bu bambang ini repot2 amit, wajar2 aja ada muslim yg meminta eksekusi amorzi cs 
ditangguhkan, toh Paus aje mengirim SURAT RESMI keberatan atas eksekusi TIBO 
cs. Koq ane kaga liat brita bu bambang kirim surat ke VATIKAN ya? :)

bu bambang naksir pak HNW ya, koq pk surat2an hehe

mo cr sumbernya, googling aje, klo males, bang pitung KOPAS-in dah, gratis tis 
tis..

Wapres: Surat Paus Jadi Salah Satu Pertimbangan Tunda Eksekusi Tibo
Minggu, 13 Agustus 2006 09:20

Kapanlagi.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, surat dari Paus Benedict 
XIII di Vatikan Roma, serta sejumlah surat dari Uskup dan umat beragama yang 
lain, menjadi salah satu pertimbangan pemerintah untuk menunda pelaksanaan 
eksekusi Tibo Cs, di samping karena masalah teknis. 
"Tetapi penundaan ini betul-betul karena masalah teknis daripada alibi dan agar 
kita semua dapat melaksanakan peringatan 17 Agustus dengan baik, di samping 
juga memperhatikan saran dan himbauan dari berbagai pihak, termasuk dari Paus," 
katanya menjawab pertanyaan wartawan di kediamannya di Jl. Diponegoro No.2 
Jakarta Pusat, Sabtu. 
Wapres mengatakan, terkait kasus Tibo Cs, Presiden memang banyak sekali 
menerima surat termasuk dari Paus, dari Uskup, dan umat beragama yang lain. 
"Dan itu tentu banyak dipertimbangkan oleh Presiden," katanya. 
Kepastian penundaan eksekusi terhadap Tibo Cs dikemukakan Kapolri Jenderal Pol 
Sutanto usai sidang kabinet di Kantor Presiden Jakarta, Jumat (11/8) malam. 
Kapolri mengatakan, pelaksanaan hukuman mati yang rencananya dilakukan Jumat 
malam tersebut ditunda setelah 17 Agustus 2006. 
Namun Sutanto menegaskan pelaksanaan eksekusi tetap akan dilakukan karena sudah 
menjadi keputusan pengadilan yang harus dilaksanakan. "Ini sudah keputusan 
pengadilan dan harus dilaksanakan. Ini masalah waktu saja," katanya. 
Tibo dan kedua rekannya, menurut Pengadilan Negeri Palu, merupakan pelaku utama 
kasus penyerangan yang terjadi pada 23 Mei 2000, yang menelan korban tewas 
sebanyak 191 orang. 
Terkait rencana eksekusi Tibo Cs, pemerintah melalui Menteri Luar Negeri Hassan 
Wirajuda mengakui banyak menerima keberatan maupun seruan anti-hukuman mati 
dari dunia internasional, termasuk dari Tahta Suci Vatikan serta sejumlah 
negara Eropa.. 
Namun, Hassan mengisyaratkan pemerintah tidak terganggu dengan berbagai 
keberatan ataupun seruan anti-hukuman mati yang diterima dan menyatakan 
Indonesia sendiri akan selalu siap menjelaskan kapan saja tentang pelaksanaan 
hukum mati di Indonesia. 
Fabianus Tibo, Dominggus da Silva, dan Marinus Riwu- ketiganya terpidana mati 
kasus kerusuhan Poso di Sulawesi Tengah (Sulteng), dijadwalkan akan menghadapi 
regu tembak pada Jumat tengah malam (WIB) atau hari Sabtu (12/8) pukul 00:15 
waktu setempat. 
Pelaksanaan eksekusi mati terhadap Tibo, Dominggus, dan Marinus kemungkinan 
akan dilaksanakan secara bersamaan oleh tiga regu tembak dari kesatuan Brimob 
Polda Sulteng.. Sementara untuk tempat pelaksanaan eksekusi belum diketahui, 
namun dipastikan tetap berada dalam wilayah hukum Pengadilan Negeri (PN) Palu. 
Tibo dan kedua rekannya menurut Pengadilan Negeri Palu merupakan pelaku utama 
kasus penyerangan yang terjadi pada 23 Mei 2000, yang menelan korban tewas 
sebanyak 191 orang. (*/erl)




