Orang tidak mau berusaha memahami Alquran secara total. Alquran hanya diambil 
ayat-ayat yang sesuai dengan subyektivisme mereka. Ini celaka. Pasti ada 
perbedaan dalam memahami Alquran, nggak mungkin kita sama. Karena manusia 
bersifat nisbi, tidak mutlak. Tafsir tidak pernah mutlak dan terus berkembang. 
Silakan saja berbeda pemahaman asal konstruktif, jangan destruktif.

--
wkakaka..sabar pak, tarik nafas dalem2
emange bapake jg udh paham Alquran scara total, ah memahami ayat QS2:62 dari 
tafsir al-azharnya HAMkanya, pake jurus mutilasi + mlintir :)

manusia emang nisbi,ga mutlak, tp klo ada manusia bilang bgini "Katakanlah: 
"Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya 
segala sesuatu, Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada 
seorangpun yang setara dengan Dia." QS112:1-4
apakah ada TUhan lain selain ALlah?!

ada ayat yg muhkamaat; memuat pokok2 agama, ada pula ayat yg mu-tasyaabihaat, 
ah moso bapake pura2 kaga tau, ga semua nisbi khan :)

pemahaman bapake memang bukan dekstruktif TAPI dekonstruktif :)

bang pitung mana bs dikadalin siiy hehe




________________________________
From: mediacare <[EMAIL PROTECTED]>
To: zamanku <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; [email protected]
Sent: Monday, November 10, 2008 4:35:20 PM
Subject: [ppiindia] Re: [mediacare] Syafi'i Ma'arif: Umat Islam Harus Berhenti 
dari Teologi Maut



----- Original Message ----- 
From: firdaus cahyadi 
To: milis PKS ; milis penulis ; List Media ; Milis Komnas HAM 
Sent: Monday, November 10, 2008 2:38 PM
Subject: [mediacare] Syafi'i Ma'arif: Umat Islam Harus Berhenti dari Teologi 
Maut

Minggu, 09/11/2008 11:20 WIB

Syafi'i Ma'arif: Umat Islam Harus Berhenti dari Teologi Maut

Anwar Khumaini - detikNews

Jakarta - Amrozi Cs telah dieksekusi oleh tim regu tembak dari Kejaksaan Agung. 
Jenazah ketiga pelaku bom Bali I tersebut saat ini sudah siap dimakamkan. Baik 
keluarga atau pendukungnya mengelu-elukan mereka sebagai mujahid yang mati 
dalam keadaan sahid.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafii Ma'arif menilai, pemahaman tentang 
jihad selama ini banyak disalahartikan, sehingga sebagian masyarakat muslim 
melakukan tindakan kekerasan atas nama jihad.

Namun menurut penerima Magsasay Award 2008 ini, setiap kekerasan yang dilakukan 
oleh kelompok mana pun di Indonesia akan berakhir dengan kekalahan. Bagaimana 
meluruskan pemahaman umat yang keliru ini? Berikut wawancara detikcom dengan 
Syafii Ma'arif.

Amrozi Cs oleh keluarga dan pendukungnya dianggap mati dalam keadaan sahid. 
Bagaimana komentar Bapak?

Bagi saya biar saja mereka berpendapat seperti itu. Hukuman mati memang harus 
mereka terima. Nggak usah kita berpolemik lagi masalah itu.

Arti syuhada sebenarnya apa?

Syuhada bisa diartikan sebagai orang yang mati dalam keadaan membela agama 
Islam. Syuhada secara harfiah berarti orang-orang yang bersaksi. Jadi seluruh 
umat Islam memang bertugas sebagai syuhada, sebagai saksi dan pengawal 
perjalanan peradaban. Ini bisa kita lihat dalam Al quran Surat Al Baqarah ayat 
143 dan Al Hajj ayat 178. Sebagai syuhada, kita menjadi penyaksi, mengontrol 
peradaban menuju ke arah jalan kenabian.

Berarti syuhada tidak harus mati dalam perang membela Islam?

Oo tidak. Iya memang mati syahid biasanya dalam perang. Dalam sejarah kita bisa 
menyaksikan di Perang Badar. Itu jelas, karena mereka mati dalam mempertahankan 
kebenaran Islam.

Kepercayaan mereka selama ini keliru?

Selama ini mereka mempercayai teologi maut, umat Islam harus berhenti dari 
kepercayaan tersebut. Prinsip teologi maut, yakni mereka berani mati karena 
tidak berani hidup. Kecuali hanya mengagungkan sejarah, marah, menganggap yang 
tidak sepaham dengannya sebagai musuh. Padahal Allah tidak seperti itu. Al 
quran pun jauh lebih toleran.

Dalam wasiat Imam Samudra yang dibagi-bagikan di kediamannya, dikatakan umat 
Islam harus terus berjihad melawan orang kafir. Imam Samudra juga menganjurkan 
agar umat Islam juga meyakini apa yang telah diyakini olehnya?

Yang membagi-bagikan harus dituntut. Mereka menjadikan politik kerasan sebagai 
mata pencaharian. Selama ini mereka tidak mempunyai tawaran. Nilai- nilai 
kemanusiaan juga tidak ada. Mereka mencoba memonopoli kebenaran. Tapi ingat, 
dalam perkembangannya di Indonesia, setiap ideologi yang mengembangkan 
kekerasan pasti gagal.

Sebenarnya apa yang salah dalam memahami ajaran Islam?

Orang tidak mau berusaha memahami Alquran secara total. Alquran hanya diambil 
ayat-ayat yang sesuai dengan subyektivisme mereka. Ini celaka. Pasti ada 
perbedaan dalam memahami Alquran, nggak mungkin kita sama. Karena manusia 
bersifat nisbi, tidak mutlak. Tafsir tidak pernah mutlak dan terus berkembang. 
Silakan saja berbeda pemahaman asal konstruktif, jangan destruktif.

Di sisi lain, pemerintah jangan bingung, harus tegas. Kalau pemerintah tidak 
tegas, maka kekerasan akan terus terjadi dan akan terus meminta korban.

Bagaimana meluruskan pemahaman pendukungnya Amrozi Cs yang keliru ini?

Beri pencerahan saja. MUI harus mengimbau agar mereka kembali ke jalan yang 
benar sesuai dengan syariat Islam yang sesungguhnya. Organisasi massa seperti 
Muhammadiyah dan NU juga harus berperan. Selama ini Muhammadiyah dan NU Jawa 
Tengah juga telah memberi pemahaman sangat bagus soal masalah ini.

Hal-hal apa saja yang harus diperbaiki agar pemahaman keliru tentang jihad ini 
tidak lagi terjadi?

Pahami agama Islam secara benar. Kembangkan budaya siuman. Siuman artinya, 
manifestasi dari akal kita yang sehat, serta hati nurani yang bersih. Bersih 
dari segala perilaku-perilaku yang menimbulkan kebencian.(anw/ iy) 

[Non-text portions of this message have been removed]

 


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke