stubuh bang!
banyak daerah lain yg sebenarnya memiliki potensi wisata yg bagus, sayang skali 
pemerintah kurang mampu 'mengemas'nya dg baik. Contoh kecil saja, belitung yg 
terkenal dg hasil tambangnya, ternyata jg menyimpan potensi wisata yg besar, 
kita pun dibuat kagum dg keindahan alamnya.

Indonesia memang bukan cuma bali koq :)




________________________________
From: ! C.A. Hidayat <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, November 6, 2008 7:08:47 AM
Subject: Re: [ppiindia] Pariwisata Indonesia Bukan Cuma Bali, Bung!

Salam,
Indonesia tidak punya website terintegrasi yang berisi:
1. Potensi wisata tiap propinsi, lengkap dengan gambar dan deskripsinya.
2. Benefit apabila mengunjungi object wisata tersebut.
3. Survey motivasi tourist dalam memilih tujuan wisata di propinsi tersebut.

Menurut saya, untuk point no. 3, cukup polling survey secara online di halaman 
depan website terintegrasi tersebut.

Saya berhipotesis bahwa motivasi para tourist  memilih Bali adalah:
1. Keunikan budayanya (sebetulnya mirip dengan Thailand, ada juga Pura dan ada 
tarian mirip kecak, serta pakaian & tariannya).
2. Peraturan sosial di Bali yang tidak ketat dan serba permisif, dan ada nude 
beach nya. 
3. Dalam polling survey tersebut, prinsipnya adalah stratified random sampling, 
jadi harus ada pertanyaan (click system) seperti umur, berapa budget yang 
dianggarkan, berapa lama menginap, dan tujuan wisata mana yang diinginkan dan 
sebagainya yang relevan.

Seperti itulah. Selama ini sebetulnya Indonesia sangat gencar berpromosi, cuma 
metode dan sistematis promosi itu yang tidak jelas. 

Hmm,.... berarti efektivitas Departemen Pariwisata perlu dipertanyakan kah? he 
he he ....enak, ya Tuan-tuan Pegawai Negeri makan gaji buta..... 


Regards,
C.A. Hidayat


--- On Wed, 11/5/08, Saut Situmorang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Saut Situmorang <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [ppiindia] Pariwisata Indonesia Bukan Cuma Bali, Bung!
To: "Apresiasi Sastra" <[EMAIL PROTECTED]>, "Bumi Manusia" <[EMAIL PROTECTED]>, 
"Bunga Matahari" <[EMAIL PROTECTED]>, "Jurnalisme Sastra" <[EMAIL PROTECTED]>, 
"Kampoeng Medan" <[EMAIL PROTECTED]>, "Khopinghoo" <[EMAIL PROTECTED]>, "KUNCI 
Cultural Studies" <[EMAIL PROTECTED]>, "Lintas Seni" <[EMAIL PROTECTED]>, 
"Musyawarah Burung" <[EMAIL PROTECTED]>, "Panyingkul" <[EMAIL PROTECTED]>, 
"Penyair" <[EMAIL PROTECTED]>, "PPI India" <[email protected]>, "Publik 
Seni" <[EMAIL PROTECTED]>, "Sastra Pembebasan" <[EMAIL PROTECTED]>, "Wanita 
Muslimah" <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], "Adrian Vickers" <[EMAIL PROTECTED]>, 
"Ari Tamba" <[EMAIL PROTECTED]>, "Ariana Ubud" <[EMAIL PROTECTED]>, "Azuzan" 
<[EMAIL PROTECTED]>, "Jayadi Kastari" <[EMAIL PROTECTED]>, "Majalah GONG" 
<[EMAIL PROTECTED]>, "Majalah Tapian" <[EMAIL PROTECTED]>, "Martin Aleida" 
<[EMAIL PROTECTED]>, "Thompson Hs" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Wednesday, November 5, 2008, 2:36 PM

setuju! sudah waktunya untuk menghentikan penganak-emasan Bali sebagai tujuan 
wisata di Indonesia. lihat aja baru-baru ini pemerintah kembali menolong 
industri pariwisata Bali dengan mengucurkan dana milyaran rupiah cuma untuk 
menyelenggarakan Asian Beach Games sementara provinsi lain mati industri 
pariwisatanya! Bali seharusnya sudah mampu mandiri untuk mengurusi dirinya 
sendiri setelah sejak tahun 1980an ditolong terus dengan mengorbankan 
kepentingan infrastruktur pariwisata provinsi lain seperti pariwisata di 
pulau-pulau luar Bali maupun Jawa. Dan berhentilah memanfaatkan peristiwa 
pemboman Kuta sebagai sebuah cara praktis untuk lagi-lagi menerima perlakuan 
istimewa dari Jakarta!!! kerna pariwisata di provinsi-provinsi lain yang 
sebenarnya paling menderita akibat pemboman tersebut!
============ ==

Kompas / Home 

Pariwisata Indonesia, Bukan Cuma Bali, Bung! 

Senin, 27 Oktober 2008 | 03:00 WIB 

Oleh Subhan SD

Jangan lagi pertanyaan wisatawan bahwa ”Indonesia, sebelah mana Bali?” dianggap 
sebagai kelucuan. Sesungguhnya, pertanyaan itu adalah sebuah ironi, sekaligus 
memprihatinkan. Sungguh menyedihkan karena nama Indonesia tak banyak dikenal di 
peta bumi. Padahal, Indonesia barangkali menjadi satu-satunya untaian zamrud 
khatulistiwa nan unik dan indah.

Rasanya kita terlalu lama terlena dalam buaian kelucuan pertanyaan wisatawan 
asing itu. Kini, saatnya menghapus pertanyaan aneh itu. Karena, faktanya 
Indonesia adalah sebuah negara yang memiliki hamparan yang begitu luas, daratan 
maupun lautan. Dari ujung barat hingga ujung timur jika dibentang di Benua 
Eropa, luasnya mulai dari Inggris hingga Turki. Jika dibentangkan di daratan 
Amerika Serikat, luasnya menutupi daratan negara adidaya itu. Sayangnya, negara 
tropis yang begitu luas dan indah itu ternyata bak setitik noktah yang tak 
terlihat.

Pantas saja bila Departemen Kebudayaan dan Pariwisata mati-matian mempromosikan 
tempat-tempat wisata di Indonesia, selain Bali, di berbagai negara. Itu pula 
yang dilakukan saat berpromosi di Rusia pada akhir September. Setidaknya ada 
dua event yang membuat pariwisata gencar dipasarkan di Rusia, yaitu Indonesia 
Expo yang digelar di Kedutaan Besar Indonesia di Moskwa pada 20-26 September 
2008. Satu lagi yang merupakan event besar dan prestise, yaitu pasar wisata di 
Otdykh Leisure di Crocus, sekitar satu jam perjalanan dari Moskwa, pada 23-26 
September 2008.

”Daerah-daerah wisata selain Bali banyak sekali. Kami perkenalkan daerah itu 
sangat menarik untuk dikunjungi,” kata Direktur Promosi Luar Negeri Depbudbar I 
Gde Pitana dalam setiap kesempatan bertemu pengusaha agen perjalanan dalam 
pasar wisata di Otdykh Leisure maupun Indonesia Expo.

Bali sih wajar saja begitu terkenal. Sebagai daerah terbaik wisata sudah diakui 
dunia. Cap yang diterima Bali begitu banyak, misalnya predikat The World’s Best 
Island Destination’ (2001-2007), The Most Favorite Holiday Destination (2005- 
2006), The Most Favorite Island’ (2005) Asia’s SPA Capital’ (2005), The Best 
Holiday Destination in Asia (2006), dan PATA Gold Award 2005 for Ecotourism.

Namun, sesungguhnya surga wisata di Indonesia bukan hanya Bali. Apalagi, Bali 
saat ini semakin sesak. Pengusaha wisata di Bali, Iwan Taruna, mengakui, 
problem saat ini di Bali adalah soal akomodasi. Jumlah kamar di hotel-hotel 
maupun penginapan lainnya boleh dikata sulit ditemui saat peak season. ”Kami 
kesulitan akomodasi. Makanya kami tawarkan pula untuk terus lanjut ke Lombok,” 
kata Iwan.

Daerah lain

Rasanya kini saatnya yang pas melirik daerah wisata lain yang indah, menarik, 
dan punya kekhasan tersendiri yang tersebar sejak Aceh hingga Papua. Keindahan 
laut biru dan pulau-pulau bergunung di Kepulauan Raja Ampat, Papua, ibarat 
surga yang belum banyak dirambah wisatawan. Keindahan alam bawah laut di daerah 
itu dipastikan membuat wisatawan tak henti menyelami tebing-tebing terumbu 
karang nan indah dan aneka warna.

Keindahan bawah laut lainnya bisa dijumpai di Kepulauan Wakatobi (Wangi-wangi, 
Kaledupa, Tomia, dan Binongko) di ujung Sulawesi Tenggara, terumbu karang di 
Kepulauan Takabonerate di ujung Sulawesi Selatan, Pulau Togean di Teluk Tomini, 
Mentawai di Sumatera Barat, Derawan di Kalimantan Timur, Kepulauan Seribu di 
Teluk Jakarta, Sumba, Bunaken, dan lain-lain.

Soal keindahan hamparan pegunungan juga tak kalah menariknya, misalnya 
keindahan Gunung Bromo, Gunung Rinjani, Danau Kelimutu, hingga keunikan 
pegunungan salju di daerah tropis Papua. Belum lagi soal keragaman etnik, 
budaya, istiadat, dan kesenian, yang memperlihatkan betapa kekayaan Indonesia 
nyaris tiada tara.

Maka, dalam pameran di Moskwa tersebut, Depbudbar benar-benar memasarkan 
daerah-daerah wisata semacam itu yang bisa menjadi tujuan wisatawan Rusia. 
Daerah-daerah wisata di luar Bali-Jawa itu meliputi Sulawesi Utara, Sumatera 
Barat, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Riau, 
Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, dan Papua Barat. I Gde 
Pitana mengatakan, Indonesia terus memperkenalkan daerah tujuan wisata selain 
Bali. ”Bali kita jadikan etalase. Kita sebut beyond Bali. Wisatawan yang 
berkunjung ke Bali lalu kita arahkan ke daerah-daerah tujuan wisata lainnya,” 
katanya, Rabu (24/9).

Karena itu, upaya mempromosikan daerah wisata selain Bali itu menjadi pekerjaan 
yang tidak ringan. Bahkan, perlu dilakukan terobosan penting agar daerah-daerah 
itu mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara. Rasanya upaya 
memasarkan daerah-daerah wisata itu tidak bisa dengan cara biasa. Berbagai 
keunikan yang dimiliki Indonesia semestinya dipasarkan secara unik pula dan 
lebih berorientasi pasar.

Soal cara memasarkan itu, Duta Besar Indonesia di Rusia Hamid Awaludin 
mengatakan pentingnya cara pemasaran baru agar lebih pas dan mampu membuat 
wisatawan asing tergiur. Ia mencontohkan, promosi dalam brosur-brosur harus 
bisa menjual sesuatu yang unik, misalnya Pulau Komodo. Ia mengatakan tidak 
cukup dengan gambar satwa komodo dan uraian umum saja. ”Mestinya ditulis agak 
lengkap bahwa komodo merupakan sisa hewan purba. Jadi disebutkan, mereka yang 
hendak menyaksikan sisa-sisa peradaban purba datanglah saat ini ke Pulau 
Komodo. Kalau tidak sekarang, Anda tidak bisa menyaksikan sisa-sisa peradaban 
itu,” kata Hamid.

Pasar potensial

Mengapa Rusia? Bukan hanya upaya mencari pasar baru, tetapi secara kuantitatif 
jumlah wisatawan asal Rusia yang berkunjung ke Indonesia, dalam hal ini Bali, 
setiap tahun meningkat signifikan, terutama tiga tahun terakhir. Tahun 2004, 
jumlah wisatawan Rusia 19.139 orang, meningkat tajam menjadi 47.212 orang tahun 
berikutnya. Tahun 2007, jumlahnya 51.687 orang. Tahun 2008 ini, dari target 
70.000 orang, sampai Juli silam hampir 40.000 orang.

Dari sisi belanja uang, wisatawan Rusia juga tergolong royal. Setiap kunjungan 
(rata-rata 10 hari) wisatawan Rusia membelanjakan 1.753 dollar AS. Itu di luar 
akomodasi dan transportasi. Dibandingkan belanja wisatawan Australia, misalnya, 
wisatawan Rusia jauh lebih besar. Wisatawan Australia membelanjakan sekitar 
1.330 dollar AS per kunjungan. ”Wisatawan Rusia termasuk yang banyak 
membelanjakan uangnya,” kata Jordi Paliama, Kepala Bidang Promosi Eropa 
Depbudbar. Wajar saja, pasar Rusia yang dimulai tahun 1995 kini masuk kategori 
emerging market, seiring tumbuhnya ekonomi Rusia yang melahirkan banyak orang 
kaya baru.

Hanya saja, pasar Rusia masih terkendala akses transportasi. Selama ini jalur 
penerbangan dari Rusia menggunakan Singapore Airlines dengan rute 
Moskwa-Singapura- Bali, lima kali dalam sepekan. Penerbangan lainnya, 
Transaero, yang terbang Moskwa-Bali dua kali sepekan. Direncanakan Oktober ini, 
Transaero menjadi tiga kali sepekan.

Menghadapi kendala penerbangan itulah yang membuat Hamid Awaludin berharap ada 
penerbangan langsung Moskwa- Jakarta yang dilayani Garuda Indonesia. Namun, 
Hamid yang menghubungi langsung petinggi Garuda itu gusar karena Garuda tidak 
memberi respons positif. ”Sebenarnya ini merupakan pasar. Kalau Garuda dilarang 
di Eropa, di Rusia kan tidak. Sayang, ini tidak dilihat Garuda,” katanya.

Seharusnya, wisata sebagai sektor yang ”tak lekang karena panas dan tak lapuk 
karena hujan” tidak melulu urusan Depbudpar. Pemerintah daerah, maskapai 
penerbangan, dan pihak swasta juga harus lebih proaktif menjalin kerja sama 
yang sinergis dengan perencanaan yang visioner. Masak dari dulu soal akses dan 
fasilitas tak selesai-selesai, bagaimana mau melayani wisatawan dengan aman dan 
nyaman?

Saut Situmorang

http://sautsitumora ng.multiply. com/
http://sautsitumora ng.wordpress. com/

CARILAH ILMU SAMPAI KE EROPA,
JANGAN KE AMERIKA UTARA!!!

          


      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links




      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke