Luar biasa prajurit-prajurit TNI. Bahkan lautan pun kau seberangi ------------------------------------------
http://www.tni.mil.id/news.php?q=dtl&id=113012006119919 *250 PERENANG TEMPUR DAN PENYELAM TEMPUR SEBERANGI SELAT MADURA* 13 Okt 2008 ARMATIM (13/10),- Sekitar 250 perenang tempur dan penyelam tempur TNI Angkatan Laut (AL) menyeberangi Selat Madura menuju Dermaga Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) Ujung Surabaya, sebagai rangkaian peringatan puncak HUT ke-63 TNI pada 14 Oktober 2008 yang akan dipimpin *Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono*. Para perenang tempur tersebut diturunkan dari sebuah kapal perang TNI AL di Selat Madura, Minggu (12/10), sekitar 2 Mil dari Dermaga Koarmatim Ujung Surabaya, tempat lokasi peringatan puncak hari jadi ke-63 TNI digelar. Dengan pakaian tempur loreng lengkap, senjata laras panjang, sepatu katak (fin), swempest, snorkel, dan kacamata renang, para perenang tempur antara lain berasal personel Pasukan Katak Koarmatim, penyelam Dinas Penyelamatan Bawah Permukaan Air Koarmatim, personel Intai Amfibi Marinir,Kopasus dan 3 orang dari korps wanita TNI AL. Juga turut personel Resimen Bantuan Tempur Pasmar 1, personel Resimen Artileri Pasmar1, personel Resimen Kavaleri dan personel Batalyon 5 Brigif 1 Marinir. Unjuk kemampuan perenang tempur TNI AL itu, menjadi salah satu atraksi yang akan ditampilkan dalam peringatan puncak hari jadi TNI 2008 selain terbang lintas sejumlah pesawat dan helikopter tiga Angkatan serta pelayaran lintas (sailing pass) sekitar 20 Kapal Perang Republik Indonesia (KRI). Meski sebagian besar terbawa arus permukaan laut cukup kuat, para perenang tempur TNI AL itu mampu mencapai dermaga Koarmatim dengan dikawal beberapa perahu karet dan sekoci. Sesampainya di dermaga para perenang tempur tersebut langsung berbaris memberikan penghormatan ke panggung kehormatan tempat inspektur upacara berada. Selain itu ditampilkan pula seni beladiri Yong Modo oleh prajurit-prajurit Kostrad. Usai atraksi kemampuan prajurit TNI, dilanjutkan dengan terbang lintas lima helikopter dari Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad), dilanjutkan lima helikopter dari Skadron Udara 600 TNI Angkatan Laut (AL), lima pesawat intai maritim Nomad N22 dan Cassa 212-200 juga dari TNI AL. Atraksi semakin meriah dengan terbang lintas yang dilakukan beberapa pesawat tempur TNI Angkatan Udara yakni tiga pesawat jet tempur Sukhoi, delapan pesawat Hawk 100/200, dua Hawk MK-53, empat F-5E Tiger dan empat F-16 Fighting Falcon milik TNI Angkatan Udara. Setelah terbang lintas, pesawat-pesawat tempur TNI AU itu masing-masing melakukan manuver "bombers" sambil mengeluarkan `smog` pada ketinggian 400 kaki dengan kecepatan 425 hingga 450 knot. Pada saat bersamaan, sekitar 20 Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) melintas di depan dermaga diawali dengan KRI Ahmad Yani, KRI Yos Sudarso, KRI Malahayati, KRI Diponegoro, KRI Keris yang menurunkan sejumlah personel pasukan khusus gabungan ketiga Angkatan, disela satu helikopter Bell 412 yang juga menurunkan personel pasukan khusus. Ditampilkan pula "sailing pass" dari kapal-kapal patroli cepat seperti KRI Pandrong, KRI Layang dan KRI Singa. Sementara itu, KRI Dr Soeharso membawa sekitar 300 orang warga masyarakat yang mengenakan pakaian tradisional dari 33 propinsi di Indonesia. Disusul KRI Sultan Hasanuddin dan diakhiri dengan kapal latih kebanggaan TNI AL yakni KRI Dewaruci bersamaan tiga Sukhoi yang melintas diatasnya, mengakhiri keseluruhan demo kemampuan dan keterampilan personel dan alat utama sistem senjata (alutsista) TNI. Selain itu, ditampilkan pula kendaraan-kendaraan tempur TNI Angkatan Darat (AD) dan keseluruhan acara ditutup dengan defile seluruh peserta upacara. [Non-text portions of this message have been removed]

