PRALANGGA.ORG - Our Peacekeeing Journey
Kampanye keselamatan berkendaraan bagi pasukan UNIFIL berakhir [1]
Posted: 05 Nov 2008 06:24 PM CST

(Adshit Al Qusayr, 30/10) Kampanye Keselamatan Berkendaraan atau Road Safety
Campaign selama 2 minggu dinyatakan berakhir dan dapat memenuhi target yang
diharapkan. Demikian pernyataan yang disampaikan oleh Mayor Maciej Gorski
dari Polandia selaku Senior Staff Officer Maintenance Transport Section saat
menutup secara resmi kampanye tersebut melalui surat resminya kepada seluruh
Kontingen PBB yang bertugas di UNIFIL (United Nations Interim Force in
Lebanon) pada Kamis pagi (30/10).

Kampanye yang dimulai sejak tanggal 13 November silam telah mendapatkan
hasil yang signifikan sesuai tujuan yang dicanangkan yaitu penurunan angka
kecelakaan lalu lintas, peningkatan kesadaraan berkendaraan bagi seluruh
pengemudi dan penurunan kecepatan bekendaraan sesuai aturan yang telah
ditetapkan oleh UNIFIL. Sedangkan metode yang dilaksanakan dalam kampanye
kali ini ialah melalui brosur-brosur, pamflet dan poster dalam ukuran besar
dengan foto dan tulisan yang mencolok yang ditempel di tempat-tempat yang
sering dilewati oleh kendaraan UNIFIL, baik di dalam maupun di luar Base
Camp. Selain itu setiap hari selama masa kampanye, poster-poster bertema
keselamatan berkendaraan dikirimkan juga melalui jaringan intranet UNIFIL
sehingga dapat dibaca oleh setiap personel UNIFIL.

Menurut data kecelakaan (traffic accident) yang tercatat di Unit Polisi
Militer Markas Besar UNIFIL, sampai dengan saat ini Kontingen Indonesia atau
dikenal dengan nama Kontngen Garuda (Konga) XXIII-B tidak pernah mengalami
kecelakaan sekalipun. Fakta ini cukup membanggakan dan patut disyukuri
karena dari 29 kontingen negara yang bertugas di Lebanon Selatan hampir
seluruhnya pernah mengalami kecelakaan, baik kecelakaan tunggal seperti
halnya kejadian yang menimpa Kontingen Malaysia, Nepal dan Spanyol maupun
kecelakaan yang melibatkan kendaraan lain (sesama Kontingen UNIFIL atau
dengan masyarakat sipil Lebanon). Dari data yang tercatat di UNIFIL sampai
dengan bulan September 2008, hanya Kontingen Indonesia saja yang bisa meraih
prestasi zero accident untuk kecelakaan lalu lintas. Jelang berakhirnya masa
penugasan yang hanya berkisar 1 bulan lagi, diharapkan prestasi Konga
XXIII-B ini dapat dipertahankan.
Keberhasilan ini tentu tidak terlepas dari upaya Komandan Satgas Yon Mekanis
TNI Konga XXIII-B Letkol Inf A M Putranto, S.Sos dalam memberikan perhatian
pada seluruh kendaraan berikut pengemudi yang menjadi tanggungjawabnya,
termasuk dalam hal menegakkan aturan dan tata tertib berkendaraan.
Pada gilirannya, peranan unsur Polisi Militer (POM) Satgas menjadi amat
vital terutama pada saat pengawasan dan pengecekan terhadap pelaksanaan
perintah-perintah yang dikeluarkan oleh Dansatgas terkait aturan berlalu
lintas ini. Menurut Perwira Pom Satgas Kapten Cpm Sony Yusdarmoko, patroli
dan pengecekan secara rutin dilaksanakan setiap hari di dalam lingkungan
"Soekarno Base" UN Posn 7-1 Adshit Al Qusayr. "Setiap kendaraan yang akan
keluar dan masuk ke markas ini dipastikan tidak akan luput dari pemeriksaan
dari anggota saya", imbuh Perwira Akmil jebolan tahun 2000 ini. Ia
melanjutkan, "Minimal seminggu sekali secara acak POM Satgas juga
melaksanakan patroli dan sweeping terhadap kendaaraan Satgas yang melintas
di dalam Area Operasi Indonesia".

Menurutnya, pada awal penugasan memang masih ditemui beberapa pelanggaran,
namun tidak fatal seperti lupa membawa UN ID Card atau Helm PBB sebagai
bagian dari protap (prosedur tetap) yang berlaku bagi anggota PBB yang
berkendaraan. "Saat ini secara umum disiplin para pengemudi Satgas sudah
cukup baik, tinggal dipertahankan saja," tegas Kapten Cpm Sony.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Peralatan Pasukan GARUDA XXIII-B lulus standar pasukan PBB [2]
Posted: 17 Nov 2008 04:19 AM CST

(Adshit Al Qusayr, 6/11) Seluruh peralatan yang dimiliki Satgas Yon Mekanis
TNI Kontingen Garuda (Konga) XXIII-B dinyatakan lulus dan memenuhi standar
yang ditetapkan sebagai Pasukan Perdamaian PBB setelah di-inspeksi dan
diperiksa oleh Tim Inspeksi UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon)
dari Contingent Owned Equipment (COE) Unit beranggotakan 4 orang personel
Sipil PBB dan 1 orang personel Militer dari Tanzania yang dipimpin oleh
Charles Nlamba yang berasal dari Zimbabwe.

Pemeriksaan yang dilakukan oleh Tim COE dalam setiap Triwulan ini bertujuan
untuk mem-verifikasi kondisi dan kesiapan seluruh peralatan yang dimiliki
oleh Satgas Konga XXIII-B. Hal ini terkait dengan MoU atau kesepakatan
antara Pemerintah Indonesia dengan Markas PBB di New York di mana semua
peralatan Satgas Konga XXIII-B yang dibawa ke daerah misi PBB di Lebanon
Selatan harus sesuai dengan standar yang telah ditetapkan baik menyangkut
peralatan utama _ maupun peralatan pendukung _(self sustainment).

Peralatan yang diperiksa sesuai MoU tersebut yaitu Major Equipment terdiri
dari 13 item pemeriksaan yang meliputi Kendaraan Tempur Panser VAB APC, VAB
Ambulance, VAB Commando, Panser VBL Panhard, Panser BTR 80-A, Senjata,
Crane, Bechoe loader, Excavator, Forklift, Truk Cargo, Kendaraan Ringan
Jeep, Mobil Komunikasi Mobil (Komob), Mesin penjernih air, Generator,
Kontainer pendingin makanan, Kontainer gudang, Rumah sakit, dan lain-lain.

Sementara untuk Self Sustainment terdiri dari 15 item diantaranya
Perlengkapan memasak/dapur, Perlengkapan makan, Alat Komunikasi, Tenda, Alat
Optik (Teropong, NVG, GPS, Kompas), tempat MCK, dan sebagainya. Disamping
itu, perlengkapan perorangan prajurit juga ikut diperiksa.

Pemeriksaan dilakukan selama 2 hari berturut-turut dan dilakukan dengan
mengecek secara fisik antara data yang ada di MoU dengan dengan kondisi
nyata di lapangan. Sebagai konsekwensinya, Tim COE mengunjungi seluruh Base
Camp Satgas Konga XXIII-B yang berada pada 4 lokasi yang berbeda, yaitu UN
Posn 7-1 Adshit Al Qusayr, UN Posn 9-63 El Aadeisse, UN Posn 8-33 Sheikh
Abbad Tomb dan UN Posn 9-2 Az Ziqqiyah. Bahkan guna mendapatkan hasil yang
obyektif, Tim PBB juga tidak ragu-ragu untuk memeriksa Panser yang sedang
melakukan patroli atau yang sedang berada di Pos Pengamatan (Observation
Post). Pada saat memeriksa, Tim COE ini didampingi oleh Perwira Staf Satgas
Konga XXIII-B yang terkait bidang Logistik yaitu Kapten (Marinir) Yuyun
Susanto (Kasi-4/Logistik), Kapten Inf Fanny Pantow (Pasi-4/Logistik), Kapten
Chb Putut Samiaji (Perwira Perhubungan), Kapten Cba Laris Simanjuntak
(Danton Bekang), Kapten Cpl Ramin Alpome (Perwira Harpal), Kapten (Mar)
Doni Ivan (Danton Zeni), Lettu Cpl Irwan (Danton Harpal) dan Lettu Cba Kemal
Pasya (Perwira Makanan).

Pemeriksaan yang teliti dan ketat ini dilakukan sedemikian rupa karena
sangat terkait dengan penggantian sewa atau reimbursement dari PBB kepada
Pemerintah Indonesia atas Peralatan Satgas yang benar-benar memenuhi standar
sesuai MoU. Metode ini dikenal dengan istilah Wet Lease dimana Pemerintah
Indonesia sebagai TCC atau Troop Contributing Country (Negara Kontributor
Pasukan PBB) bertanggungjawab untuk menyediakan peralatan pasukan TNI
(dalam hal ini Satgas Konga XXIII-B) dan mampu memelihara dan merawatnya
sesuai standar yang ditentukan selama menjalankan tugasnya sebagai Pasukan 
PBB.
Berlawanan dengan metode ini, dikenal juga istilah Dry Lease yaitu metode
yang digunakan oleh PBB untuk menyediakan sendiri seluruh Peralatan yang
dipakai oleh Pasukan PBB termasuk, termasuk dalam hal pemeliharaan/
perbaikan dan suku cadangnya. Dengan demikian, dalam metode Dry Lease tidak
ada reimbursement bagi TCC.

Pada saat melakukan pemeriksaan, Tim COE memberi apresiasi positif terhadap
kesiapan personel Kontingen Indonesia yang telah menggelar semua Peralatan
Satgas secara tertib sehingga amat memudahkan verifikasi yang dilakukan. Hal
ini menurut Charles Nlamba, jarang sekali ditemui di kontingen negara lain.
Bahkan salah anggota Tim COE yang bernama Ibrahim, selain salut dengan
ketertiban peralatan Satgas, Ia juga memuji kebersihan kendaraan yang
diperiksa. "Unbelievable!" demikian komentarnya saat melihat bagian dalam
mesin kendaraan yang nampak kelihatan sangat bersih seolah-olah kendaraan
"gress" yang baru keluar dari showroom.

Menghadapi pemeriksaan ini, Dansatgas Konga XXIII-B Letkol Inf A M Putranto,
S.Sos sudah jauh-jauh hari mempersiapkannya melalui berbagai upaya,
diantaranya mengerahkan seluruh Perwira dan personel lainnya yang terkait
untuk melakukan perbaikan-perbaikan semaksimal mungkin agar hasil
pemeriksaan dapat lulus dan memenuhi syarat. Sebut saja diantaranya
pembersihan, pengecatan, penggantian cuku cadang yang rusak, dan lain
sebagainya. Selain itu, sebelum Hari "H" dilakukan "Pra Inspeksi" oleh
Dansatgas maupun Wadan Satgas Letkol (Marinir) Ipung Purwadi. Semua upaya
ini menurut Dansatgas, semata-mata agar semua Peralatan tetap siap untuk
dioperasionalkan, baik oleh Satgas Konga XXIII-B sendiri maupun Satgas
penggantinya mengingat partisipasi TNI dalam Misi Perdamaian PBB di Lebanon
Selatan masih akan terus berlanjut dalam jangka waktu yang lama.


Kirim email ke