http://www.tniad.mil.id/1berita.php?pil=18&dn=20081113164331

*KASAD : KITA HARUS DUKUNG UPAYA PEMERINTAH*
Oleh : Gara Hendrik


*Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Agustadi Sasongko
Purnomo*menutup Pendidikan Reguler Ke XLVI Seskoad Tahun Ajaran 2008,
di Seskoad
Bandung, Kamis (13/11). Pendidikan Reguler Ke XLVI Seskoad Tahun Ajaran 2008
yang berlangsung kurang lebih sepuluh bulan tersebut diikuti oleh 216 orang
Perwira Siswa yang berasal dari berbagai satuan yang ada di jajaran TNI AD,
termasuk dari berbagai negara seperti Singapura, Malaysia, Pakistan, Korea,
Brunai, Laos, Thailand, Amerika Serikat serta Australia.

Kepada para mantan Perwira Siswa Kasad mengatakan, acara penerimaan ijazah
dan memperoleh pengakuan lulus pendidikan Seskoad bukan merupakan akhir dari
sebuah perjalanan karir perwira dan pengabdian prajurit Angkatan Darat,
namun lebih merupakan pedoman awal dalam prosesi perjalanan karir dan
pengabdian prajurit yang dituntut mampu menunjukkan adanya peningkatan
kualitas ilmu dan pengetahuan militer matra darat, penguasaan secara
kontekstual setiap tugas yang diemban serta pengamalan karakter kepemimpinan
yang mencerminkan sosok prajurit Angkatan Darat sejati dan profesional
sesuai Jati Diri TNI. Sehingga dalam menghadapi pelaksanaan tugas dimanapun,
para Perwira alumni Seskoad harus dapat memberikan nilai tambah bagi satuan
yang dipimpinnya, yang dapat bermanfaat dalam menyukseskan dan mendukung
tugas pokok Angkatan Darat.

Jaga nama baik almamater Seskoad yang telah berusaha memberikan kontribusi
yang terbaik dalam membekali wawasan untuk dapat melaksanakan tugas dengan
hasil yang dapat dipertanggungjawabkan kepada TNI, bangsa dan negara. Hal
ini tampak sepele dan kecil, namun penting karena dihadapan kita semua
terdapat tantangan dan ujian berat bagi TNI Angkatan Darat sebagai salah
satu komponen anak bangsa untuk membuktikan kredibilitas Netralitas TNI pada
rangkaian prosesi Pemilu Tahun 2009. Selaku Pimpinan Angkatan Darat dan
pribadi, saya tidak menginginkan citra Angkatan Darat yang baik dan positif,
harus dinodai oleh perbuatan segelintir prajuritnya yang tidak memahami
makna netralitas dan larangan terlibat kegiatan politik praktis.

Oleh karena itu, segarkan kembali pemahaman yang benar dan tepat serta
konsekuen dalam mengamalkan Netralitas TNI, ingatlah bahwa tidak ada
prajurit yang salah, karena yang salah adalah perwiranya. Disamping itu,
pelihara dan tingkatkan kualitas Kemanunggalan TNI-Rakyat, kepercayaan
rakyat kepada TNI Angkatan Darat yang solid akan ikut menentukan sukses
Pemilu Tahun 2009 yang dilaksanakan secara efektif dan efisien berdasarkan
asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.

Sebagai prajurit yang profesional kita harus mendukung upaya Pemerintah
dalam meningkatkan ketahanan ideologi, ekonomi, politik dan sosial budaya.
Saya yakin, modal komitmen kebangsaan dan nasionalisme yang kokoh
berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, kita
mampu dan bisa menghadapi setiap ancaman dan gangguan terhadap eksistensi
Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, kata Kasad.

Acara penutupan pendidikan dihadiri oleh para mantan Perwira Siswa dan
istri, Dankodiklat, Pangkostrad, Pangdam III/Siliwangi, serta para pejabat
teras TNI AD. (Dispenad/Candra)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke