Bisa  diturunkan, tetapi masih banyak pengantara dan penjual eceran membutuhkan 
laba, jadi tunggu saja bila waktunya sudah cukup mateng.

  ----- Original Message ----- 
  From: Sandy Dwiyono 
  To: [EMAIL PROTECTED] ; [email protected] 
  Sent: Thursday, November 06, 2008 1:35 PM
  Subject: [nasional-list] Harga BBM Jenis Premium Turun Rp. 500



  http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2008/11/06/3682.html


  Harga BBM Jenis Premium Turun Rp. 500
   

  Jakarta: Pemerintah memutuskan untuk menurunkan harga Bahan Bakar Minyak 
(BBM) jenis premium sebesar Rp. 500,-/liter, dari Rp. 6.000,-/liter menjadi Rp. 
5.500,-/liter. Harga baru tersebut mulai diberlakukan tanggal 1 Desember 2008, 
dengan penetapan peraturan menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang akan 
diterbitkan. 

  Usai diterima Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Kamis (6/11) sore, Plt 
Menko Perekonomian Sri Mulyani didampingi Menteri ESDM Purnomo Yusgihantoro dan 
Jubir Presiden Andi Mallarangeng mengatakan, "Penurunan harga ini menunjukkan 
komitmen pemerintah untuk betul-betul mengurangi beban masyarakat dengan 
berbagai instrumen maupun sumber daya yang dimiliki," kata Sri Mulyani. 

  "Penurunan harga BBM jenis premiun ini, menyikapi perkembangan harga minyak 
mentah internasional yang terus menurun dalam beberapa bulan terkahir ini, 
bahkan mencapai sekitar 65 Dolar AS/barel, dan menangkap aspirasi yang 
berkembang di masyarakat, baik itu di DPR, pelaku usaha, pengamat, masyarakat 
umum, terutama mereka –mereka yang selama ini merasakan beban ekonomi akibat 
kenaikan harga komoditas yang terjadi selama 10 bulan pertama ini dan 
permohonan agar pemerintah menimbang harga BBM yang selama ini berlaku," 
lanjutnya. 

  "Selain itu juga adanya gejolak ekonomi global baru yang sekarang ini 
terjadi, yang sudah pasti menyebabkan melemahnya perekonomian global dan bisa 
berdampak pada perekonomian nasional. Oleh karena itu perlu melakukan 
antisipasi atau menetralisir dampaknya agar bisa mengurangi beban ekonomi dunia 
usaha dan masyarakat. Maka pemerintah merespon perkembangan berbagai indikator 
dan suasana tersebut, dan dengan mengevaluasi masukan berbagai pihak serta 
melihat terutama kondisi APBN baik tahun 2008 dan 2009, pemerintah memutuskan 
harga premiun sebesar Rp. 500,-/liter, yaitu harga berlaku sekarang sebesar Rp. 
6.000,-/liter menjadi Rp.5.500,-/liter," jelas Sri Mulyani. 

  "Adapun harga BBM bersubsidi lainnya yaitu solar dan minyak tanah saat ini 
tidak mengalami perubahan, karena perbedaannya dalam harga perekonomian masih 
sangat tinggi. Saya ingin menekankan bahwa harga premiun Indonesia dibandingkan 
semua negara di kawasan Asia masih yang termurah, apalagi sekarang. Bahkan 
dengan Malaysia, di mana sering diberitakan menurunkan 4 kali lipat BBM, tapi 
kita masih lebih murah di Indonesia," kata Sri Mulyani. 

  Menurut Sri Mulyani , penurunan hargan BBM jenis premium ini diharapkan dapat 
meningkatkan dan memperbaiki daya beli masyarakat menggairahkan dunia usaha 
serta menjadi alat untuk melakukan counter siklus dari perekonomian yang 
diperkirakan melemah karena adanya krisis ekonomi dunia terhadap perekonomian 
nasional.

  "Dalam pelaksanaan perkembangan harga BBM, pemerintah akan memantau secara 
berkala termasuk perkembangan berbagi indikator yang mempengaruhinya, seperti 
harga minyak mentah itu sendiri, nilai tukar rupiah, dan perkembangan volume 
konsumsi BBM masyarakat dan dunia usaha didalam perekonomian. Pemerintah juga 
akan melakukan evaluasi setiap bulan terhadap harga BBM premium tersebut. 
Dengan demikian pergerakan harga premium secara bulanan akan bisa merefleksikan 
nilai atau harga dari BBM tersebut, namun tetap bisa didanai terutama APBN 
2009," tambahnya. 

  "Hal-hal yang berkaitan alokasi subsidi BBM dan terutama penggunaan APBN 
tahun 2009 yang akan dimulai 1 Januari 2009, akan kami konsultasikan dan bahas 
lebih lanjut dengan DPR, baik oleh Menteri ESDM dengan Komisi VII DPR-RI, 
maupun kami di dalam panitia anggaran, atau bahkan Presiden sendiri akan 
melakukan komunikasi konsultasi dengan DPR mengenai kebijakan tersebut, dan 
terutama dampaknya terhadap APBN 2009 yang kita upayakan untuk bersifat netral 
artinya tidak akan menyebabkan postur APBN 2009 mengalami perubahan," kata Sri 
Mulyani. (win)



   

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke