--- In [EMAIL PROTECTED], Epri Saqib <epri_tsi@> 
wrote:

Buku Puisi "otobiografi" Saut Situmorang 


http://geraibuku.multiply.com/photos/album/78





dengan tiga tanda seru!!!
 

aku melamarMu jadi istriKu
dan Kau terima dengan tiga tanda seru!!!

lihatlah!!! Tiga tanda seru menari nari
terhuyung tak mampu tahan pecahnya kata kata

dalam puisi puisi cinta 
hanya untukMU!!!


Denpasar, 30 September
2001 

6:45pm 


[Halaman 124 dari buku puisi "otobiografi"]


Buku puisi "otobiografi" ini berisi kumpulan puisi Saut
Situmorang antara tahun 1987-2007. Dibagi menjadi 3 kumpulan tema 
besar yakni Cinta, Politik dan Rantau. Judul tema
terakhir berisikan puisi-puisi berbahasa Inggris. 

184 puisi Saut Situmorang ini termaktub dalam 282 halaman.
Buku ini sendiri pernah dinominasikan oleh juri KLA sebagai salah 
satu dari 10 besar kandidat pemenangnya, yang kemudian dengan segera 
ditolaknya dengan pernyataan surat resmi di tahun 2008 ini. Ini 
adalah penolakan pertama terhadap penghargaan KLA yang berhadiah 100 
juta itu yang dilakukan penulis di tanah air.

Buku cetakan pertama "otobiografi" diterbitkan oleh [sic] dengan
semacam kata pengantar berbentuk esai yang ditulis oleh Saut sendiri 
berjudul "Tradisi dan Bakat Individu". Saut Situmorang juga dikenal 
sebagai seorang esais selain penyair.


Spesial bagi Anda para pelanggan GeraiBuku.com, Anda bisa mendapatkan
buku ini dengan harga jauh dibawah harga aslinya yang semula 
Rp75.000 menjadi hanya Rp50.000,- atau diskon sebesar 33% lebih. 


Bisa kita simak puisi Saut lainnya berikut ini:


andung andung petualang 
 

"kalau kau pergi, anakku 
siapa lagi kan menghibur hati ibu?"

matahari panas 
angin berhembus panas 
bus tua meninggalkan kota 
aspal jalanan melarikannya selamanya
 
"kalau kau pergi, anakku 
siapa lagi kan menghibur hati ibu?"
 
kota berganti kampung 
sawah berganti gunung 
anak lelaki dekat jendela 
lagu petualang jadi hidup di darahnya
 
"kalau kau pergi, anakku 
siapa lagi kan menghibur hati ibu?" 

kampung menjelma kota 
gunung gunung kembali rumah rumah 
begitulah berhari bermalam 
makin jauh anak dalam perjalanan tenggelam
 
"kalau kau pergi, anakku 
siapa lagi kan menghibur hati ibu?"
 
menyebrang laut menyebrang pulau 
beribu gunung kota terlampau 
di negeri sebrang di negeri baru 
anak melangkah masuk hidup perantau
 
o jakarta metropolis pertama 
dongeng yang jadi silau mata 
makin sayup kini suara ibu 
dalam hiruk pikuk karnaval aspal hitammu
 
jakarta membuatnya gelisah 
jakarta bukan tujuan hidupnya 
jogja yang jauh 
tak sabar mimpinya menunggu
 
tak ada yang lebih romantis 
dari sosok stasiun kereta tua yang manis 
lengking kereta dan derit roda besinya 
membuat sang anak tak ngantuk matanya
 
cirebon, semarang, kroya... 
lalu jogja bersama pagi tiba 
dingin semen lantai dan sapa tukang becak 
tak mungkin terhapus dari kepala sang anak
 
di atas becak antara koper dan bapak 
malioboro menyambutnya ramah dan kompak 
jogja tua yang manis 
cinta pertama memabukkan liris
 
medan yang jauh 
terkubur bersama suara ibu 
gamelan dari radio pinggir jalan 
musik upacara ritual perantauan
 
o tembok benteng kraton yang kokoh 
lindungi tidur sang anak perantau 
alun alun tamansari 
mercusuar di labyrinth gang gang malam hari
 
o turis turis manis berdada manis 
keluar masuk lukisan batik dan parangtritis 
sang anak mabuk sempoyongan tercengang 
jiwanya bergetar sekalut goro goro wayang 

o hidup bebas seorang petualang 
siang sekolah malam di pasar kembang 
suara ibu cuma wesel surat surat bulanan 
sampai kartu natal bawa berita kematian 

sang anak terpukul matanya kabur 
lonceng gereja jadi koor tanah kubur 
cerita kristus pembawa keselamatan 
jadi cerita ibu andung andung petualangan 

jogja kota manis romantis 
di jantungmu seorang lelaki menangis 
kematian pertama yang menggores wajah 
suara ibu dicarinya kini dalam kelana tak sudah
 
1999 


Profil Penulis: 

Saut Situmorang lahir 29 Juni di kota kecil Tebing Tinggi, Sumatra 
Utara, tapi dibesarkan sebagai "anak kolong" di Medan. Pendidikan 
terakhir S-1 (Sastra Inggris, Film, dan Creative Writing) dan S-2 
(Sastra Indonesia [tidak selesai]) dilakukannya di Selandia Baru, 
dimana dia pernah hidup merantau selama 11 tahun. Puisi, cerpen dan 
eseinya sudah dipublikasikan dalam lebih dari 20 buku antologi dan di 
media massa termasuk di Internet. Sudah menerbitkan tiga buku 
kumpulan puisi tunggal: saut kecil bicara dengan tuhan (Bentang, 
2003), catatan subversif (Buku Baik, 2004), dan otobiografi ([sic] 
2007). Saat ini sedang menyiapkan buku kumpulan esei sastranya yang 
diberi judul "[sic]" dan buku kumpulan cerpen "peti mati". Salah 
seorang redaktur jurnal sastra underground Indonesia "boemipoetra". 
Disamping esei tentang sastra, juga banyak menulis tentang senirupa 
kontemporer Indonesia. Saat ini menetap di kota Jogja sebagai penulis 
full-time.



Pemesanan bisa via email ke geraibuku@ atau via sms ke [021]
3099 8655. 

www.geraibuku.com


--- End forwarded message ---


Kirim email ke