011062008 RENUNGAN.
DIALOG SI JOMPO TRI RAMIDJO
Oleh: Tri Ramidjo.
Assalamualaikum. Tegur seorang tetangga ketika aku berjalan-jalan di pagi
hari.
Waalaikum salam warakhmatullahi-wabarokatuh jawabku.
Pak, jalan-jalan ya. Biasanya bapak sesudah salat subuh duduk dengarkan
pengajian di depan komputer. Tumben pagi ini jalan-jalan. Ujar tetanggaku itu.
Ya, saya masih ingin bisa jalan. Sebenarnya saya gak punya tenaga lagi untuk
jalan-jalan. Jalan ke kamar mandi saja terseok-seok seperti jalannya kepiting
yang miring-miring kepanasan di tepi pantai. Jawabku.
Pak tadi malam lihat berita TV gak? kata tetanggaku.
Ada berita apa sih. Kayaknya siaran TV kok biasa-biasa saja. Musik dang-dut,
tarian-tarian setengah busana dan yang serba menggairahkan untuk kaum
muda-mudi. Saya kan sudah kakek-kakek 82 th dan sudah bau tanah, gak doyan
lagi tayangan yang begituan. Jawabku.
Ada berita istimewa pak. Pemilihan presiden Amerika. Barack Obama yang kulit
berwarna itu terpilih jadi presiden Amerika yang ke 44. Dan berita lain yang
menarik ialah dieksekusinya 3 orang pelaku peledakan bom Bali yang memakan
banyak korban. Di exekusi di
.. ah lupa nama tempatnya, tapi di Nusa
Kambangan dan jenazahnya dikirimkan dengan helikopter ke tempat keluarganya
masing-masing. Ya, terroris-terroris itu sangat kejam tapi masih diadili dan
diperlakukan manusiawi. Benar-benar falsafaf Negara kita Pancasila diberlakukan
di negeri ini. Ujar tetanggaku itu.
Terima kasih, beritanya. Saya mau segera pulang. Saya tadi lupa belum minum
obat tekanan darah tinggi. Biasanya saya pagi-pagi sudah minum obat dulu.
Saya kuwatir kalau terserang stroke lagi. Dokter bilang hati-hati dan harus
teratur minum obatnya. Gak boleh lupa. Permisi . Kataku dan aku segera pulang .
Sesudah minum obat, minum susu dan makan sepotong roti, aku segera duduk
dikursi di depan komputer ini.
Apa yang akan kuketik? Soal pemilihan presiden Amerika? Tidak, itu berita
biasa yang berlaku setiap 5 tahun di Amerika. Krisis ekonomi? Itu juga biasa
yang terjadi di dunia kapitalis ini. Lalu mau ngetik apa.
Bom Bali? Wisatawan manca Negara takut datang ke Bali? Masak bodohlah.
Lalu apa yang akan kutulis?
O ya ini kan bulan November. Di bulan November banyak peristiwa penting yang
terjadi.
Tahun 1926 di bulan November terjadi pemberontakan rakyat Indonesia melawan
pemerintah kolonial Belanda. Peristiwa ini pula yang menyebabkan ayahku dibuang
ke Boven Digul bertahun-tahun dan aku dibesarkan di tanah buangan.
Juga di bulan November tanggal 10 tahun 1945 terjadi pertempuran hebat di kota
Surabaya melawan kaum penjajah dan tercatatlah peristiwa itu sebagai hari
pahlawan.
Ada lagi peristiwa penting di bulan November yang kukira hanya sedikit orang
yang mengingatnya.
Di bulan November tahun 1965 sekitar tanggal 24??? Menurut apa yang kubaca di
majalah TEMPO edisi Oktober 2007 Kolonel Yasir telah mengeksekusi DN AIDIT,
Ketua CCPKI dan menteri dalam kabinet Bung Karno di Boyolali dan bahkan
menguburkannya di dalam sebuah sumur tua secara tidak manusiawi.
Apakah orang yang mengexekusi DN Aidit itu seorang ateis yang tidak mengenal
Allah? Mungkin, mungkin sekali. Sebab hanya Allah melalui malaikat penyabut
nyawa yang berhak mengambil nyawa.
Coba mari kita renungkan.
DN AIDIT yang adalah menteri dalam kabinet bung Karno itu dibunuh secara
biadab (maaf kata biadab tidak biasa dipakai dalam istilah jurnalistik yang
sopan sebab melanggar etika. Tapi apa boleh buat saya tidak menemukan istilah
lain).
Jangankan mengirimkan jenazahnya kepada sanak keluarganya tempat penguburannya
pun dirahasiakan, ditutup-tutupi seperti wanita yang hamil tanpa suami akibat
berjinah yang menguburkan bayinya hidup-hidup di tempat tersembunyi.
Audzubillah min zalik.
Exekusi DN AIDIT ini tanpa melalui proses pengadilan hukum dan jenazahnya
tidak dikirimkan kembali kepada keluarganya seperti para terroris bom Bali.
Seorang menteri dalam pemerintahan bung Karno yang syah dan bahkan DN Aidit
memiliki bintang jasa maha putra klas satu, dibunuh sewenang-wenang oleh
seorang kolonel yang konon ceritanya adalah kolonel TNI Tentara Nasional
Republik Indonesia.
Masak iya sih, kolonel TNI melakukan pembunuhan atas seorang menteri dari
kabinet atau pemerintahan Republik Indonesia tanpa melalui proses hukum?
Atau mungkin karena balas dendam? Dendam apa? Apa DN AIDIT pernah mengganggu
isteri si kolonel itu? Atau isteri kolonel itu yang tertarik DN AIDIT karena
ketampanan wajahnya dan kepopulerannya? Entahlah.
Benarkah negeri ini suatu Negara yang berdasarkan hukum? Hukum itu senbenarnya
apa sih? Kalau negeri ini memang Negara hukum, walaupun pembunuhan DN AIDIT
itu sudah terjadi 48 tahun yang lalu, bukankah harus diusut oleh
penegak-penegak hukum?
Republik kita ini sudah berdiri hamper 70 tahun. Tidak bisa dikatakan Negara
muda lagi. Banyak Negara-negara lain yang lahir sesudah tahun 1945 tapi jauh
lebih maju dari republik kita.
Kebenaran dan Keadilan di negeri ini sudah seharusnya ditegakkan. Ahli-ahli
hukum di negeri ini sudah cukup banyak. Masih akan menunggu kapan lagi
penegak-penegak hukum di negeri akan bertindak?
Mari kita tunggu.
***********
Tangerang, Jumat Wage 07 November 2008.
http://progind.net/
kolektif info coup d'etat 65: kebenaran untuk keadilan
http://herilatief.wordpress.com/
http://akarrumputliar.wordpress.com/
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/