http://www.antara.co.id/arc/2008/11/10/pelaku-pasar-kembali-buru-dolar-rupiah-merosot-senin-pagi/



*Pelaku Pasar Kembali Buru Dolar, Rupiah Merosot Senin Pagi*


Jakarta (ANTARA News) - Kurs rupiah di pasar spot antarbank Jakarta, Senin
pagi, turun 150 poin menjadi Rp11.000/11.110 per dolar AS dibanding
penutupan akhir pekan lalu Rp10.850/11.110, karena pelaku pasar kembali
memburu dolar AS.

"Pembelian dolar AS oleh pelaku pasar masih terjadi sehingga menekan rupiah
kembali terpuruk, meski Bank Indonesia (BI) terus memantau kegiatan pasar
uang itu," kata Analis Valas PT Bank Himpunan Saudara Tbk, Rully Nova di
Jakarta.

Menurut Rully, BI melakukan intervensi untuk menahan keterpurukan rupiah
sehingga mata uang Indonesia itu tidak berada jauh di level Rp11.000 per
dolar AS.

Apabila BI tidak melakukan intervensi, kemungkinan besar rupiah sudah berada
jauh di atas angka Rp11.000 per dolar AS, ujarnya.

Rupiah, lanjut dia, sejak pekan lalu terus tertekan pasar, namun penurunan
mata uang itu cenderung melambat karena BI terus menjaganya.

Kondisi ini mengakibatkan cadangan devisa BI semakin tergerus, ucapnya.

Ia mengatakan, krisis keuangan global yang terjadi memang sulit diatasi,
meski sejumlah bank sentral dari AS, Eropa, dan Jepang telah menyuntikkan
dananya ke pasar namun tekanan pasar itu masih cukup besar.

Karena itu, rupiah masih sulit untuk bisa bergerak naik, karena sejumlah
mata uang utama Asia juga terpuruk terhadap dolar AS, katanya.

Melihat level rupiah saat ini, dinilai cukup stabil, karena pada kondisi
seperti ini untuk rupiah kembali dibawah angka Rp10.000 per dolar AS sudah
tidak mungkin lagi.

"Kami memperkirakan rupiah masih berada dalam kisaran antara Rp10.750 sampai
Rp11.000 per dolar AS dalam pekan ini," ucapnya. (*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke