Respon dari Negeri-Negeri Selatan Terhadap Krisis Ekonomi Dunia (Revisi)
Diterjemahkan oleh Koordinator Divisi Bacaan LMND-PRM, Dian Trisnanti dari
http://www.venezuelanalysis.com
16 Oktober 2008, ditulis oleh beberapa Penulis
Para akademisi dan peneliti dari Argentina, Australia, Belgia, Kanada, Chile,
China, Kuba, Ekuador, Prancis, Meksiko, Peru, Filipina, Korea Selatan, Spanyol,
Inggris, Amerika Serikat, Uruguay dan Venezuela turut hadir dalam Konfrensi
Ekonomi: Respon dari Negeri-Negeri Selatan Terhadap Krisis Ekonomi Global, yang
diadakan di Caracas, sejak tanggal 8 sampai 11 Oktober 2008. Konferensi
tersebut kemudian berujung pada perdebatan mengenai kesehatan keuangan dan
ekonomi global akhir-akhir ini, perspektif baru dan terobosan terhadap
pemerintah dan rakyat negeri Selatan dipengaruhi oleh krisis keuangan
internasional.
Pertemuan tersebut menyimpulkan bahwa situasi telah memburuk dalam beberapa
minggu terakhir ini. Hal tersebut terus diperparah dengan adanya serangkaian
krisis dalam pasar keuangan di negara-negara maju dan berbalik pada krisis
internasional yang sangat serius. Hal ini berarti negeri- negeri Selatan berada
pada situasi yang sangat sulit.
Krisis ini mengancam ekonomi riil dan jika tindakan cepat dan efektif tidak
segera dilakukan, maka semua rakyat di dunia bisa merosot secara drastis
tingkat perekonomiannya; terutama sektor yang paling sedikit memperoleh
perlindungan dan paling rentan.
Kerentanan mata uang kita, ketidakseimbangan keuangan dan resesi serius yang
terus membesar merupakan bentuk kebohongan dari mitos neo liberal mengenai
keuntungan pasar deregulasi dan kesolidan dan kepercayaan terhadap lembaga
keuangan yang ada; para pendahulu pun juga secara jelas mempertanyakan landasan
terbentuknya sistem kapitalis dunia.
Kontribusi-kontribusi yang diberikan pada konferensi ini adalah jalan keluar
dari krisis, yang telah dimulai dari semenjak Agustus 2007, dan kegagalan
membangun konsesus yang lebih besar, kebangkrutan dan hak istimewa disediakan
dengan intervensi negara dalam membangun negara kapitalis untuk menyelamatkan
endapan dari sebuah sistem keuangan dunia yang tidak fungsional.
Kami mencela usaha untuk membuat sistem seluruh dunia membiayai kebangkrutan
finansial yang berdampak pada peningkatan kemiskinan, pengangguran, dan
eksploitasi terhadap pekerja dan rakyat di seluruh dunia.
Baik metode intervensi negara seperti yang terjadi beberapa minggu terakhir ini
untuk menyelamatkan lembaga- lembaga keuangan dari krisis akibat spekulasi,
maupun metode dengan cara berhutang sebagai jalan keluar dari krisis, telah
dilakukan. Dinamika yang terjadi mendorong lingkaran baru konsentrasi modal dan
jika rakyat tidak melawannya, maka bisa terjadi restrukturisasi yang akan
menyelamatkan beberapa saja sektor masyarakat yang memiliki hak istimewa. Hal
ini berarti akan memunculkan kembali bahaya baru kapitalisme, kembali pada cara
otoritarian, seperti yang terjadi semenjak di Utara terjadi peningkatan
diskriminasi dan rasisme terhadap imigran yang tinggal di Selatan dan telah
dicatat sebagai kemunduran yang ekstrem.
Jika restrukturisasi terhadap sistem kapitalisme yang terjadi akhir-akhir ini
terus merosot, akan muncul beberapa biaya produktif dan sosial; dan lingkungan
di sekitarnya akan mengalami kehancuran yang lebih parah lagi.
Kebutuhan untuk mereformasi sutruktur ekonomi dan keuangan internasional dewasa
ini tidak terhindarkan. Bagi siapa yang berpikir untuk percaya bahwa perlu
ditemukan solusi dari post- kapitalisme; di Venezuela solusi tersebut disebut
sebagai Sosialisme Abad 21.
Dalam suatu momen kritis, kebijakan bangsa dan kawasanal harus memberikan
prioritas bagi biaya sosial dan biaya untuk melindungi sumber daya produktif
serta alam. Negara harus mengenalkan tindakan regulasi keuangan yang urgen
untuk melindungi simpanan di Bank, untuk menjaga tekanan produksi dan harus
memerangi bahaya dari keterbatasan regulasi dengan mengimplementasikan kontrol
pergerakan modal dan pertukaran modal.
Dalam hal ini, oleh karena itu penting dalam membangun sebuah kemungkinan
terciptanya keseimbangan pelengkapan kawasanal dan integrasi perdagangan,
dengan menekan kapasitas industrial, agricultural, energi dan infrastruktur.
Inisiatif yang diambil oleh ALBA dan Bank di negara-nergara Selatan harus
meluas dan bergerak dari perspektif mereka terhadap sebuah bentuk alternatif
dari integrasi yang lebih besar, termasuk di dalamnya sebuah mata uang baru.
Hal ini bagi kami bisa menciptakan sebuah arsitektur keuangan dunia yang baru,
yang akan menjadi bagian dari kaum buruh internasional.
Dalam konteks ini sangat penting untuk mengevaluasi serangkaian kontribusi dan
proposal sosial ekonomi yang sesuai dengan martabat kaum buruh dan mendorong
koordinasi lokal untuk melawan dampak dari krisis.
Pada tingkat internasional. Kita tidak boleh menghentikan tuntutan reformasi
sistem moneter dan keuangan internasional; hal ini membutuhkan adanya langkah
untuk mempertahankan tabungan dan sebuah investasi berkelanjutan guna melayani
kebutuhan esensial publik. Pemunculan kembali suatu sistem yang menyediakan
kesempatan bagi adanya peran sentral terhadap spekulasi, sistem yang
menigkatkan perbedaan ekonomi dan khususnya memberikan hukuman bagi negara dan
sektor yang sedikitnya telah dilindungi, mesti dicegah.
Oleh sebab itu, lembaga ekonomi multilateral harus dibentuk dengan landasan
yang baru; mereka harus mempunyai kekuasaan dan alat untuk bisa bertindak
melawan spekulasi anarkis. Jadi, hal yang sangat dibutuhkan adalah kekuasaan
intervensi nasional yang membantah kerja mendasar pasar dan melindungi keuangan
sebagian besar rakyat.
Berdasarkan analisa dan pertimbangan tersebut, Konferensi Ekonomi Politik
Internasional: Respon Negeri-Negeri Selatan Terhadap Krisis Ekonomi Global
menghasilkan beberapa rekomendasi sebagai berikut:
Kesimpulan dan Rekomendasi:
Kami memulai dengan penyimpulan atas kondisi krisis ekonomi internasional saat
ini:
Kami menemukan bahwa terdapat sebuah situasi krisis yang tak terduga. Krisis
ekonomi dan finansial yang telah memburuk dan berakumulasi menjadi semakin
buruk dalam beberapa minggu terakhir ini. Pembangunan ke depan, akan semakin
sulit dan menjadi semakin dramatis dari hari ke hari. Pusat dari krisis ini
adalah Amerika Serikat dan pasar saham, akan tetapi krisis saat ini merupakan
krisis yang dipengaruhi oleh sistem keuangan keseluruhan dan secara terus
menerus mempengaruhi produktivitas. Krisis ini mempunyai dampak khusus terhadap
Eropa Barat dan Eropa Timur. Meski demikian, Amerika Latin bisa dikatakan
berada di luar krisis dan terlindungi, oleh karena itu lebih siap untuk
mengenali tanda bahwa benua tersebut memang mengalami dampaknya. Kami tidak
hanya mengharapkan sebuah penurunan perdagangan asing yang berkepanjangan tapi
juga berharap adanya pukulan oleh hantaman keuangan yang dahsyat-terhadap
mereka--dan segera. Hal yang lebih berdampak pada
internasional adalah sistem perbankan dan pertukaran saham yang rapuh. Kami
membuat kesimpulan ini dengan sadar bahwa berbagai krisis yang ada selalu
memunculkan pihak yang kalah dan yang menang. Kami secara yakin mengambil
tindakan demi kemakmuran dan hak-hak rakyat kami, warga negara yang secara umum
dan yang tidak dengan senang hati datang meminta bantuan berupa tanggung jawab
para bankir atas krisis yang terjadi akibat tindakan mereka di Eropa dan
Amerika Serikat Menyadari situasi baru ini, dan kenyataan bahwa krisis ini
semakin memburuk pada tingkat yang sudah akut, kami merasa perlu untuk
memberikan beberapa rekomendasi untuk mengambil suatu tindakan, beberapa
diantaranya, yang akan diimplementasikan adalah dengan mengambil keputusan
politik yang urgen pada level tertinggi.Oleh sebab itu, kami mempertimbangkan
pentingnya mengadakan sebuah Pertemuan luar biasa antar Presiden- Presiden di
Amerika Latin dan Karibia atau setidaknya UNASUR. Salah satu
atau keduanya bisa dipimpin oleh sebuah mobilisasi rakyat yang besar.
Pada Sistem Perbankan
Dengan kolapsnya sistem keuangan internasional, negara negara di kawasan mesti
mengambil tindakan dengan mengontrol sistem perbankan mereka, melakukan
intervensi dan melakukan nasionalisasi tanpa kompensasi, mengikuti prinsip yang
tercantum dalam Konstitusi Baru Ekuador yang melarang negara menerima tanggung
jawab atas utang pribadi (Pasal 290, ayat 7: Dilarang bagi negara untuk
menerima tanggung jawab utang pribadi) Alasan akan tindakan ini adalah untuk
mencegah pelarian modal, penurunan nilai mata uang, transfer dana dari cabang
bank asing ke kepala kantornya dan mencegah pembekuan kredit bank dengan tidak
meminjamkan dana yang mereka terima Sistem perbankan yurisdiksi di setiap
negara mesti dihentikan, di bawah kondisi seperti saat ini, saat masalah
likuiditas menyebabkan uang berhenti berputar,sistem ini membahayakan bagi
kontrol regulasi dan fiskal. Buku-buku Bank mesti dibuka; pandangan Bank mesti
diperkuat seperti penguatan mekanisme
regulasi yang ketat, yang membuat sistem perbankan nasional menjadi
transparan,di mana lembaga tempat penduduk menyimpan uangnya mempunyai sistem
perbankan yang transparan. (memberikan pelayanan keuangan sebagai pelayanan
publik). Salah satu dari tindakan ini mesti menjamin, adanya sejumlah investasi
domestik minimum di dalam aset cair dari sebuah sistem (koefisiensi dari
likuiditas domestik) Aktivitas ekonomi populer untuk pembangunan dan bukan
untuk keuntungan harus dilakukan dan diatur oleh penduduk yang tinggal di
wilayah dimana sebuah badan tersebut di tempatkan. Jika negara melakukan
intervensi mereka harus menanggung biaya kebangkrutan atas properti Bank dan
mempunyai hak untuk melakukan hal yang sama atas properti para stake holder dan
manajer. Arsitektur Keuangan yang Baru
Terbatasnya kebijakan moneter yang terkoordinasi menyebabkan suatu perang
devaluasi kompetitif yang memperparah krisis dan mengumbar persaingan antara
ekonomi kita, dengan demikian mencegah respon yang terkoordinasi dari kawasan
dan bahkan menciptakan ancamam structural terhadap perkembangan inisiatif
persatuan seperti UNASUR. Oleh sebab itu, tanda jelas akan timbulnya
perstetujuan moneter Amerika Latin harus diletakkan pada kesempatan untuk
melindungi makro ekonomi kita. Dengan demikian, mendefnisikan sebuah sistem
penyelesaian pembayaran berdasarkan pada keranjang uang Amerika Latin akan
menyediakan bagi setiap negara, sebuah sumber likuiditas yang akan menjauhkan
mereka dari logika krisis Dolar. Selama garis yang sama dalam menciptakan
lembaga sebagai tameng bagi ekonomi kita, kami akan lebih memebutuhkan
koordinasi antar Bank sentral kami dan harus keluar jauh dari dogma neo liberal
dengan mengatur cadangan internasional kami dalam jalan yang
lebih efisien dan tepat waktu. Sehingga sangat penting untuk menjauh dari
proposal dana Selatan sebagai alternatif dari IMF dengan likuiditas yang
tersedia bagi kas darurat atau keseimbangan pembayaran. Penggunaan cadangan
dana lebih yang bagus di setiap negara membawa pada penciptaan sebuah sistem
pembayaran (hak transfer kredit) dan dengan adanya Dana Umum dari Selatan,
sumber daya bisa dimobilisasi untuk menjadikan Bank Selatan bangkit dan
meyakinkan bahwa dirinya bisa berfungsi secara demokratis dan tidak
mereproduksi logika organisasi kredit keuangan multilateral. Bank ini harus
menjadi jantung dari proses transformasi jaringan yang sudah ada di Amerika
Latin bancos de fomento yang memiliki misi mereproduksi produktifitas
apparatusnya berdasarkan Hak Asasi Manusia. Kami memahami bahwa semua yang
sedang berlangsung hampir serupa dengan yang terjadi dalam Deklarasi Kementrian
Quito pada 3 Mei tahun ini dimana telah dikatakan Rakyat menyerahkan
mandat pada pemerintah mereka untuk menyediakan perlengkapan baru di setiap
wilayah untuk pembangunan. Hal tersebut semestinya didesain secara transparan,
partisipatoris dan bertanggung jawab kepada mereka yang memberikan mandat Hal
ini cukup esensial untuk meratifikasi perubahan kontrol dalam negara- negara di
mana mereka berada dan untuk tidak melindungi dana cadangan dan mencegah aliran
modal. Dalam konteks penangguhan pembayaran akibat krisis sistem keuangan
internasional yang merupakan keharusan, bermakna bahwa negara negara di suatu
kawasan berniat untuk menangguhkan pembayaran utang.. Tindakan ini dilakukan
secara temporer untuk melindungi sumber daya yang terancam oleh krisis dan
menghindari kekosongan kas nasional. Negara- negara Amerika latin dan Karibia
seharusnya belajar dari apa yang telah terjadi di Eropa dimana setiap negara
mencoba untuk memecahkan krisis di negerinya sendiri. Hal ini menyebabkan
munculnya keharusan untuk memapah
mekanisme integrasi yang dibangun di kawasannya.
Kebutuhan Darurat Sosial Kami menyarankan agar tingkat kemungkinan yang meluas
dari kedaulatan bangsa dan negara disertakan bersama dengan sumber daya alam,
agar kedaulatan tersebut secara rasional bisa dieksploitasi dan harganya
dipertahankan untuk kentungan rakyat. Kami mengajukan supaya membentuk suatu
Dana Sosial regional Darurat untuk menyediakan makanan dan hak kedaulatan
energi dan untuk mengatasi problem Migrasi yang akut dan pengurangan
pembayaran. Dana ini bisa dioperasikan oleh Bank di Negara selatan atau oleh
Alfa Bank Kami lebih memilih prinsip tidak menyelamatkan para Bankir di banding
rakyat kami sendiri, dana publik mesti dimanfaatkan untuk kepentingan
pembiayaan sosial dan kami harus meningkatkan pendanaan untuk mengatasi dampak
terdekat dari krisis keuangan dunia terhadap rakyat kami, prioritas kami adalah
keamanan lapangan kerja, pendapatan universal, kesehatan dan pendidikan publik
serta perumahan. Pembangunan mekanisme anti
penggelembungan seperti kontrol harga yang memelihara dan meningkatkan upah
dan dana pensiun, subsidi dsb, yang memainkan sebuah peran dalam
meredistribusikan pendapatan dan kemakmuran.
Organisasi Keuangan
Krisis keuangan internasional telah menyebabkan komplikasi dalam tubuh IMF, dan
World Bank dan IDB dengan para bankir transnasional yang menjadi penyebab
kekacauan yang terjadi akhir-akhir ini dengan beberapa konsekuensi sosial yang
mengerikan. Hilangnya harga diri dari lembaga-klembaga ini cukup nyata. Hal ini
merupakan kesempatan bagi negara negara di kawasan untuk mengikuti contoh
Bolivia dan menarik diri dari ICSID (International Centre for the Settlement of
Investment Disputes) dan untuk mengikuti saran Venezuela untuk menarik diri
dari IMF dan World Bank dan mulai turut membantu dalam membangun arsitektur
keuangan yang baru. Kami yakin sebuah Konferensi Politik Ekonomi Internasional
ke dua: Respon Negeri-negeri Selatan Terhadap Krisis Ekonomi Global bisa
diadakan dalam empat bulan pertama pada tahun 2009.
Caracas, 11 Oktober 2008.
Posting oleh ARAH GERAK ke ARAH GERAK pada 10/22/2008 11:45:00 AM
PEMILU 2009 BUKAN JALAN KELUAR RAKYAT MISKIN!
PEMILU 2009 HANYA PEMILU BAGI PARTAI POLITIK KAUM MODAL/PARTAI PRO
NEOLIBERALISME!
PEMILU 2009 AKAN MENGHASILKAN PEMERINTAHAN BARU PRO NEOLIBALISME!
AYO BERSATU, BANGUN KEKUATAN, LAWAN KAUM MODAL DAN ANTEK-ANTEKNYA!
BERSATU, GULINGKAN PEMERINTAHAN KAUM MODAL, GAGALKAN PEMILU, BENTUK
PEMERINTAHAN RAKYAT MISKIN!
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/