Was-was itu namanya pak.

Was-was itu adalah bisikan untuk melanggar larangan Allah dengan
berbagai cerita rekayasa untuk pembenarannya.

Was-was sebentuk dengan shal-shal (tanah liat). Ada 4 kali shal-shal
hadir di al-qur'an yang merujuk pada manusia yang dibentuk dari
shal-shal (tanah liat yang biasa2 saja tapi direkayasa sedemikian rupa
sehingga menjadi suatu bentuk yang lain yang jauh lebih hebat dari
asalnya). 

Hanya kata shal-shal yang sewazan(semodel) dengan kata was-was, yang
mengarahkan kita untuk merenungi..... Bahwa was-was itu adalah sesuatu
cerita yang direkayasa sedemikian indah (analog dg shal-shal), padahal
tujuannya tak lain hanyalah untuk melanggar larangan Allah. Itulah
pekerjaan setan terhadap manusia yang dimulai oleh moyang setan yakni
Iblis kepada moyang kita Adam dan Hawa.

Maka setan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya (fa-waswasa
lahuma asy-syaythanu) untuk menampakkan kepada keduanya apa yang
tertutup dari mereka yaitu auratnya dan setan berkata: "Tuhan kamu
tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu
berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal
(dalam surga)". (Q:7:20).

Ps: maaf kalau seandainya anda bukan orang islam (karena saya bawa2
ayat al-Qur'an), maka buat muslim yang lain aja... sekedar berbagi.

salam.



--- In [email protected], "Kartono Mohamad" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>  
> Beginikah pandangan para penyusun RUU APP dalam menyiasati masalah
> pornografi di Indonesia?
> 
>  
> 
> 
>  
> Change our vision 
>  
> 
>  
>  
> There was a millionaire who was bothered by severe eye pain. He
consulted so
> many physicians  and  was  getting  his  treatment done. He did not stop
> consulting galaxy of medical experts; he consumed heavy loads of
drugs and
> underwent hundreds of injections.  
>                                                                    
        
>            
>  
> But the ache persisted with great vigour than before. At last a monk
who has
> supposed to  be  an  expert  in treating  such patients was called
for by
> the millionaire. The monk  understood  his  problem  and said that for
> sometime he should concentrate only on green colours  and  not  to
fall his
> eyes on any other colours.
>  
> 
> The millionaire got together a group  of  painters  and purchased
barrels of
> green color and directed that every object his eye was likely   to 
 fall  
> to   be   painted   in   green   colour   just   as  the  monk  had
directed
>                                                                    
        
>     
>                                                                    
        
>            
>  
> 
> When   the   monk  came  to  visit  him  after  few  days,  the 
millionaire
> s  servants ran with buckets of green paints and poured on him since
he was
> in red dress, lest their master not see any other colour and his eye
ache
> would come back.                        
>                                                                    
        
>            
>  
> Hearing  this  monk  laughed said "If only you had purchased a pair
of green
> spectacles,  worth  just  a  few  rupiah, you could have saved these
walls
> and trees and pots and all other  articles and also could have saved
a large
> share of his fortune.
>  
> 
> You cannot paint the  world green." Let us change our vision and the
world
> will appear accordingly. It is  foolish to shape the world, let us shape
> ourselves first.   
>  
>  
>  
> Lets change our vision..!!   
>  
> 
> ********
>  
> Think simple,Live simple..
>  
> 
> ********
> 
>  
> 
>  
>  
>  
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>  
>  
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke