Marwan Batubara meminta Premium turun jadi Rp
5.000/liter. Sementara pemerintah lewat Menteri
Purnomo hanya merencanakan turun Rp 500-800 saja
sehingga harganya sekitar Rp 5.200-5.500/liter untuk
Premium "Bersubsidi"

Padahal dengan harga minyak dunia US$ 65/barrel dan
biaya kilang+distribusi US$ 15/barrel (lihat detailnya
di www.infoindonesia.wordpress.com), maka harga bensin
hanya US$ 80/barrel.

Jika rate rupiah kita pakai sebelum krisis, yaitu Rp
9300/USD dan 1 barrel=159 liter, maka harga bensin
dunia per liter hanya Rp 4.679/liter.

Kalau masih mau disebut "Subsidi", harga Premium
harusnya turun jadi Rp 4.000/liter sebab kalau Rp
5.000/liter, itu sudah tidak "disubsidi" lagi.

Untuk perbandingan harga bensin, silahkan lihat:
http://en.wikipedia.org/wiki/Gasoline_usage_and_pricing

Harga bensin di Indonesia ternyata sudah lebih mahal
dari Malaysia dan hanya selisih tipis dgn AS.

Salam
===

Marwan Batubara: Saatnya Premium Turun Jadi Rp 5.000
per liter!

Rabu, 05 Nov 2008 12:45

Di sela-sela kesibukannya, Ketua Komite Penyelamat
Kekayaan Negara, Marwan Batubara, mengatakan bahwa
harga premium sudah harus turun menjadi 5 ribu rupiah
per liter.

"Saat ini, harga minyak mentah dunia di pasar
internasional sudah turun menjadi 64,5 dolar per barel
(untuk jenis light sweet) atau 62,07 dolar per barel
(untuk jenis Brent). Angka ini telah jauh merosot
dibanding harga tertinggi minyak dunia pada bulan Juli
2008 yang sempat mencapai besaran US$ 147 per barel.

"Anehnya, sampai saat ini pemerintah belum juga
memutuskan untuk menurunkan harga jual BBM dalam
negeri," ujar Marwan yang juga anggota DPD dari daerah
Jakarta .

Keanehan tersebut memang berasalan. Pasalnya, ketika
menaikan di bulan Mei lalu, pemerintah mengacu pada
kenaikan harga minyak mentah dunia. Dan kenaikan yang
diputuskan pemerintah tidak tanggung-tanggung, sebesar
30 persen.

Pemerintah memang memberi beberapa alasan kenapa BBM
nggak juga turun. Di antaranya, harga rata-rata ICP
(Indonesia Crude Oil Price) sepanjang tahun ini yang
masih sebesar 107 dolar per barel. Ini menunjukkan,
menurut Kepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen
Keuangan, Anggito Abimanyu, masih adanya komponen
subsidi yang harus diperhitungkan, sehingga pemerintah
tak dapat dengan segera menurunkan harga jual BBM.

Ada juga alasan lain, harga jual BBM non subsidi masih
lebih tinggi dibanding harga jual BBM subsidi.
Pemerintah menyatakan baru akan menurunkan harga BBM
jika harga BBM non subsidi telah mendekati harga BBM
subsidi. Hal itu agar harga BBM subsidi tidak lebih
mahal dibandingkan dengan harga BBM non subsidi.

Seperti itulah kira-kira yang diucapkan Menteri ESDM
Purnomo Yusgiantoro, “Kita nggak mau harga Pertamax
lebih murah dari harga BBM subsidi. Harga BBM
keekonomian tidak boleh rendah dari Premium” (Harian
Neraca, 3 November 2008).

Sebagai catatan, saat ini, harga BBM bersubsidi
(Premium) sebesar Rp 6.000 per liter. Sedangkan, harga
BBM non subsidi (Pertamax) telah turun menjadi Rp
7.000 per liter.

Pernyataan Purnomo juga senada dengan penyataan Wapres
Jusuf Kalla sebelumnya yang mengatakan harga BBM akan
diturunkan jika harga minyak dunia stabil pada angka
di bawah 80 dolar Amerika per barel. Wapres juga
mengatakan bahwa alokasi subsidi BBM dalam APBNP 2008
sebesar Rp 128 triliun telah terpakai seluruhnya.

Namun menurut Marwan, ada beberapa kalkulasi lain yang
mesti diperhitungkan pemerintah agar harga BBM bisa
cepat turun. Yaitu, penurunan harga BBM punya efek
ganda yang besar bagi bergulirnya ekonomi masyarakat.

"Multiplier effect itu terutama pada penurunan tingkat
inflasi, penurunan tingkat suku bunga, peningkatan
daya beli dan angka konsumsi masyarakat, serta
bergeraknya perekonomian di sektor riil," jelas
Marwan.

Yang penting dicatat, penurunan harga BBM akan sangat
terasa dampaknya bagi kelompok masyarakat kecil, yaitu
mereka yang bergerak di bidang ritel, nelayan, usaha
kecil dan menengah, serta sektor non formal seperti
ojek, pedagang keliling, dan sebagainya.

Melalui penurunan harga BBM, kelompok-kelompok ini
diharapkan dapat terdorong untuk bergerak lebih cepat,
menciptakan peluang kerja, dan melakukan ekspansi
usaha. Hal ini akan sangat membantu upaya antisipatif
terhadap gelombang PHK yang mungkin timbul dari resesi
ekonomi dunia.

Selain itu, turunnya harga BBM secara otomatis juga
akan meringankan biaya hidup yang harus dikeluarkan
keluarga menengah ke bawah yang jumlahnya mencapai
puluhan juta jiwa.

Kedua, menurut Marwan, fluktuasi harga minyak dunia di
tahun 2009 diperkirakan tidak keluar dari kisaran 50
sampai 80 dolar per barel. "Hal itu karena resesi
global diperkirakan akan memakan waktu cukup lama.
Karena itulah permintaan minyak dunia juga akan
berkurang," ujarnya meyakinkan.

Selain itu, masih menurut Marwan, ada kelebihan
anggaran akibat turunnya harga minyak dunia.
Seperti dikatakan Ketua Komite Tetap Fiskal dan
Moneter KADIN, Bambang Soesatyo, diperhitungkan,
akibat turunnya harga minyak dunia saat ini, terjadi
penghematan subsidi BBM sekitar Rp 1.600 per liter.
Dengan asumsi realisasi volume BBM per bulan sebesar 6
miliar liter, maka telah terjadi potensi kelebihan
anggaran sebesar Rp 9,6 triliun.

"Kelebihan anggaran ini tentunya dapat segera
dialokasikan pada pos subsidi BBM dalam APBN sehingga
harga jual BBM dalam negeri dapat diturunkan.

"Kami menegaskan, dalam rangka mengatasi dampak krisis
keuangan global saat ini, terutama untuk menggerakkan
sektor riil, mengantisipasi terjadinya gelombang PHK,
dan mengurangi tingkat inflasi, penurunan harga BBM
harus dilakukan saat ini juga!" tegas Marwan lebih
meyakinkan. (mnh)

 


===
Paket Umrah 2009 Mulai Rp 16,9 juta
Informasi selengkapnya ada di:
http://www.media-islam.or.id

Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS

Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252

Untuk berhenti: UNREG SI kirim ke 3252. hanya dari Telkomsel 
Informasi selengkapnya ada di http://syiarislam.wordpress.com


      
___________________________________________________________________________
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru.
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke