Bung, "...Mereka membela atas nama hak asasi manusia. Tapi mereka lupa, Ahmadiyah itu mempunyai akidah yang berbeda..."
Walaupun orang punya akidah yang berbeda, bukan berarti mereka tidak bisa hidup di negeri ini kan? Hak asasi manusia bukan mau mengurus masalah kepercayaan, tapi mencegah orang seperti anda memaksa orang lain mengakui apa yang anda percayai. Kalau pake argumen Ahmadiyah sudah dilarang di beberapa negara, berarti HTI juga harus dilarang?! Begitukah? ----- Original Message ----- From: "si pitung" <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Monday, October 6, 2008 10:23:51 AM GMT +07:00 Bangkok, Hanoi, Jakarta Subject: Re: [ppiindia] Mbah Sahal: FPI Bukan NU, tapi Wahabi hehe...guntur lg asik masyuk menjalankan politik devide et impera khas blande tempo doeloe ya biasa donk, murid slalu meniru jejak gurunya, iya khan? Guntur emang dah agak putus urat malunya, bknnya orang ini dg segelintir komunitas 'orang' utannya slalu mendengung2kan paham pemisahan agama dg negara, menolak penerapan syariat & selalu tak gentar membela yg sesat tapi ketika terpojok, malah berusaha mencari perlindungan & keuntungan dari organisasi massa berbasis agama wkaka minta tolongnya ma amerika donk, dah ditinggalin yee tur..tur..udh dech, JIL atau akkbb lawan FPI, ga usah ngajak2 NU atau ormas laen, ente koq msh nekad ngaku2 NU siy wkakaka ga malu ape (pasti ga malu, khan dah putus uratnye, ane lupee hehe) kaya'na ente & komunitas 'orang' utan mang dah jiper lawan FPI, ampe musti pake politik adu domba warisan leluhur ente wkaka bikin malu alumni al-azhar aje ente tur..tur.. pernyataan mbah Sahal selaen tentang paham FPI tidak sama dg NU, ane kira hampir semuanya bertentangan dg pemikiran dari Komunitas 'orang' utan atau JIL. coba kite simak, ketika pertanyaan terlontar mengenai "Bukannya Nahdlatul Ulama juga mengakui habaib?" Mbah Sahal menjawab, "Wahabi itu tidak cocok dengan Indonesia, karena Wahabi hanya mengenal Al-Quran dan sunah. Yang tidak ada dalam Al-Quran dan sunah dianggap sesat. Kalau ini diterapkan di Indonesia, tidak cocok. Kita majemuk, kaya budaya dan tradisi. Sepanjang tidak bertentangan, meski tidak disebut di dalam Al-Quran atau sunah, tidak apa-apa". pointnya, yang BERTENTANGAN dengan Alquran & asSunnah pasti SESAT, ane sepakat dg mbah Sahal, jd budaya (hasil budi-daya manusia) dan tradisi (kebiasaan yg dilakukan manusia) yg terdapat di Indonesia dikatakan SESAT apabila BERTENTANGAN dg ALquran & AsSunnah. Menarik bukan? jadi tinggal di sortlist aje, mana hasil 'budi-daya' & tradisi manusia Indonesia yg sesat & mana yg engga, yg sesat dibuang jauh2, moso' yg sesat dipertahankan hehe..jd temennye ketan eh setan donk mo disebutin atu2 budaya/tradisi indonesia yg SESAT? wkakaka.. Bagaimana dengan sebagian kalangan muda Nahdlatul Ulama yang membela Ahmadiyah? Mereka membela atas nama hak asasi manusia. Tapi mereka lupa, Ahmadiyah itu mempunyai akidah yang berbeda. Mereka menganggap Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi. Ini yang tidak benar. Silakan Ahmadiyah mendirikan agama sendiri, jangan mengaku menjadi bagian dari Islam, karena telah mengangkat pemimpinnya sendiri sebagai nabi. Di negara-negara lain, Ahmadiyah juga dilarang. hehe..ane sepakat lg ma mbah Sahal. Pemikiran Mbah Sahal mengenai Ahmadiyah tdk berbeda dg kalangan islam lainnya yg msh normal, akal, jasmani & rohaninya ini, dan pemikiran beliau tsb sangat bertentangan dg paham JIL yg senantiasa membela minoritas, tdk peduli apakah minoritas tsb benar atau salah hehe susah deh bergaul dg orang yg berprinsip memBABI buta spt itu, ga bs dinasehatin malah nantang hehe celakanya, orang2 JIL suka maen klaim si anu mendukung mereka lah, si anu sesuai pemikirannya dg mereka lah wakaka suka ngaku2 & ngeklaim sana-sini aje hehe lucuuu dah biasa ini siy cara-cara lama jadi POINTnya, Ahmadiyah SESAT, wajib dilarang, dan yg membela kesesatan PASTI JAUH LEBIH SESAT wkaka..klo lom ngerti jg, analoginya, orang gila, wajib dikarantina, siapapun yg membela orang gila dg mengatakan mereka tdk gila, orang-orang tsb PASTI LEBIH GILA dprd orang gila yg dibelanya itu wakakaa yg laen2 siy lebih banyak internal PKB, ane ga urus, cukup tau aje hehe tp yg menarik siy cita-cita luhur dari mbah Sahal, Sebagai pengasuh pesantren, Anda menginginkan santri seperti apa? Cita-cita saya hanya satu, mempunyai santri yang saleh. Saya tidak pernah menginginkan santri yang pandai. Buat apa pandai kalau tidak saleh? Sebaliknya, lebih baik bodoh tapi saleh. Bener banget mbah, buat apa py murid pandai & pinter, hobinya cuma minterin orang laen, bersilat lidah cuma buat membela yg sesat, berdalil (baca: berdalih) utk membenarkan tindakannya yg salah wkaka 1 orang santri yg saleh jauh jauh lebih baik dari seratus cendekiawan muslim yg sdh dicuci otaknya oleh barat, ya mirip zombie, ada lagunya tuch, zombieee...zombieee..zombieeeeeeeeeeeeeeeee hehe [Non-text portions of this message have been removed]

