http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2008/10/21/3608.html



Presiden Membuka Trade Expo Indonesia 2008


(Presiden SBY menunjukkan hasil produksi pertanian, usai membuka Trade Expo
Indonesia 2008, di Jakarta International Expo, Selasa (21/10) pagi. (foto:
anung/presidensby.info))

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuka Trade Expo Indonesia
2008, di Hall D, Jakarta International Expo, Selasa (21/10) pagi. Presiden
juga memberikan penghargaan Primaniyarta kepada 27 perusahaan berprestasi.

TEI ke-23 ini merupakan pameran dagang B2B (business to business) berskala
internasional yang menjadi ajan atau mediator dan fasilitator bagi produsen
nasional maupun para pembeli internasional. Sebagai kelanjutan dari tema
period 2006 - 2010 "Serving the Global Market" , tema tahun ini adalah "Apa
Jadinya Dunia Tanpa Indonesia?". Diangkat semangat kontemporer dari
komunitas lokal di lingkungan seni, teknologi informasi, busana, serta
industri lainnya yang dapat memberikan kontribusi di pasar global.

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menjelaskan bahwa Indonesia memiliki
peranan penting. "Dalam ukuran dunia, Indonesia menjadi produsen terbesar
kakao, kelapa sawit, mutiara, damar, batubara. Sehingga kalau Indonesia
tidak mengekspor, dunia akan bertanya-tanya," katanya. Oleh karena itu,
lanjut Mendag, kita harus selalu bangga dengan produk dan hasil karya
Indonesia.

TEI ke-23 ini akan semakin mengukuhkan posisi Indonesia di pasar global
dengan potensi besar dalam hal inovasi dan keaslian produk yang ditawarkan.
Selain memiliki posisi strategis sebagai lokasi manufaktur berbagai
perosahaan global, ujar Mari Pangestu, Indonesia juga merupakan rumah bagi
para desainer kreatif produk kerajinan maupun jasa yang menggunakan merek
mereka sendiri.

Presiden SBY dalam sambutannya mengatakan, tema pameran ini mengandung makna
penting. "Kita pandang secara optimis dengan penuh keyakinan. Di luar negeri
ada pasar yang memerlukan produk Indonesia, di forum internasional ada
demand terhadap produk Indonesia. Tentu saja ini merupakan peluang yang
tidak boleh disia-siakan," jelas SBY.

Namun, Presiden SBY mengingatkan kembali bahwa dunia sedang mengalami resesi
ekonomi yang berpengaruh kepada pasang surut permintaan terhadap produksi
Indonesia. "Mari kita pastikan bahwa produksi Indonesia semakin kompetitif,
sehingga mendapatkan peluang besar di pasar dunia," ujar SBY.

Dengan mengucapkan Basmallah, Presiden SBY meresmikan pembukaan pameran
perdagangan tersebut dengan penekanan tombol. Disambut dengan tepukan tangan
yang meriah dari 7100 pembeli potensial yang berasal dari 115 negara.

Setelah meresmikan pameran, Presiden SBY didampingi Ibu Negara Ani Bambang
Yudhoyono meninjau pameran yang menampilkan produk-produk kerajinan tangan
asli Indonesia. Presiden tampak sering sekali memberikan semangat dan
dukungan kepada para pengrajin dan eksportir Indonesia.

Pada acara peresmian ini hadir 7.100 pembeli potensial dari 115 negara.
Berbagai produk ekspor non komoditas siap pakai dipamerkan. Antara lain,
perhiasan dan aksesoris, perlengkapan kantor dan kertas, produk kulit dan
tekstil, hortikultura, elektronik, dan furnitur. Juga ada jasa kreatif
seperti animasi, teknologi informasi, dan fotografi. (mit)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke