Sorry salah pencet.

Anda benar pakde Nizami. Kalau beli bukan dari US gak usah pakai 
dolar lahhh. Pakai matauang masing masing. Kalau kita export juga 
pakai rupiah dong! kan gagah. Pakai Euro, Swiss Frank atau yen juga 
OK.



> --- In [email protected], A Nizami <nizaminz@> wrote:
> >
> > Kenapa Harus Pakai Dollar?
> > Kalau beli barang dari AS, wajar pakai Dollar AS.
> > Tapi kalau beli barang dari Cina, Jepang, Singapura,
> > Malaysia, dsb, haruskah pakai Dollar AS?
> > 
> > Tidak bisakah pakai Yuan, Yen, Dollar Singapura, atau
> > RM?
> > Atau jika sulit, tidak bisakah pakai emas senilai
> > dengan dollar AS atau mata uang negara penjual?
> > 
> > BI hanya punya US$ 57 milyar.
> > Untuk mendapatkannya, Indonesia harus menjual migas,
> > emas, mengundang investor, berhutang ke IMF dan World
> > Bank, dsb. Sementara AS meski bangkrut, tinggal tekan
> > tombol printer untuk mencetak dollar sebanyak yang
> > mereka mau.
> > 
> > Mahathir Muhammad pernah mengemukakan solusi
> > penyelesaian ekspor impor sehingga terbebas dari
> > dollar AS. Negara2 Eropa memakai Euro hingga terhindar
> > dari dollar AS.
> > 
> > Jadi haruskah kita pakai Dollar AS?
> > 
> > Dan pemerintah hendaknya hati2 terhadap ulama su' di
> > bidang ekonomi yang hanya mengarahkan Indonesia jadi
> > sapi perahan atau pengekor AS. Mereka terbukti turut
> > bertanggung-jawab atas kebangkrutan Indonesia dengan
> > nasehat ekonomi yang buruk.
> > 
> > Ada baiknya pemerintah lebih mendengar pada ekonom
> > yang telah mengkritik nasehat2 ekonomi yang buruk itu
> > seperti Revrisond Baswir, Kwik Kian Gie, Ichsanuddin
> > Noorsy, dsb.
> > 

Kirim email ke