Noriyu, Jaring Suara di Jepang dan Amerika

Rabu, 05 November 2008, 13:34:33 WIB

Laporan: Yayat R. Cipasang

Jakarta, myRMnews. CALON legislatif nomor urut dua dari Partai
Demokrat Nova Riyanti Yusuf harus berjuang keras untuk menjaring suara
di daerah pemilihan (dapil) Jakarta II yang meliputi Jakarta Pusat,
Jakarta Selatan dan pemilihan luar negeri. 

Dapil neraka ini--demikian orang menyebutnya—diperebutkan caleg yang
rata-rata sudah memiliki modal sosial popularitas moncreng dan
rata-rata dari partai besar. 

Maka ketika Nova mendapat kepercayaan menjadi delegasi Indonesia dalam
"Asia 21 Young Leader's Tokyo Summit 2008", dokter kejiwaan cum
novelis ini girangnya bukan kepalang. 

"Sandiaga Uno (pengusaha muda tokoh HIPMI) sebagai fellow
merekomendasikan aku," kata lajang yang sempat berpacaran dengan anak
mantan Ketua MPR Amien Rais ini. 

Profesinya sebagai penulis telah mendongkrak pemilik nama panggilan
Noriyu ini, populer di kalangan penggemar buku terutama cerita-cerita
urban. 

Novel yang lahir dari ide orisinilnya di antaranya Mahadewa Mahadewi
dan Imipramine. Sedangkan novel adaptasainya adalah 30 Hari Mencari
Cinta dan Betina. 

Belakangan, pengalamannya sebagai penunggu kamar jaga di Rumah Sakit
Cipto Mangunkusumo dirangkum ke dalam buku bertajuk Stranger Than
Fiction. 

"Buku ini adalah kumpulan esai kedua saya, isinya tentang realitas
sosial dengan sedikit ulasan dari sudut pandang psikiatri. Sebagian
besar ceritanya, saya tulis di RSCM ketika sedang sepi pasien," ujar
Noriyu. 

Ketika ditanya tentang isi materi yang akan dipresentasikannya di
Tokyo Summit, Noriyu menyatakannya masih rahasia. 

"Materi belum bisa saya publikasikan sebelum dipresentasikan di sana.
Tapi temanya Health and Wellbeing (Kesehatan Jiwa dan Kesejahteraan),"
ujar Noriyu. 

Sambil menyelam minum air, begitu pepatah kuno, Noriyu juga
memanfaatkan kunjungan ke Jepang untuk menjaring suara di luar negeri. 

Selain Tokyo, perempuan kelahiran Palu, 27 November 1977 ini juga
berusaha keras untuk mendongkrak suara warga Indonesia di Amerika
Serikat. 

"Aku pake jaringan teman-teman di sana yang punya kesamaan visi dan
misi. Mereka sukarela bantu," ujar alumnus program menulis kreatif di
The Writing School, Singapore ini. [yat]



http://www.myrmnews.com/indexframe.php?url=situsberita/index.php?pilih=lihat_edisi_website&id=67071


Kirim email ke