bahayaaaa! gara2 ntn teve porno, remaja bs HALIM eh HAMIL hehe..
Pengkajian Kaitkan Seks di TV dengan Tingginya Kehamilan Remaja
CHICAGO -- Pajanan
terhadap berbagai bentuk hiburan merupakan pengaruh yang merusak
terhadap anak-anak, sehingga menyebabkan kehamilan dini di kalangan
remaja yang menonton program-program yang mengandung unsur seksual dan
memicu anak-anak yang bermain video game kekerasan bersikap agresif,
para peneliti menyatakan Senin.
Para peneliti pada organisasi
riset RAND mengatakan pengkajian tiga tahun mereka merupakan yang
pertama yang mengaitkan tontonan program televisi "panas" dengan
tingkah laku sekual yang berisiko di kalangan remaja.
"Penemuan
kami mengisyaratkan televisi boleh jadi memainkan peran signifikan atas
tingginya angka kehamilan remaja di AS," kata Anita Chandra, seorang
ilmuwan tingkah laku yang memimpin riset di RAND, sebuah organisasi
riset nirlaba, seperti dilaporkan Reuters.
"Kami tidak
menyatakan kami menetapkan penyebabnya, namun kami mengatakan ini
merupakan salah satu faktor yang menyebabkan kehamilan di kalangan
remaja," kata Chandra dalam wawancara telpon.
Para peneliti
merekrut remaja berusia antara 12 hingga 17 tahun dan mensurvei mereka
tiga kali antara 2001 hingga 2004, dengan mengajukan pertanyaan kepada
mereka tentang kebiasaan menonton televisi, tingkah laku seksual dan
kehamilan. Dalam penemuan yang mencakup 718 remaja, terdapat 91
kehamilan.
Menurut pengkajian yang disiarkan jurnal Pediatrics,
para remaja yang banyak menonton acara yang mengandung unsur seksual
menghadapi risiko hamil lebih besar ketimbang mereka yang sedikit
menonton acara tersebut.
Pengkajian itu memfokuskan pada 23
acara televisi kabel yang populer di kalangan remaja, antara lain
komedi situasi, drama, acara realitas dan kartun. Acara-acara komedi
banyak mengandung unsur seksual dan acara realitas yang paling sedikit.
"Acara
televisi yang kita saksikan sangat jarang menyoroti dampak negatif seks
atau risikonya dan tanggungjawab," kata Chandra. "Jadi jika para remaja
mendapatkan informasi mengenai seks, mereka jarang memperoleh informasi
tentang
tentang kehamilan atau penyakit yang ditularkan secara seksual."
Putus sekolah dan miskin
Angka kehamilan
remaja di AS telah merosot sejak 1991, namun tetap tinggi dibandingkan
dengan negara-negara industri lainnya. Hampir sejuta gadis berusia
antara 15 hingga 19 tahun hamil setiap tahunnya, atau sekitar 20 persen
wanita yang aktif secara seksual dalam kelompok umur tersehut.
Sebagian
besar kehamilan itu tak direncanakan, kata laporan itu. Para ibu muda
kemungkinan besar meninggalkan bangku sekolah, membutuhkan bantuan
masyarakat dan hidup dalam kemiskinan, kata laporan itu.
Televisi
hanyalah satu bagian dari diet media remaja yang membantu mempengaruhi
tingkah laku mereka. Kita juga hendaknya melihat pada peran yang
dimainkan majalah, Internet dan musik dalam kesehatan reproduktif
remaja," kata Chandra, sambil mengakui masih adanya faktor lainnya yang
dapat mempengaruhi kebiasaan seks remaja.
Tinggal bersama
keluarga dengan dua orang tua mengurangi peluang seorang remaja menjadi
hamil atau menyebabkan kehamilan. Para remaja kulit hitam dan mereka
yang mengalami masalah disiplin, memiliki risiko lebih tinggi.
Laporan
itu menyarankan berbagai stasiun televisi agar memberikan penggambaran
yang lebih realistik mengenai berbagai konsekuensi seks dan orang tua
membatasi akses anak-anak mereka pada acara yang mengandung unsur seks
secara terang-terangan.
Sikap agresif
Pengkajian
kedua dalam jurnal itu memperkuat bukti yang telah ada bahwa anak-anak
yang memainkan game video kekerasan, suatu kecenderungan global dengan
anak-anak Amerika rata-rata bermain game jenis ini selama 13 jam per
pekan, akan menyebabkan tingkah laku agresif secara fisik.
Para
peneliti dari AS dan Jepang mengevaluasi lebih dari 1.200 anak Jepang
dan 364 anak Amerika antara 9 sampai 18 tahun dan menemukan "faktor
risiko yang signifikan bagi sikap agresif secara fisik di kemudian hari
.... pada semua kebudayaan yang amat berbeda."
Sikap agresif di
kalangan anak-anak juga terkait dengan kekerasan pada masa mendatang,
demikian menurut pengkajian oleh para peneliti dari Universitas Negara
Bagian Iowa di Ames, Institut Nasional mengenai Media dan Keluarga di
Minneapolis dan Universita Ochanomizu dan Universitas Keio di Tokyo. - ant/ah
[Non-text portions of this message have been removed]