http://www.dephan.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=8519
*EMPAT PILOT SUKHOI TNI AU SIMULASI DI CINA* Jakarta, Enam penerbang Sukhoi TNI Angkatan Udara (AU) pekan depan akan melakukan simulasi di Cina, untuk meningkatkan kemampuan mengendalikan pesawat jet tempur buatan Rusia tersebut. Komandan Skadron Udara 11 Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin Mayor Pnb Iko Putra kepada ANTARA di Jakarta, Jumat, mengatakan, keempat pilot Sukhoi TNI AU itu akan belajar di pusat simulasi pesawat tempur di Negeri Tirai Bambu, sejak 27 Oktober selama selama hampir sepekan. "Mereka kemungkinan besar akan melakukan 20 sorti penerbangan, dengan materi `air to air` dan `air to ground`, antara lain penggunaan bom konvensional hingga `smart bom` untuk `air to ground`, serta peluncuran misil jarak dekat) dan menengah untuk `air to air`," kata Iko menambahkan. Terpilihnya Cina sebagai tempat simulasi, ia katakan, karena untuk perlengkapan simulasi Sukhoi di Cina memiliki teknologi lebih modern bahkan dibandingkan di Rusia. "Selain itu, Cina juga memiliki simulator Sukhoi yang lengkap seperti Su-27SK dan Su-30MK yang dimiliki TNI AU, jadi kita bisa mempelajari dan latihan mengendalikan berbagai varian Sukhoi, terutama yang dimiliki TNI AU," katanya. Keempat pilot Sukhoi TNI AU yang akan melaksanakan simulasi di Cina adalah Kolonel Pnb Arif Mustofa (Danwing 5 Lanud Sultan Hasanuddin), Letkol Ari Gustoro, Mayor Pnb Untung Suropati, Mayor Pnb Toni. Sementara itu, Kolonel Pnb Arif Mustofa (Danwing 5 Lanud Sultan Hasanuddin), mengemukakan, segala persiapan terkait simulasi di Cina tersebut akan dimatangkan pada pekan depan di Mabes TNI AU. "Kami masih harus mematangkan segala sesuatunya, agar sinergis dengan apa yang dilaksanakan dalam simulasi di Cina," ujarnya. Cina merupakan salah satu operator Sukhoi terbesardi luar negara pecahan Uni Sovyet yakni Rusia dan Ukraina. Bahkan Cina telah dipercaya untuk memproduksi pesawat jet tempur tersebut. Negara pengguna Sukhoi hingga kini adalah Indonesia, India, Cina, Polandia, Republik Ceko, Slovakia, Hongaria, Jerman, Irak, Suriah, Yaman, Libya, Aljazair, Iran, Afganistan, Angola, Ethiopia, Perudan Korea Utara. Sumber : Antara [Non-text portions of this message have been removed]

