http://www.antara.co.id/arc/2008/11/14/teleskop-hubble-buat-foto-pertama-planet-yang-mengorbit-bintang-lain/


*Teleskop Hubble Buat Foto Pertama Planet yang Mengorbit Bintang Lain*


Washington (ANTARA News) - Badan antariksa AS menyatakan, Rabu, Teleskop
Antariksa Hubble miliknya telah membuat foto pertama, yang diambil dalam
cahaya yang tampak, sebuah planet yang mengedari sebuah bintang dalam tata
surya lain.

Massa planet tersebut, Fomalhaut b, diperkirakan tiga kali massa Jupiter,
planet terbesar dalam tata surya kita.

Foto itu diambil ketika Fomalhaut b mengorbit bintang Fomalhaut, yang
letaknya 25 tahun cahaya dari Bumi dalam konstelasi Piscis Australis atau
Ikan Selatan.

Sangat menantang untuk mengambil gambar planet ini sehubungan kecermelangan
bintangnya membuat hampir tak mungkin dalam cahaya yang tampak untuk melihat
planet-planet yang mengorbitnya.

Kondisi ini memaksa para astronom mencari berbagai planet secara tak
langsung dengan mengukur pengaruh gravitasi pada bintang yang sedang diedari
planet.

Dalam foto yang dirilis Badan Antariksa dan Aeronautika AS (NASA), planet
tersebut tampak seperti titik kecil di tengah cincin debu merah raksasa dari
reruntuhan proto-planetary.

Piring reruntuhan besar ini sama dengan dengan Sabuk Kuiper, yang melingkupi
tata surya dan mengandung sejumlah benda dalam bentuk es, berupa titik debu
dan bahkan benda seukuran planet cebol, seperti Pluto dalam tata surya kita.

"Berbagai pengamatan kami sangat rumit. Fomalhaut b satu miliar kali lebih
redup ketimbang bintangnya. Kami memulai program ini pada 2001 dan usaha
kami yang terus menerus akhirnya membuahkan hasil," kata astronom Hubble,
Paul Kalas dari Universitas California di Berkeley dalam sebuah
pernyataannya, sebagaimana dikutip DPA.

NASA mengemukakan Fomalhaut telah menjadi planet buruan sejak Satelit
Astronomi Infra Merah badan itu menemukan debu yang berlimpah di sekitar
bintang itu pada awal dekade 1980-an.

NASA memberikan konfimasi planet itu jaraknya lebih dari 17,2 miliar
kilometer dari bintangnya, atau sekitar 10 kali jarak Saturnus dari Matahari
kita.

Planet asing itu juga lebih terang ketimbang yang diperkirakan bagi benda
seukurannya, boleh jadi karena planet memiliki cincin es dan debu seperti
Saturnus yang memantulkan cahaya bintang. (*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke