Eka Zulkarnain

--- On Wed, 10/29/08, Jojo Rohi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Jojo Rohi <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [mediacare] RASIS! KETUA PANSUS RUU PORNOGRAFI
To: [EMAIL PROTECTED]
Date: Wednesday, October 29, 2008, 1:12 PM










    
            

--- On Thu, 10/30/08, Engelbert Jojo Rohi <engelbert.jr@ gmail.com> wrote:
From: Engelbert Jojo Rohi <engelbert.jr@ gmail.com>
Subject: RASIS! KETUA PANSUS RUU PORNOGRAFI
To: [EMAIL PROTECTED] com
Date: Thursday, October 30, 2008, 2:51 AM

POLITIK APARTHEID KETUA



PANSUS  RUU PORNOGRAFI,



BALKAN  KAPLALE








SURAT TERBUKA

Yogyakarta, 16 Oktober 2008
Kepada kawan-kawanku Bangsa Indonesia



Kawan,
Senin, 13 Oktober 2008 kemarin, saya dan teman-teman Forum Yogyakarta

untuk Keberagaman (YuK!) mengikuti acara `Dengar Pendapat dalam Rangka Uji 
Publik RUU Pornografi'.
Acara yang diadakan oleh Pansus RUU Pornografi dari DPR berlangsung di
Gedung Pracimosono, Kompleks Kantor Gubernur Daerah Istimewa
Yogyakarta. Ketua Pansus RUU Pornografi, Balkan Kaplale, juga datang ke acara 
itu.




Inilah tampang si Balkan 'Rasis' Kaplale
Wakil Rakyat yg cuma bisa Kentut!!


Sekitar enam puluh orang -pro (mayoritas) maupun kontra- hadir

sebagai peserta forum. Dalam sesi dengar pendapat pertama, enam
peserta dipilih untuk bicara. Acara sudah berlangsung sekitar 1 jam
saat seorang kawan dari Papua, Albert, ditunjuk moderator untuk
menyampaikan pendapat.


Albert datang mewakili 3000 mahasiswa Papua di Jogja, dan telah
meminta ijin pada dewan adat dan tokoh masyarakat Papua untuk mewakili
warga Papua dalam menyampaikan aspirasi. Di forum, ia mengusulkan agar RUU 
Pornografi tidak disahkan. Sebab, RUUP tidak memberi ruang bagi kaum minoritas, 
dan membuat Negara Indonesia seolah-olah hanya milik sekelompok orang. Jika 
RUUP disahkan, lebih baik Papua melepaskan diri saja, karena tidak diperlakukan 
adil.


Saat giliran Pansus bicara, Balkan Kaplale langsung menanggapi
pernyataan Albert. Balkan menyapa Albert dengan sebutan "Adinda" dan
berkata: "Jangan begitu dong ah..overdosis. .tak usah ngapain keluar

dari NKRI. Timor-timur aja perdana menterinya kemaren mengadu ke
Komisi 10, nangis-nangis, rakyatnya miskin sekarang. Betul, belajarlah

ke Ambon, saya kebetulan dari Saparua loh. Kalau mendengar begini
tersinggung! Belajar baik-baik dari Jawa! (diucapkan dengan kencang
dan bernada bentakan)"

Balkan juga berkata "Belajarlah baik-baik! Kalau perlu kau ambil orang Solo 
supaya perbaikan keturunan! (membentak)"


Sebagian besar peserta forum langsung tertawa mendengar kalimat itu.

Namun kemudian beberapa peserta lain dan para wartawan berteriak,
"Rasis! DPR Rasis!!"


Balkan: "Diam dulu nanti kita kasih kesempatan bicara, sampai malam
kita di sini! Diam dulu! Ini kan hak Ketua DPR juga dong, Ketua Pansus!"
***

"Belajar baik-baik dari Jawa!


Kalau perlu kau ambil orang Solo

supaya perbaikan keturunan!"




Kawan,
Hati saya sakit sekali saat mendengar perkataan Balkan Sang Anggota
DPR sekaligus Ketua Pansus RUUP. Padahal kata-kata itu tidak ditujukan
pada saya. Saya bukan orang Papua. Saya tak bisa membayangkan,

bagaimana perasaan Albert dan kawan-kawan lain dari Papua mendengar
ungkapan Balkan yang bernada kasar dan isinya jelas menghina itu.
Betapa pedihnya!

Yang membuat hati saya lebih sakit lagi, sebagian besar peserta forum

yang mayoritas dari etnis Jawa, langsung tertawa saat mendengar ucapan
Balkan. Mengapa masih bisa tertawa saat ada saudara kita yang dihina?
Apa karena Balkan meninggikan etnis Jawa, lantas kita layak tertawa
bahagia?


Kita adalah saudara. Sabang sampai Merauke. Kita: orang Batak, Jawa,
Sunda, Betawi, Madura, Dayak, Bugis, Flores, Papua, dan lain-lain;
telah berikrar untuk bersatu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kita setara. Tidak ada satu suku atau etnis pun yang tebih tinggi

derajatnya dari yang lain. Tidak ada pula yang lebih tidak beradab.

Sebagai kesatuan, mestinya kita bersedih jika saudara kita direndahkan
karena etnisnya berbeda dengan kita. Bukan tertawa. Mestinya rasa
empati dan solidaritas kita tumbuh. Mestinya kita menggugat hinaan

itu! Bukan malah ikut tertawa menghina. Saya kecewa, Kawan.
Perbedaan etnis, suku, budaya bukanlah perkara salah-benar. Tiap
kelompok harusnya menyadari bahwa sejak awal Indonesia memang beragam.
Merasa diri lebih tinggi derajatnya dari kelompok lain hanya akan

menimbulkan konflik. Yang merasa diri paling benar memaksakan
keyakinan kelompoknya pada orang lain. Yang merasa diri beradab
menghujat kelompok yang dianggap tidak beradab.

Kawan,
Menurut saya perbedaan adalah perkara bagaimana kita berbesar hati

untuk menerima dan menghargai orang atau kelompok yang tidak sama
dengan kita. Andai kita semua mau membuka hati terhadap perbedaan dan
memiliki toleransi, saya yakin tak seorang pun akan tertawa saat
mendengar ucapan Balkan tadi.

***
"Belajar baik-baik dari Jawa! Kalau perlu kau ambil orang Solo supaya
perbaikan keturunan!"
---"DPR Rasis!"
"Diam dulu! Ini kan hak Ketua DPR juga dong, Ketua Pansus!"


Kawan-kawanku,
Saya heran sekali dengan kalimat terakhir itu. Apa yang Balkan maksud
dengan hak ketua DPR dan hak Ketua Pansus? Hak untuk menghina orang
lain? Saya rasa, tidak ada orang yang memiliki otoritas menghina orang

lain, sekalipun ia pejabat pemerintahan. Kata-kata Balkan terkesan
sangat otoriter, seolah-olah ia berhak melakukan apapun sebab ia
adalah anggota DPR.

Menurut Pansus RUU Pornografi dan pihak yang setuju terhadap

disahkannya RUUP, RUU ini tidak akan menimbulkan disintegrasi bangsa.
Alasan mereka, RUU ini tidak diskriminatif. RUUP mengakomodir
kepentingan seni dan budaya, adat istiadat, dan ritual tradisional.
Mari kita gugat pernyataan itu, kawan! Benarkah RUU ini mengakomodir

semua itu dan tidak diskriminatif? Pertanyaan ini sangat patut
dilayangkan dan dijadikan bahan pertimbangan, sebab ternyata Balkan
Kaplale, anggota DPR RI dan ketua Pansus yang menyusun RUUP adalah
seseorang yang Rasis!


Kawan,
Seseorang yang sudah tidak adil sejak dalam pikirannya tidak akan bisa
bertindak adil dalam perbuatannya. Perkataan Balkan Kaplale pada
Albert yang rasis dan menghina menunjukkan pikirannya yang tidak adil

terhadap saudara-saudara kita orang Papua. Maka saya berani berkata,
RUUP yang diketuai oleh orang rasis dan tidak adil itu tidak layak
disahkan!

Dengan cinta pada bangsa dan Negara Indonesia,

Maria Listuhayu.


* saya memiliki rekaman rapat dengar pendapat umum ini.
** tulisan ini akan dikirim ke media sebagai surat terbuka.


============ ========= ==


Komentar gue:

Ada
tiga pihak sekaligus yg dilecehkan oleh si Balkan 'Rasis' Kaplale ini
(luar biasa!). Pertama, bangsa Timor Leste, kedua, orang Papua, ketiga,
para gadis Solo.

Mari kita kupas satu persatu statemen rasis dari Kaplale itu.

Terhadap statement; "Timor-timur aja perdana menterinya kemaren... 
nangis-nangis, rakyatnya miskin sekarang..."

Kaplale
melecehkan bangsa tetangga, seolah bangsa sendiri lebih baik. Si rasis
Kaplale ini lupa bahwa bangsa Indonesia-pun dari sejak merdeka hingga
hari ini masih NGEMIS kpd negara-negara Barat. Dia pikir dia mampu beli
dasi bergambar tuts piano yg nampang di website DPR-RI itu dengan duit
bangsanya sendiri? 

Kaplale lupa bahwa yang paling penting yg
harus dimiliki oleh sebuah bangsa adalah DIGNITY. Bangsa Timor Leste,
telah memutuskan untuk lebih memilih menjadi bangsa  yg  bermartabat
(merdeka) dng melepaskan diri dari Indonesia. Sebagaimana setiap bangsa
yg baru lahir, pasti akan menghadapi berbagai persoalan pelik di dalam
negerinya. Demikian juga dng bangsa Indonesia di awal kelahirannya.
Belajar sejarah lagi dong Oom Kaplale... oya, satu catatan lagi; kalo
Timor Leste adalah pengemis, lalu bangsamu Indonesia ini apa Oom? Dari
sejak lahir sampai hari ini masih "netek" kepada bangsa Barat Oom!!!


Terhadap statement; "Kalau perlu kau ambil orang Solo supaya perbaikan 
keturunan!"

Kaplale
menganggap orang Papua (saudara sebangsa & setanah air kita,
Indonesia) lebih rendah martabatnya, oleh karena itu perlu "di-katrol"
dengan mengawani perempuan Jawa (Solo). Orang Papua bukan MANUSIA
bermartabat karena warna kulitnya. Karena itu, utk menjadikannya
manusia yg bermartabat maka harus ditolong oleh "wong Jowo".

Bila
demikian adanya, aku dapat memahami mengapa Gerakan Papua Merdeka
semakin menguat saja akhir-akhir ini. Dalam hati kecilku, aku mulai
bersimpati terhadap manusia Papua yg begitu dianggap rendah martabatnya
oleh "orang Indonesia" (Mengapa aku bilang "orang Indonesia"? Karena
predikat wakil rakyat yg disandang oleh Balkan 'apartheid' Kaplale
merupakan  representasi dari rakyat Indonesia. Ini konsekwensi dari
jabatan bung!). 
Bila dengan memisahkan diri dari Indonesia, manusia Papua akan lebih 
bermartabat, maka MERDEKA-LAH PAPUA!!!

Bukankah
substansi dari terma "MERDEKA" adalah merebut martabat sebagai sebuah
bangsa, martabat sebagai manusia seutuhnya? Bukankah terma Merdeka juga
berarti hak untuk menegakkan DIGNITY, harga diri sebagai manusia dan
sebagai sebuah bangsa? Bila Indonesia tidak lagi menganggap manusia
Papua sebagai manusia yg bermartabat, maka --sekali lagi-- MERDEKA-LAH
PAPUA!!!




Kaplale
--sadar atau tidak-- telah merepresentasikan pemikiran khas dari bangsa
yg terjajah. Inilah mentalitas sejati dari manusia minder. Betapa
tidak, bukankah mentalitas ini juga yg menghinggapi sebagian orang
Indonesia yg menganggap bahwa kawin dng "orang Bule" akan mengantarkan
mereka masuk menjadi bagian bangsa yg lebih "civilized" ? 

Tentu
saja, saya tdk hendak mengatakan bahwa semua orang (indonesia) yg kawin
dng bule  mempunyai "sindroma" mentalitas terjajah seperti itu. Konteks
dari analisa saya adalah pada ungkapan "memperbaiki keturunan" yg hanya mungkin 
akan diucapkan oleh mereka yg sejatinya merasa tidak bermartabat!

Ketua
Pansus RUU Pornografi, Balkan Kaplale, telah menjalankan politik
apartheid di negara Indonesia yang ber-Bhineka Tunggal Ika ini.

Balkan Kaplale,.. dari namanya saja, "Balkan,".. aku jadi teringat BALKANISASI 
yg arti secara harafiahnya adalah politik PECAH BELAH a la Slobodan Milosevic. 


Entah
cuma kebetulan atau "takdir" si rasis Balkan Kaplale ini ditunjuk
menjadi ketua pansus RUUP. Kok ya cocok banget dengan agenda perpecahan
bangsa melalui RUUP itu diketuai oleh dia ya. 

Susilo
Bambang Yudhoyono sebagai "owner" dari Partai Demokrat --yg jadi 
kendaraan politik bagi Kaplale utk menuju Senayan-- harus memecat
dengan tidak hormat si Rasis Kaplale yg memecah-belah bangsa melalui
politik apartheid yg dijalankannya.

Satu lagi, tentang "orang
(perempuan) Solo" yg dikatakan oleh Kaplale agar dikawini oleh kawan
kita Albert yg orang Papua itu, menegaskan penghinaan yg luar biasa
terhadap para perempuan Solo yg dianggap oleh Kaplale bisa "dipake"
oleh siapa saja utk dikawin-mawinkan! What the fvck..



Berikut ni aku quote dari milis tetangga:


  TABIAT BALKAN KAPLALE,

KETUA PANSUS RUU PORNOGRAFI  
Mukanya aje udah ade ciri2 muna-nya...


From: guntur wibisono <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [nonamanis] Re: Tabiat Balkan Kaplale, Ketua Pansus RUU Pornografi

To: [EMAIL PROTECTED] ups.com
Date: Sunday, September 21, 2008, 9:11 PM


Kesian amat bangsa gw dipimpin ma org2 bego!


From: Pak Yanto <[EMAIL PROTECTED] com>

Subject: [nonamanis] Re: Tabiat Balkan Kaplale, Ketua Pansus RUU Pornografi
To: [EMAIL PROTECTED] ups.com

Date: Saturday, September 20, 2008, 7:55 AM

Hahahaaaaa.. ........ Ternyata begito toh tabiat sebenarnya Balkan Kaplale, 

Ketua Pansus RUU Pornografi..

Bukan hanya kurang waras &
 konyol pemikirannya, tetapi juga mata ke-ranjang, 

doyan gerepe-gerepe cewek, & munafik lagiiii..... 


----- Original Message ----

From: ubrut ontohod <cihuy_cutes@ yahoo.com>
To: [EMAIL PROTECTED] ups.com

Sent: Thursday, September 18, 2008 1:43:22 AM
Subject: Re: [nonamanis] Sungguh
 Memualkan ... KURANG WARAS


Emang di Indonesia ini banyak orang yang kurang waras 


----- Original Message ----- 

From: rano rano 
To: [EMAIL PROTECTED] ups.com 

Sent: Wednesday, September 17, 2008 2:57 PM
Subject: Re: [nonamanis] Sungguh Memualkan ... KURANG WARAS


asal tau ajee yeee...yang namanya BALKAN
 KAPLALE...
dulu pernah jadi kepala sekolah gw di SMU Pesanggrahan tahun 1986- 1987, 

kerjanyaa cuman colak-colek cewek mulu sama bawa wakil kepala sekolah yg bohai 
namanyaaa IBU IDA..... hehehehehehheh


tau deh diapaain tuh ibu ida..hehehehheeheh


On 9/17/08, Uda Faisal <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: 


Gw jadi ingat ketika ketua pansus RUU ini yg bernama Balkan .... , pernah di 
interview di televisi.


Dia bilang, "Jika tidak ada RUU ini maka orang2 nanti akan berpakaian renang di 
Monas...." ????!!!!!!!! !!!  Pernyataan yang sangat ngawur dan tidak rasional.


Hanya ada 2 kemungkinan :

1. Jikalau ada orang yang berpakaian renang di monas, atau jalan2 di mall atau 

ke pergi kantor dengan mengenakan baju renang, mungkin orang tersebut kurang 
waras.


2. Sejak kapan kolam renang atau pantai pindah ke monas....??? ?!!!!!! Oleh 
sebab itu orang yang membuat pernyataan ngawur : bahwa "jika RUU ini tidak ada 

maka orang2 nanti akan berpakaian renang di Monas", sepertinya orang yang 
memberikan pernyataan tersebut kurang waras.

-----------

On Mon, 9/15/08, Jeffry Gunawan <jeffry.gunawan@ yahoo.com. sg> wrote:

From: Jeffry Gunawan <jeffry.gunawan@ yahoo.com. sg>
Subject: Re: [nonamanis] Sungguh Memualkan

To: [EMAIL PROTECTED] ups.com
Date: Monday, September 15, 2008, 1:44 PM


walah walah jangankan pake swimsuit, baju adat yg tembus pandang kayak baju 
bodo org bugis, baju
 adat org bali, baju adat jawa, pokoknya yg tembus pandang 

dianggap porno, yg buat undang undang ini orang sinting semua
 

----- Original Message ----

From: imam <[EMAIL PROTECTED] com>
To: jurnalperempuan@ yahoogroups. com; [EMAIL PROTECTED] ups.com

Cc: [EMAIL PROTECTED] com; hudanhidayat@ yahoo.com
Sent: Monday, 15 September 2008 13:54:55

Subject: [nonamanis] Sungguh Memualkan

Di sebuah koran gurem, saya membaca  RUU Pornografi akan segera ditandatangani. 

Di TVOne saya membaca budayawan Bali kembali menolak RUU 'porno' ini. Saya 
pikir, penolakan itu wajar. Saya yakin, mayoritas publik menyetujui adanya Porn 

Act, supaya tidak ada kerancuan tentang definisi porno. Supaya tidak ada lagi 
perempuan yang membawa nama negara berlaga di ajang bergengsi dunia malah 

dihujat kelompok anarkis. Supaya tidak ada lagi model yang berfoto secara 
profesional di majalah dewasa malah dituding porno. Tapi bukan dengan RUU 

'porno' yang isinya amburadul begini.

Seorang rekan dari milis tetangga menyebut DPR saat ini sudah tidak punya 

kredibilitas untuk bicara soal 'moralitas', bicara soal 'mengatur moral rakyat 
dari pornografi'. Toh muka DPR sendiri sudah coreng moreng dengan beragam 

skandal, dari skandal korupsi hingga skandal seks. Eloknya, pembahasan RUU 
Pornografi ditunda hingga terpilihnya DPR baru nanti dengan harapan publik akan 

mendapat RUU Pornografi yang lebih cerdas.

Pornografi berasal dari bahasa Yunani yang secara garis besar berarti gambar 

yang merefleksikan pelacuran. Mengingat arti dasarnya itu, di negara-negara 
maju gambar bugil seorang model sama sekali tidak dimasukkan dalam konten 

pornografi melainkan konten dewasa. Ada beda mendasar antara pornografi dan 
konten adult. Pornografi bersifat menjijikkan karena berkonotasi pelacur, 

sementara konten adult adalah konten terhormat yang legal dikonsumsi oleh 
konsumen yang telah memenuhi umur tertentu. Tidak heran, jika banyak selebriti 

top dunia (atlet, artis, model, singer) yang enjoy berbugil di salah satu 
majalah paling bergengsi di dunia itu. Tidak heran pula, jika banyak 

tokoh-tokoh kelas berat dunia yang bangga mengisi rubrik wawancara di majalah 
pria terbesar di dunia itu.


Sementara di sini, definisi pornografi sangatlah hipokrit. Swimsuit one piece 
di majalah dewasa saja dituding porno. Aroma kemunafikan amatlah kental. Banyak 

orang yang ringan mulut di depan publik menyumpahi konten-konten sensual, 
padahal dalam hati
 senangnya bukan main. Tangan satu ditunjukkan di depan 

menuding-nuding porno, sementara tangan lain disembunyikan di belakang punggung 
memegang majalah dewasa. Tidak heran bila seorang budayawan menempatkan sifat 

munafik di peringkat pertama sifat bangsa ini. Sungguh memualkan.
Wassalam.



Siapakah Balkan Kaplale? 

Dilahirkan di Saparua, Maluku Tengah, 62 tahun 
lalu, Balkan adalah anggota DPR dari Partai Demokrat untuk daerah pemilihan 
kawasan Tapal Kuda Jawa Timur. Sebelumnya ia pernah mendirikan Partai
 

Mencerdaskan Bangsa, namun gagal ikut pemilu karena tak lolos verifikasi 
Komisi Pemilihan Umum.

Sejatinya Tapal Kuda--Tuban, Bojonegoro, Lamongan, Gresik--adalah kawasan 
pendukung Partai Kebangkitan Bangsa. Tapi Balkan pandai mencari peluang. Ia 

bercerita, sebelum kampanye ia bertanya dulu pada lurah setempat kapan 
jalan atau jembatan desa dibangun. ?Setelah tahu dua bulan lagi ada 
pembangunan, saya bilang pada massa kampanye, jembatan di sini dua bulan 

lagi dibangun,? katanya terkekeh. Berdasarkan ?janji? itu, ia terpilih jadi 
anggota DPR.

DRS H. BALKAN KAPLALE
Tempat/tanggal lahir: Saparua, Maluku, 25 Juli 1944
Alamat:  Bumi Bintaro Permai Jl. Melati IV BB 6, Jakarta.

Partai: Demokrat
Daerah pemilihan: Jawa Timur IX (Tuban, Bojonegoro, Lamongan, Gresik)
Pendidikan:
-       Fakultas Ekonomi IKIP, Yogyakarta (1966)
-       Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta
 (1986)


Karier profesional:
-       Guru SMEA 9 (sekarang SMK 18) Pondok Pinang, Jakarta (sejak 1975)
-       Kepala SMP PGRI 31, Jakarta (1982-1998)
-       Kepala SMK Kartika Kodam Jaya (1982-1997)
-       Ketua Dewan Penasihat Pendidikan Putra Satria (sejak 1992)


Pengalaman Organisasi:
-       Ketua KAMI, Yogyakarta (1966)
-       Pengurus DPD Golkar (1982-1997)
-       Pengurus Besar PGRI Pusat (1992-1998)
-       Ketua Umum Partai Mencerdaskan Bangsa (1998-2003)

-       Pengurus DPP Partai Demokrat (2004-sekarang)


BALKAN KAPLALE, 
YOU ARE ASSHOLE !!

 BISA DIBACA JUGA DI BLOG-KU,
KLIK DISINI




-- 
"Aoccdrnig to a rscheearch at Cmabridge Uinervtsy, it doesn't mttaer in waht 
oredr the ltteers in a wrod are, the olny imprmoetnt tihng is taht the frist 
and lsat ltteer be at the rghit pclae. The rset can be a total mses and and you 
can sitll raed it wouthit porbelm. Tihs is bcuseae the huamn mnid deos not raed 
ervey lteter by istlef, but the wrod as a wlohe."


My Blog - 
http://jojorohi. multiply. com




      
      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke