4. Keutuhan yang tak terbagi
Einstein tidak bis amenerima kenyataan kwantum yang serba tidak pasti ini. Bagi Einstein, tidak mungkin alam diciptakan dengan aturan yang tidak bisa diketahui. "Tuhan tidak sedang bermaind adu," katanya. KEberatan utama Einstein terletak pada prindip ketidakpastian. Berharap dapa membuktikan bawa di balik dunia kwantum yang ganjil ini, tersembunyi kenyataan yang selaras dengan tradisi deterministic fisika klasik, maka pada 1935, Einstein, Podolsky, dan Rosen merancang sebuah percobaan untuk membuktikan bahwa ketidakpastian kwantum tidak bersifat inheren, tetapi disebabkan oleh tidak memadainya alat yang digunakan. Percobaan ini ingin memperlihatkan bahwa kita bisa mengukur posisi dan kecepatan electron secara serempak pada saat yang sama. Upaya ini gagal, tetapi justru memperkuat aspek lain yang lebih menakjubkan dari dunia sub atomic, yaitu prinsip non-lokalitas. Prinsip ini mengatakan bahwa partikel-partikel sub atomic dapat saling mempengaruhi secara seketika dar ijarak yang jauh, tanpa ada penyebab local. Seakan-akan ada interaksi yang lebih segera dari kecepatan cahaya antara partikel-partikel itu. Prinsip ini mempunyai jangkauan implikasi yang sangat jauh. Jika kita dapat membayangkan alam semesta sebagai sebuah jarainigan prtikel- partie=kel yang salling berinteraksi dalam sebuah sistim kwantum, maka prinsip ini mengungkapkan sifat kesalinghubungan di alam semesta. Ini merombak secara menyeluruh pandangan klasik tentang kausalitas yang terbatas pada efek-efek local. Pada 1951. David Bohm melihat aspek lain dari percobaan Einstein, Podolsky, dan Rosen. Sambil melanjutkan keraguan Einstein perihal prinsip ketidapastian, David Bohm berpendapat bahwa prinsip ini muncul hanya karena ketidamapuan kita untuk menjelaskan sesuatu yang lebih mendasar dari teori kwantum. Menurut Bohm, kenyataan bahwa partikel-partikel sub atomic dapat berhubungan secara langsung, justru disebabkan karena adanya kesatuan di balik realitas kwantum. Apa yang kita persepsikan sebagai partikel-partikel yang terpisah dalam sebuah system sub atomic sebenarnya tidak terpisah, melainkan merupakan perluasan dari sesuatu yang lebih fundamental pada tingkat kenyataan yang lebih tinggi. Bohm menyebut tingkat kenyataan partikel itu sebagai explicate order atau perintah tersurat, sementara realitas dasar yang merupakan sumber2 itu diistilahkan Bohm sebagai implicate order atau perintah tersirat. Huston Smith menyebut pandangan2 yang dipaparkan di atas, memunculkan epistemology, yang menuntut cara baru dalam memahami alam, yang disebutnya dengan counterintuitive kata lain dari melawan perasaan, yang mengatasi kategori ruang dan waktu seperti lazimnya selama ini dipahami dalam sains. Persamaan filosofis bagi pengertian counterintuitive ini adalah ineffable atau di luar kemampuan kata- kata dan apophatic yang berarti tutup mulut atas apa yang dikatakan seseorang. Kenyataan skandal dalam sains, justru karena terbukanya paradoks dalam sains. Padahal selama ini, seperti dikatakan WT Stace dalam The Teaching of the Mystics,"sifat paradoks adalah satu ciri lazim semua jaringan mistikĀ ". Jadi, bukan ciri sains yang tepat logika.

