Saya melihatnya sebagai sebuah trik bisnis. Di tengah persaingan games yang 
semakin ketat. Isu-isu miring dan brilyan bisa mendongkrak penjualan. Sebuah 
strategi marketing yang luar biasa. Hanya saja kasihan juga yah bagi mereka 
yang agamanya "sambilan" di hina untuk marketing itu. Kebetulan pula itu agama 
mayoritas orang Indonesia. Dan sayangnya sekarang memang menjadi objek 
penghinaan yang paling digandrungi oleh kaum beragama.

Membuat game itu bukan satu dua hari sehingga kesalahan fatal nggak mungkin 
diketahui setelah jadi. Butuh puluhan bahkan ratusan programmer. Salut buat 
Sony. Selamat kaya... tapi jangan sering-sering yah. Ntar malah membuat banyak 
orang Jepang tertarik dengan apa itu Al Quran. Kan berabe kalau Jepang jadi 
mayoritas.. anu.... anu..


RS

http://indonesia-arab.blogspot.com



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke