http://www.tni.mil.id/news.php?q=dtl&id=113012006120085

*KASAL LANTIK 222 PERWIRA MUDA*
27 Okt 2008

KOBANGDIKAL (27/10) - *Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Tedjo Edhy
Purdijatno,SH* melantik dan mengambil sumpahnya 222 perwira baru lulusan
Pendidikan Pembentukan Perwira (Diktukpa) angkatan XXXVI tahun 2007 dengan
upacara militer Prasetya Perwira (Praspa) yang dihelat di Lapangan Moeljadi,
Kobangdikal, Senin (27/10)

          Dalam upacara yang diikuti 1.750 personel Kobangdikal tersebut
digelar secara sederhana, tampak dihadiri pula para petinggi Mabes TNI AL,
Komandan Kobangdikal, Pangarmatim, Gubernur AAL, Dankormar, Pangarmabar,
Muspida Prov Jatim, Muspida Kodya Surabaya, serta pejabat TNI dan sipil
lainnya.

Menurut AL 1, sapaan orang nomor wahid di TNI AL ini, bila ditilik dari
maknanya, upacara Prasetya perwira merupakan prosesi pelantikan dan
penyumpahan calon perwira serta merupakan bentuk simbolis pengakuan resmi
dari TNI/TNI AL atas keberhasilan mereka dalam menjalani proses pendidikan
peralihan status kepangkatan dari strata Bintara menjadi Perwira dengan
pangkat Letnan Dua.

          Pengucapan Sumpah Perwira disatu sisi, merupakan pernyataan
religius yang harus dipertanggungjawabkan tidak saja kepada bangsa dan
negara, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Sebagai Perwira Muda,
lanjutnya, mereka diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh selama
mengikuti pendidikan sambil terus belajar untuk memperkaya khasanah
pengetahuan di tempat penugasan. Sementara dari sisi nilai kejuangan,
seorang perwira akan selalu menjadi panutan bagi anak buahnya.

"Untuk itu setiap perwira dituntut mampu menunjukkan perilaku yang dapat
diteladani serta memiliki pola pikir, pola sikap dan pola tindak yang
senantiasa mencerminkan nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, Delapan
Wajib TNI dan Trisila sebagai tradisi terbaik TNI AL," terangnya.

Dari 222 orang perwira yang dilantik, 208 orang diantaranya adalah siswa
pria, sementara 14 orang sisanya adalah wanita (Kowal). Sebelum mengikuti
pendidikan dan pelantikan, mereka telah mengikuti proses cukup panjang dan
melelahkan. Diawali dengan seleksi yang sangat ketat dan dinyatakan lulus,
mereka langsung digembleng di Pusdikdasmil, Juanda, untuk mengikuti
pendidikan pembentukan (Diktuk) selama 3 bulan. Selesai Diktuk, mereka
melanjutkan pendidikan kejuruan selama 8 bulan di Pusdik-pusdik sesuai
dengan kejuruan masing-masing.

Dari jumlah itu, 43 orang diantaranya masuk kejuruan Pelaut di Kodikopsla,
38 orang kejuruan Marinir di Pusdikmar, 35 orang kejuruan Teknik di
Pusdiktek, 25 orang kejuruan Elektro di Pusdiklek, sedangkan 31 orang
kejuruan Suplai, 17 orang kejuruan Khusus dan 10 orang kejuruan Pomal
melanjutkan pendidikan di Pusdikbanmin. Dalam setiap pendidikan pasti ada
parameter penilaian untuk menentukan lulus, tidak lulus maupun jebolan
terbaiknya.

Jala Wira Adhiguna (Perwira Laut yang perkasa dan berguna) merupakan  medali
penghargaan bagi siswa lulusan terbaik sekaligus lambang supremasi tertinggi
yang diimpikan dan diperebutkan para siswa Diktukpa untuk meraih tahta
tersebut. Lulusan terbaik Diktukpa XXXVI kali ini diraih oleh Letda Laut (P)
Marjoko Utomo dan sekaLigus berhak atas medali Jala Wira Adhiguna yang akan
disematkan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL)  Laksamana TNI Slamet Soebijanto
pada Upacara Praspa.

Ditanya mengenai kondisi Blok Ambalat yang kembali memanas, Kasal
menjelaskan bahwa TNI AL tetap menjalankan tugas sebgai manamestinya, yakni
berusaha mengusir setiap kapal asing yang melanggar batas teritorial NKRI."
Kita tetap halau mereka untuk keluar dari wilayah NKRI, dan mereka
(Malaisya) masih mau untuk keluar," terangnya.

Menanggapi kejadian ini juga TNI AL tidak berencana menanbah jumlah kapal
perang yang beroperasi di sekitar sana, Menurutnya jumlah yang sekarang
melaksanakan patroli masih mencukupi.

Selain masalah Ambalat Kasal menjelaskan tentang suhu politik jelang pemilu
dan pilpres, bahwa adanya Mantan Kasal Laksamana (Pur) TNI Slamet Soebijanto
yang akan maju pada Pilpres mendatang ditanggapi biasa. Menurut Edhy, bahwa
hal tersebut wajar-wajar saja, mengingat Pak Slamet sudah purnawirawan,
berarti sudah menjadi sipil atau bukan anggota TNI aktif lagi.

          "TNI/TNI AL dalam hal ini tetap menjunjung tinggi komitmen untuk
menjaga netralitas dalam berbagai Pemilu maupun Pilpres sesuai amanat
undang-undang," tegasnya.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke