http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/03/15380792/kota.majapahit.dibangun.dengan.sistem.jaringan.air


*Kota Majapahit Dibangun dengan Sistem Jaringan Air
*

TROWULAN, SENIN - Direktur Jenderal Sejarah dan Purbakala Departemen
Kebudayaan dan Pariwisata Hari Untoro Dradjat mengatakan, bahwa keberadaan
Trowulan dan dihubungkan dengan Kerajaan Majapahit sudah lama jadi subyek
penelitian.

Bahkan, awal abad 19 seorang Belanda bernama Wardenaar diutus Gubernur
Jenderal Stamford Raffles untuk mencatat potensi kepurbakalaan. Pada tahun
1985 penelitian yang lebih intensif tentang Trowulan dilakukan dengan metoda
penginderaan jarak jauh dan hasilnya menakjubkan dengan interpretasi bahwa
kota Majapahit dibangun dengan sistem jaringan air yang saling berhubungan.

"Sistem jaringan air ini dalam kajian arkeologi adalah merupakan model
pertahanan yang lazim digunakan oleh kerajaan-kerajaan kuno di Asia
Tenggara, seperti Sukothai dan Kamboja. Dengan penelitian ini terbukti bahwa
Trowulan adalah bekas Kota Majapahit adalah sangat kuat dan sudah memiliki
hubungan erat dengan berbagai negara," kata Hari Untoro Dradjat, Senin
(3/11).

Menurut Hari, temuan di Trowulan terdiri atas candi, kanal, kolam segaran,
keramik, logam, mata uang dan lain-lainnya tersebar sangat luas dalam kota
Kerajaan Majapahit yang berukuran 9 x 11 km persegi. Melihat pentingnya
situs Kota Majapahit ini maka Pemerintah telah membuat master plan sebagai
dasar pelestarian dan pemanfaatannya. Sejumlah situs sudah dilakukan
pemugaran, seperti Candi Tikus, Candi Bajangratu, Candi Brahu, Candi
Gentong, dan Candi Wringin Lawang, serta Kolam Segaran.

Trowulan sebagai bekas Kota Majapahit, jelas Dirjen Sejarah dan Purbakala
itu, dalam pengembangan dan pemanfaatannya ke depan perlu didukung dengan
adanya Taman Majapahit, yang berfungsi sebagai sentral yang menghubungkan
jaringan situs-situs yang ada di trowulan. Di samping itu juga berfungsi
sebagai laboratorium untuk kepentingan penelitian kebudayaan Majapahit.

Pembangunan Taman Majapahit yang peletakan batu pertamanya oleh Menbudpar
Jero Wacik, Senin (3/11) diharapkan dapat memberikan penjelasan secara
lengkap dan memuaskan kepada masyarakat mengenai arti penting dari
peninggalan Majapahit.

"Dalam pengembangan ke depan kita perlu dukungan dari berbagai pihak,
pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, CSR dan masyarakat luas,"
jelasnya.


Yurnaldi


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke