke Eropa dalam rangka studi banding ke Bank Sentral Jerman. Menurut 
Yohanes Widodo, Sekretaris Jenderal PPI Belanda di Den Haag, kunjungan ini 
tidak lebih dari plesiran. DPR mencerminkan wakil rakyat yang kehilangan rasa 
sensitivitasnya, ujarnya kepada Radio Nederland Wereldomroep. 

Yohanes Widodo [YW]: PPI Belanda sebagai bagian dari masyarakat Indonesia, 
terus terang kami merasa prihatin, merasa muak bahkan marah melihat perilaku 
anggota DPR, yang katanya terhormat, ternyata tidak memiliki hati nurani dan 
tidak punya rasa malu menurut kami. 
DPR mencerminkan wakil rakyat yang kehilangan sensitivitasnya. Jadi mereka 
tidak memiliki sense of crisis di tengah suasana tanah air yang sedang 
mengalami permasalahan berat, terkait dengan kemiskinan dengan hutang luar 
negeri yang mencapai 134 milyar dolar Amerika. Kami protes karena DPR tidak 
malu jalan-jalan dengan hutang. Jadi mereka menghabiskan uang yang sebenarnya 
itu adalah hutang negara. 
Radio Nederland Wereldomroep [RNW]: Lalu alternatifnya apa ya? Soalnya kabarnya 
anggota DPR kan mau melakukan studi banding. Apa salahnya dengan study banding 
ini? 

Study banding 

YW: Kegiatan study banding itu sangat tidak efektif, karena yang disebut dengan 
studi itu tentu tidak cukup hanya dengan seminggu. Kami yang student satu 
tahun, dua tahun dan sebagainya pun, kami merasa bahwa kami masih kurang dalam 
hal ini. 
RNW: Lalu solusinya apa?
 
YW: Lebih ke teknis sebenarnya. Kalau ingin tetap tujuannya adalah mencari ilmu 
dan dalam rangka studi harusnya DPR punya staf ahli yang bisa memberikan 
informasi, yang bisa memberikan pencerahan dan apa pun yang dibutuhkan oleh 
anggota DPR dalam hal menambah informasi dan menambah pengetahuannya. Jadi 
mereka tidak perlu harus datang ke negara, misalnya ke Jerman, tapi mereka bisa 
mencari staf ahli banyak juga student dan mungkin juga doktor-doktor yang studi 
di luar negeri dan mereka bisa digunakkan begitu. 

RNW: Lalu langkah-langkah kongkrit yang ingin diambil PPI Belanda apa? 

YW: Secara langsung memang kami tidak melakukan sesuatu. Karena mereka datang 
tidak mampir ke Belanda, jadi kami tidak misalnya memboikot langsung, misalnya 
ketika mereka datang ke bandara. Tetapi kami menghimbau teman-teman di Jerman, 
dan juga teman-teman student yang lain bahwa tolong diawasi itu kerja 
teman-teman DPR itu, supaya mereka tidak melakukan hal-hal yang sangat 
memalukan. 

Terus terang ini kan bukan pertama kali terjadi anggota DPR yang plesiran. 
Tahun 2005, PPI Belanda sudah menemukan atau memergoki anggota DPR yang baru 
saja belanja dengan menenteng tas yang bermerek Gucci dan sebagainya. Dan 
sekarang masih ada foto-foto mereka di website PPI di Belanda, ppibelanda.org. 
Jadi terus terang ini sesuatu yang kita merasa kok nggak kapok-kapok juga ini, 
teman-teman DPR ini. 
RNW: Inisiatif PPI Belanda ini juga mendapat dukungan dari PPI di negara Eropa 
lain, misalnya PPI Jerman? 

Peran PPI

YW: Kita punya jejaring PPI Eropa dan kita up date informasi ini, dan kita 
diskusikan juga masukan-masukan yang kira-kira apa yang bisa kita ambil dari 
sini. Dan secara langsung terkait dengan peran kita juga sebagai student, 
sebagai PPI. Sebenarnya fungsi studi banding itu bisa kita ambil begitu. Dan 
masalahnya adalah apakah DPR punya niat untuk merangkul kita, supaya kerja 
mereka bisa kita bantu juga begitu. 

RNW: Apakah menurut Anda langkah PPI Belanda ini akan bisa efektif? 
YW: Bahwa ini bisa menghentikan perilaku mereka saya tidak bisa jamin. Tetapi 
bahwa sebagai penjaga moral, sebagai gerakan moral, dan sebagai opini publik, 
saya pikir apa yang kami lakukan adalah membuka mata bangsa Indonesia, bahwa 
ini loh wakil-wakilmu, ini loh wakil rakyat yang terhormat itu perilaku mereka 
begini dan yang mereka lakukan tidak ada hasil sama sekali. 

Berkali-kali mereka studi banding tetapi hasilnya tidak ada. Kalau kita studi, 
kita punya thesis, kita punya disertasi, kita punya skripsi. Tapi mereka study 
apa hasilnya? Itu pun mungkin kita nggak pernah lihat, apalagi di tingkatan 
implementasi. Mereka tidak ada sesuatu yang kelihatan kasat mata dari hasil 
mereka. 

Kata Kunci: DPR, Eropa, Jerman, plesiran, PPI Belanda, studi banding, Yohanes 
Widodo
______



      
http://progind.net/
kolektif info coup d'etat 65: kebenaran untuk keadilan

  http://herilatief.wordpress.com/

http://akarrumputliar.wordpress.com/





      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke