Profesor kondangan & jurnalis senior lebih heubat dibanding ulama2 muslim internasional wkakaka memang logika kaum liberal radikal dah bobrok dech prof gampang bgt muja-muji buku fouda, dah baca sumber asli penulisan fouda lom, prof? moso' prof kaya tukang obat, buku ga mutu digembar-gemborin wkaka pujian diobral oiy yg lebih lucu lg, orang2 model bgitu dberi julukan eseis 'kondangan' wkaka igauan koq disebut essay? kaum liberal radikal emang paling pinter ngasih julukan buat sesamanya, pdhl siy kebanyakan 'tong kosong kaga ada isinye', untung orang2 kaya ane kaga gampang silau ma pangkat, gelar atau penghargaan, yg penting tuh isi bukan attribut, kayanya dimas lom paham dech, maklum beliau ini khan kebanyakan jln2 jd terlalu sering planga-plongo, kebanyakan heran & gumon wkakaka untung fouda dah modar, kaya'na dia dah nyesel bgt tuch nulis buku yg menghujat & menghina sahabat nabi :) makanye mas, dengerin ape kate ulamee (internasional lg), jgn dengerin ape kate sastrawan, eseis kondang dan jurnalis senior (Cuma lokal lg), ntu klo ente mo slamet dunia-akherat wkaka terserah siy kale2 ente emang berhasrat mo tetanggaan ma fouda, ane mah kaga sudi dah.. cuiih Ulama Kecam Penghinaan Sahabat Nabi
Persatuan Ulama Muslim Internasional (IUMS) mengritik berbagai penghinaan terhadap para sahabat Nabi Muhammad SAW.. Di Indonesia, justru mendapat legitimasi tokoh Islam. Aneh kan? Hidayatullah.com--PERSATUAN Ulama Muslim Internasional (IUMS) mengritik berbagai penghinaan terhadap para sahabat Nabi Muhammad SAW serta upaya untuk menyebarkan ajaran syiah di masyarakat yang mayoritas Suni atau sebaliknya. IUMS juga menekankan pentingnya persatuan umat Islam. Demikian hasil pertemuan dua hari IUMS yang dihadiri Ketuanya, Syeikh Yusuf Al-Qaradhawi, Wakil Ketua Ayatollah Mohammad Ali Taskhiri dan Sekjen Dr Mohammad Salim Al-Awwa. Juga hadir sejumlah ulama muslim terkenal dari seluruh dunia termasuk Syeikh Abdullah bin Bayyah, Dr Esam Al-Bashir, Dr Jamal Badawi, Syeikh Salman Al-Auda, Dr Ali Al-Qura Daghi dan banyak lagi. "Kami menegaskan kembali persatuan umat Islam de-ngan semua pemikirannya," demikian hasil kesimpulan IUMS usai pertemuan Dewan Pengawas IUMS selama dua hari di Doha, ibukota Qatar. Paraulama menekankan pentingnya menghormati para sahabat Nabi Muhammad SAW, para istrinya dan kaum muslim lain. "Kita tidak boleh menghina mereka," ungkap para ulama IUMS seraya menyebutkan tentang dikeluarkannya sejumlah fatwa yang relevan dengan hal ini. IUMS juga mendesak penghentian segala upaya untuk menyebarkan pemikiran aliran Suni dan Syiah di negara-negara dimana ajaran yang lain lebih menonjol. IUMS menekankan pentingnya saling menghormati di kalangan para ulama muslim dari berbagai aliran. "Hak-hak kaum minoritas untuk mengikuti ajaran atau aliran Suni atau Syiah mesti dihargai," simpul IUMS. IUMS juga menolak penghinaan terhadap Syeikh Al-Qaradhawi setelah peringatannya baru-baru ini tentang upaya yang dilakukan beberapa kelompok dan organisasi Syiah untuk menyebarkan ajaran mereka di negara yang mayoritas Sunni. "Dewan mengutuk keras penghinaan terhadap Syeikh Qaradhawi dan upaya untuk mencemarkan legalitasnya dalam mempertahankan Islam dan persatuan bangsa," ujar perwakilan IUMS. IUMS mendesak Teheran untuk mengambil tindakan keras terhadap Mehr News Agency (MNA), sebuah kantor berita yang berafiliasi ke Iranian Islamic Propagation Organization, atas kampanyenya menentang Qaradhawi. Sebelumnya, MNA pernah menyebut Dr. Qaradhawi sebagai agen zionisme. IUMS meminta MNA untuk minta maaf kepada Syeikh Yusuf Al-Qaradhawi atas berbagai tuduhan dan dugaan yang tak berdasar terhadap ulama berkharismatik ini. Legitimasi Sementara di dunia para ulama menggalang kekuatan guna melawan para penghina Nabi dan para sahabatnya, di Indonesia, beberapa kasus yang mengarah penghinaan sahabat Nabi justru mendapat legitimasi kalangan tokoh Islam. Belum lama ini, Yayasan Wakaf Paramadina bekerjasama dengan penerbit Dian Rakyat menerbitkan edisi Indonesia sebuah buku berjudul Kebenaran yang Hilang: Sisi Kelam Praktik Politik dan Kekuasaan dalam Sejarah Kaum Muslimin , karya Farag Fouda (Judul aslinya: al-Haqiqah al-Ghaybah), selanjutnya judul buku ini disingkat KYH. Sebagaimana diketahui, Farag Fouda adalah seorang doktor Ekonomi Pertanian di Mesir. Dia dikenal sebagai juru bicara yang sangat vokal dari kaum liberal di Mesir. Sejumlah ulama al-Azhar membuat pernyataan, bahwa Fouda telah murtad dari agama Islam, karena pendapat-pendapatnya dinilai menghujat Islam. Dalam buku Faraq Fouda, Fouda,Usman diposisikan sebagai orang paling hina dan paling sial di antara umat Islam. (hal.27). Meski buku ini sangat menghina sahabat Usman, Guru Besar Filsafat Sejarah, Universitas Nasional Yogyakarta (UNY), Prof. Dr. Syafi`i Maarif terpesona karya ini. Terlalu banyak alasan mengapa saya menganjurkan Anda membaca buku ini. Satu hal yang pasti: Fouda menawarkan kacamata lain untuk melihat sejarah Islam. Mungkin Fouda akan mengguncang keyakinan Anda tentang sejarah Islam yang lazim dipahami. Namun kita tidak punya pilihan lain kecuali meminjam kacamata Fouda untuk memahami sejarah Islam secara lebih autentik, obyektif dan komprehensif, tulisannya. [iol/htb/hid/cha/www.hidayatullah.com] __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

