http://www.tni.mil.id/news.php?q=dtl&id=113012006120218
*PERALATAN PASUKAN GARUDA XXIII-B LULUS STANDAR PASUKAN PBB*
06 Nov 2008
PUSPEN TNI (6/11),- Seluruh peralatan yang dimiliki Satgas Yon Mekanis TNI
Kontingen Garuda (Konga) XXIII-B dinyatakan lulus dan memenuhi standar yang
ditetapkan sebagai Pasukan Perdamaian PBB setelah di-inspeksi dan diperiksa
oleh Tim Inspeksi UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) dari
Contingent Owned Equipment (COE) Unit beranggotakan 4 orang personel Sipil
PBB dan 1 orang personel Militer dari Tanzania yang dipimpin oleh Charles
Nlamba yang berasal dari Zimbabwe.
Pemeriksaan yang dilakukan oleh Tim COE dalam setiap Triwulan ini bertujuan
untuk mem-verifikasi kondisi dan kesiapan seluruh peralatan yang dimiliki
oleh Satgas Konga XXIII-B. Hal ini terkait dengan MoU atau kesepakatan
antara Pemerintah Indonesia dengan Markas PBB di New York di mana semua
peralatan Satgas Konga XXIII-B yang dibawa ke daerah misi PBB di Lebanon
Selatan harus sesuai dengan standar yang telah ditetapkan baik menyangkut
peralatan utama (mayor equipment) maupun peralatan pendukung (self
sustainment).
Peralatan yang diperiksa sesuai MoU tersebut yaitu Major
Equipment terdiri dari 13 item pemeriksaan yang meliputi Kendaraan Tempur
Panser VAB APC, VAB Ambulance, VAB Commando, Panser VBL Panhard, Panser BTR
80-A, Senjata, Crane, Bechoe loader, Excavator, Forklift, Truk Cargo,
Kendaraan Ringan Jeep, Mobil Komunikasi Mobil (Komob), Mesin penjernih air,
Generator, Kontainer pendingin makanan, Kontainer gudang, Rumah sakit, dan
lain-lain. Sementara untuk Self Sustainment terdiri dari 15 item diantaranya
Perlengkapan memasak/dapur, Perlengkapan makan, Alat Komunikasi, Tenda, Alat
Optik (Teropong, NVG, GPS, Kompas), tempat MCK, dan sebagainya. Disamping
itu, perlengkapan perorangan prajurit juga ikut diperiksa.
Pemeriksaan dilakukan selama 2 hari berturut-turut dan dilakukan
dengan mengecek secara fisik antara data yang ada di MoU dengan kondisi
nyata di lapangan. Sebagai konsekwensinya, Tim COE mengunjungi seluruh Base
Camp Satgas Konga XXIII-B yang berada pada 4 lokasi yang berbeda, yaitu UN
Posn 7-1 Adshit Al Qusayr, UN Posn 9-63 El Aadeisse, UN Posn 8-33 Sheikh
Abbad Tomb dan UN Posn 9-2 Az Ziqqiyah. Bahkan guna mendapatkan hasil yang
obyektif, Tim PBB juga tidak ragu-ragu untuk memeriksa Panser yang sedang
melakukan patroli atau yang sedang berada di Pos Pengamatan (Observation
Post). Pada saat memeriksa, Tim COE ini didampingi oleh Perwira Staf Satgas
Konga XXIII-B yang terkait bidang Logistik yaitu Kapten (Marinir) Yuyun
Susanto (Kasi-4/Logistik), Kapten Inf Fanny Pantow (Pasi-4/Logistik), Kapten
Chb Putut Samiaji (Perwira Perhubungan), Kapten Cba Laris Simanjuntak
(Danton Bekang), Kapten Cpl Ramin Alpome (Perwira Harpal), Kapten (Mar) Doni
Ivan (Danton Zeni), Lettu Cpl Irwan (Danton Harpal) dan Lettu Cba Kemal
Pasya (Perwira Makanan).
Pemeriksaan yang teliti dan ketat ini dilakukan sedemikian rupa
karena sangat terkait dengan penggantian sewa atau reimbursement dari PBB
kepada Pemerintah Indonesia atas Peralatan Satgas yang benar-benar memenuhi
standar sesuai MoU. Metode ini dikenal dengan istilah Wet Lease dimana
Pemerintah Indonesia sebagai TCC atau Troop Contributing Country (Negara
Kontributor Pasukan PBB) bertanggungjawab untuk menyediakan peralatan
pasukan TNI (dalam hal ini Satgas Konga XXIII-B) dan mampu memelihara dan
merawatnya sesuai standar yang ditentukan selama menjalankan tugasnya
sebagai Pasukan PBB. Berlawanan dengan metode ini, dikenal juga istilah Dry
Lease yaitu metode yang digunakan oleh PBB untuk menyediakan sendiri seluruh
Peralatan yang dipakai oleh Pasukan PBB termasuk, termasuk dalam hal
pemeliharaan/ perbaikan dan suku cadangnya. Dengan demikian, dalam metode
Dry Lease tidak ada reimbursement bagi TCC.
Pada saat melakukan pemeriksaan, Tim COE memberi apresiasi positif terhadap
kesiapan personel Kontingen Indonesia yang telah menggelar semua Peralatan
Satgas secara tertib sehingga amat memudahkan verifikasi yang dilakukan. Hal
ini menurut Charles Nlamba, jarang sekali ditemui di kontingen negara lain.
Bahkan salah satu anggota Tim COE yang bernama Ibrahim, selain salut dengan
ketertiban peralatan Satgas, Ia juga memuji kebersihan kendaraan yang
diperiksa. "Unbelievable!" demikian komentarnya saat melihat bagian dalam
mesin kendaraan yang nampak kelihatan sangat bersih seolah-olah kendaraan
"gres" yang baru keluar dari showroom.
Menghadapi pemeriksaan ini, Dansatgas Konga XXIII-B Letkol Inf A M
Putranto, S.Sos sudah jauh-jauh hari mempersiapkannya melalui berbagai
upaya, diantaranya mengerahkan seluruh Perwira dan personel lainnya yang
terkait untuk melakukan perbaikan-perbaikan semaksimal mungkin agar hasil
pemeriksaan dapat lulus dan memenuhi syarat. Sebut saja diantaranya
pembersihan, pengecatan, penggantian suku cadang yang rusak, dan lain
sebagainya. Selain itu, sebelum Hari "H" dilakukan "Pra Inspeksi" oleh
Dansatgas maupun Wadan Satgas Letkol (Marinir) Ipung Purwadi. Semua upaya
ini menurut Dansatgas, semata-mata agar semua Peralatan tetap siap untuk
dioperasionalkan, baik oleh Satgas Konga XXIII-B sendiri maupun Satgas
penggantinya mengingat partisipasi TNI dalam Misi Perdamaian PBB di Lebanon
Selatan masih akan terus berlanjut dalam jangka waktu yang lama.
[Non-text portions of this message have been removed]