________________________________
From: Ibu Bambang <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]; [email protected]
Cc: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, November 10, 2008 9:07:59 AM
Subject: [ppiindia] Menunggu komentar dari HNW


Ibu mengirimkan email ini lewat web site resmi HNW:
email buat HNW<http://hnw.or. id/main.php? op=kirim_ komentar& id=6168&ip= 
114.58.54. 125&nama= Ibu+Bambang& email=Ibu. Bambang%40gmail. com&jud=Ditunggu 
+komentar+ HNW+setelah+ Amrozi+CS+ di+tembak+ mati+9+Nov+ 2008&kom= %3Cbr+%2F% 
3EYTH+Bapak+ Hidayat+Nur+ Wahid%2C% 3Cbr+%2F% 3E%3Cbr+% 2F%3EKami+ 
sebagai+rakyat+ Indonesia% 2C+menunggu+ komentar+ Bapak%2C+ atas+di+tembakny 
a+Amrozi+ CS+dinihari+ tadi.+Tanggapan+ ini+adalah+ sehubungan+ dgg+artikel+ 
Bapak+di+ website+% 3A+http%3A% 2F%2Fhnw. or.id%2F% 3Fop%3Disi% 26amp%3Bid% 
3D6168+%2C+ dimana+di+ halaman+web+ tsb%2C+Bapak+ meminta+peninjau 
an+PK+Amrozi+ CS+dipertimbangk an.%3Cbr+ %2F%3E%3Cbr+ %2F%3EKami+ 
juga+menghubungk an+komentar+ Bapak+di+ halaman+Web+ ini%2C+dengan+ komentar+ 
Bapak%2C+ sewaktu+Tibo+ CS+akan+di+ ekekusi.+ Kami+meminta+ kejelasan+ 
dari+Bapak+ Hidayat+Nurwahid %2C+tentang+ perbedaan+ sikap+Bapak+ di+kedua+ 
kasus+tsb. +Apa+yg+mendasar i+perbedaan+ sikap+Bapak+ pada+ke+dua+ kasus+tsb%
 3F%3Cbr+% 2F%3E%3Cbr+ %2F%3EApa+ komentar+ Bapak+Hidayat+ Nurwahid% 
2C+atas+eksekusi +Amrozi+CS+ %3F%3Cbr+ %2F%3E%3Cbr+ %2F%3ETerimakasi 
h+sebelumnya% 2C%3Cbr+% 2F%3E%3Cbr+ %2F%3EHormat+ Kami%3Cbr+ %2F%3E%3Cbr+ 
%2F%3EIbu+ Bambang&submit= Kirim%20>

Kita sama sama tunggu apa komentarnya

Salam,

------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
YTH Bapak Hidayat Nur Wahid,

Kami sebagai rakyat Indonesia, menunggu komentar Bapak, atas di tembaknya
Amrozi CS dinihari tadi. Tanggapan ini adalah sehubungan dgg artikel Bapak
di website : http://hnw.or. id/?op=isi& id=6168 , dimana di halaman web tsb,
Bapak meminta peninjauan PK Amrozi CS dipertimbangkan.

Kami juga menghubungkan komentar Bapak di halaman Web ini, dengan komentar
Bapak, sewaktu Tibo CS akan di ekekusi. Kami meminta kejelasan dari Bapak
Hidayat Nurwahid, tentang perbedaan sikap Bapak di kedua kasus tsb. Apa yg
mendasari perbedaan sikap Bapak pada ke dua kasus tsb?

Apa komentar Bapak Hidayat Nurwahid, sehubungan dgn tetap di-eksekusi nya
Amrozi CS ?

Terimakasih sebelumnya,

Hormat Kami

Ibu Bambang

------------ --------- --------- --------- --------- --------- -

[Non-text portions of this message have been removed]

 


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke