lihat www.fnpbi-prm.blogspot.com
Tatanan dunia yang tak adil, tak berkelanjutan, harus di akhiri!
18 November 2008

By Jose Ramon Machado

Diterjemahkan dari Direct Action edisi Oktober

[Dibawah ini merupakan pidato yang disampaikan Wakil Presiden Cuba, Jose Ramon 
Machado, dihadapan Majelis Umum PBB pada 24 September. Tulisan ini sudah 
sedikit diperpendek.]

Kita hidup pada suatu masa yang sangat menentukan dalam sejarah kehidupan 
manusia. Ancaman-ancaman membayangi seluruh dunia, memojokkan spesies manusia 
pada situasi yang berbahaya. Kampanye perdamaian, solidaritas, keadilan sosial 
dan pembangunan yang berkelanjutan, adalah satu-satunya cara untuk menjamin 
masa depan. Tatanan dunia saat ini, yang tidak adil dan tidak berkelanjutan, 
harus digantikan oleh sebuah sistem baru yang sungguh-sungguh demokratik dan 
adil, berlandaskan penghormatan terhadap hukum internasional dan 
prinsip-prinsip solidaritas dan keadilan, mengakhiri ketidaksetaraan dan 
penyingkiran terhadap mayoritas rakyat dunia di planet kita ini. Tidak ada 
alternatif lain.

Mereka yang bertanggung jawab atas situasi ini, yakni bangsa-bangsa 
industrialis dan, khususnya, sang superpower, harus bertanggung jawab. Kekayaan 
yang luarbiasa tidak bisa terus disia-siakan sementara berjuta-juta manusia 
kelaparan dan menderita penyakit-penyakit yang sudah bisa disembuhkan. Tidak 
mungkin untuk terus menerus mencemari udara dan meracuni lautan; tindakan ini 
menghancurkan syarat-syarat kehidupan bagi generasi mendatang. Baik manusia, 
maupun planet ini tidak akan mengijinkan keadaan semacam ini tanpa pergolakan 
sosial besar dan bencana alam yang luar biasa hebat.

Perang penaklukan, agresi dan pendudukan negara-negara secara ilegal, 
intervensi militer dan pemboman terhadap masyarakat sipil tak berdosa, 
perlombaan senjata yang tak terkontrol, penjarahan dan perampasan terhadap 
sumberdaya alam negara dunia ketiga, dan serangan imperialis terhadap 
perlawanan rakyat yang sedang mempertahankan hak-hak mereka, merupakan ancaman 
yang terbesar dan paling serius terhadap perdamaian dan keamanan internasional.

Konsep-konsep semacam pembatasan kedaulatan, perang terbatas atau pergantian 
rejim, merupakan satu ekspresi dari ambisi untuk melucuti kemerdekaan negeri 
kita. Apa yang disebut perang melawan terorisme atau kampanye palsu tentang 
kemerdekaan mereka, merupakan alasan untuk agresi dan pendudukan militer; untuk 
menyiksa; untuk penahanan sewenang-wenang dan pengingkaran terhadap hak 
menentukan nasib sendiri; untuk berbagai blokade curang dan pemberian sanksi 
secara sepihak; untuk mewajibkan model-model ekonomi, politik dan sosial yang 
memfasilitasi dominasi imperialis; penghinaan terbuka terhadap sejarah, 
kebudayaan dan kehendak kedaulatan rakyat.

Memperlebar Jurang Pemisah Utara – Selatan

Jurang pemisah antara orang kaya dan miskin semakin melebar setiap harinya. 
Millenium Devolpment Goals yang baik hati merupakan mimpi yang tak tergapai 
bagi majoritas rakyat. Disaat triyunan dolar dihabiskan untuk persenjataan di 
dunia, lebih dari 850 juta manusia mati kelaparan, 1.1 milyar rakyat tidak 
mendapat akses untuk air minum, 2.6 miliyar kekurangan sarana sanitasi, dan 
lebih dari 800 juta orang menderita buta huruf. Lebih dari 640 juta anak-anak 
kekurangan perumahan layak, 115 juta tidak pernah masuk sekolah dasar, dan 10 
juta orang mati sebelum umur lima tahun—yang dalam banyak kasus diakibatkan 
oleh penyakit-penyakit yang (justru) sudah bisa disembuhkan.

Rayat di belahan dunia Selatan menderita akibat meningkatnya frekuensi bencana 
alam, yang akibatnya tambah diperparah oleh perubahan iklim. Haiti, Jamaica, 
Kuba dan negara-negara Karibia lainnya merupakan contoh-contohnya. Mari kita 
menyatakan dukungan solidaritas terutama untuk negeri saudari kita, Haiti, yang 
sedang menghadapi situasi yang dramatik.

Naiknya harga minyak merupakan dampak dari konsumsi yang tak masuk akal, 
spekulasi yang luar baisa dan perang imperialis. Pencarian mati-matian terhadap 
sumber energi baru telah mendorong strategi jahat oleh pemerintah AS untuk 
mentransformasikan padi-padian dan sereal menjadi bahan bakar.

Bagi sebagian besar Negeri-negeri Non Blok, situasi ini semakin melemahkan. 
Bangsa-bangsa kita kita telah membayar, dan mereka akan terus membayar resiko 
dan juga konsekuensi akibat irasionalitas, pemborosan dan spekulasi oleh 
beberapa negeri industry maju di Utara yang bertanggungjawab atas krisis pangan 
dunia. Mereka memaksakan liberalisasi perdagangan dan resep-resep keuangan 
penyesuaian struktural di negara-negara berkembang. Mereka penyebab hancurnya 
produksi-produksi kecil; mereka mengabaikan, dan dalam beberapa kasus 
menghancurkan, perkembangan pertanian yang baru beranjak di negeri-negeri 
Selatan, mengubahnya menjadi jaringan negeri-negeri pengimpor pangan.

Merekalah yang mempertahankan subsidi pertanian yang carut marut, sementara 
mereka paksakan aturan-aturan (yang menguntungkan mereka) kedalam perdagangan 
internasional. Mereka menetapkan harga, memonopoli teknologi, memaksakan 
sertifikasi yang tidak adil dan memanipulasi jalur-jalur distribusi, 
sumber-sumber keuangan dan perdagangan. Mereka mengontrol transportasi, 
penelitian ilmiah, bank-bank genetik, produksi pupuk serta pestisida.

Kami tidak datang kemari untuk mengeluh. Kami datang, atas nama gerakan 
negeri-negeri non-blok, menuntut dan mempertahankan pembebasan ribuan juta 
manusia yang menuntut keadilan dan hak asasi mereka. Formulanya tidak lah sulit 
dan tidak juga tidak membutuhkan pengorbanan besar. Apa yang kami butuhkan 
adalah kehendak politik, mengurangi egoisme dan pengertian objektif bahwa jika 
kita tidak bertindak hari ini, maka konsekuensinya dapat menjadi bencana yang 
berdampak sama pada orang kaya maupun miskin.

Program Tindakan

Untuk itu, sekali lagi Kuba menyerukan kepada pemerintahan-pemerintahan negeri 
berkembang, atas nama Gerakan Negeri-negeri Non-Blok, untuk menghormati 
komitmen mereka dan, secara khusus, Kuba mendesak mereka untuk:

Mengakhiri perang pendudukan dan perampasan sumber daya negeri-negeri Dunia 
Ketiga dan memangkas paling tidak setengah dari jutaan biaya belanja militer 
bantuan internasional demi kepentingan pembangunan yang 
berkelanjutan.Membatalkan utang luar negeri negeri-negeri berkembang karena 
utang tersebut telah dibayar lebih dari sekali, dan dengannya, tambahan sumber 
daya akan dibebaskan sehingga dapat diarahkan untuk pembangunan ekonomi dan 
program-program sosial.Menghormati komitmen untuk mengarahkan sedikitnya 0.7% 
dari GDP untuk Bantuan Pembangunan Resmi, tanpa syarat, sehingga negeri-negeri 
di Selatan akan dapat menggunakan sumber daya tersebut untuk prioritas nasional 
mereka dan meningkatkan akses negeri-negeri miskin pada sejumlah pendanaan 
segar yang substansial.Mengarahkan seperempat dari uang yang diboroskan setiap 
tahunnya untuk iklan komersial produksi makanan; ini dapat membebaskan hampir 
250 milyar dolar tambahan untuk melawan kelaparan dan
 kekurangan gizi.Mengarahkan uang untuk subsidi pertanian di negeri Utara untuk 
pembangunan pertanian di negeri Selatan. Dengan melakukan ini, negeri-negeri 
kita akan memperoleh sekitar satu milyar dolar per hari yang tersedia untuk 
investasi produk makanan.Tunduk pada komitmen-komitmen dalam Protokol Kyoto, 
dan menjalankan komitmen mengurangi emisi, dengan lebih bermurah hati, di mulai 
tahun 2012, tanpa keinginan untuk meningkatkan pembatasan bagi negeri-negeri 
yang, sampai hari ini, mempertahankan level emisi per kapita yang jauh lebih 
rendah dari pada negeri-negeri Utara.Meningkatkan akses Dunia Ketiga terhadap 
teknologi dan menyokong pelatihan sumber daya manusia mereka. Hari ini, 
sebaliknya, personil-personil berkualitas dari Selatan dikangkangi oleh 
kompetisi dan insentif yang tidak adil oleh kebijakan keimigrasian yang 
selektif dan diskriminatif, yang diterapkan Amerika Serikat dan Eropa.Dan hal 
yang lebih mendesak hari ini dibandingkan
 sebelumnya, adalah, pembentukan suatu tatanan internasional yang demokratik 
dan adil, dan sebuah sistem perdagangan yang adil dan transparan dimana semua 
Negara akan berpartisipasi, dalam kedaulatan, dalam keputusan-keputusan yang 
melibatkan mereka. Lebih lanjut, ini adalah keyakinan terdalam kami, bawah 
solidaritas antara rakyat dan pemerintah adalah mungkin. Di Amerika Latin dan 
Karibia, ALBA dan PetroCaribe telah menunjukkan hal ini.
Setia pada Prinsip-prinsip

Gerakan Negeri-Negeri Non-Blok tetap setia pada prinsip-prinsip dasar mereka. 
Kami mendukung perjuangan rakyat Palestina dan hak yang melekat pada mereka 
untuk menentukan nasip sendiri dalam sebuah negara yang merdeka dan berdaulat, 
dengan ibukota mereka di Jerusalem Timur. Kami mendukung perjuangan semua 
rakyat yang kedaulatan dan teritorinya sedang terancam, seperti Venezuela dan 
Bolivia, dan kami pendukung hak Puerto Rico untuk merdeka. Kami mengecam 
penerapan langkah-langkah pemaksaan sepihak yang melanggar hukum internasional, 
yang berupaya mencangkokkan sebuah model tunggal atas sistem politik, ekonomi 
dan sosial. Kami keberatan terhadap praktek-praktek negatif dalam menandai 
negara menurut kehendak dan kepentingan negeri-negeri berkuasa. Kami dengan 
keras menentang manipulasi politik dan penerapan standar ganda dalam persoalan 
hak asasi manusia, dan kami menolak penerapan yang diskriminatif atas 
resolusi-resolusi yang bermotivasi politis melawan
 negeri-negeri anggota GNB.

Pendirian Dewan Hak Asasi Manusia (HRC) telah memberikan kami kesempatan untuk 
menyingkap sebuah era baru untuk memajukan dan melindungi seluruh hak asasi 
manusia untuk semua orang, atas dasar kerjasama international dan dialog yang 
konstruktif. Mereka yang sebelumnya menghancurkan Komisi Hak Asasi Manusia yang 
lama, sekarang ini, sedang mencoba mendiskualifikasi HRC yang baru, karena 
mereka tidak berhasil membelokkanya demi melayani kepentingan mereka. Mereka 
menolak ikut serta dalam pekerjaannya untuk menghindari penyelidikan masyarakat 
internasional dalam kerangka Mekanisme Peninjauan Berkala Universal (Universal 
Periodic Review Mechanism).

Legitimasi terhadap dewan tersebut tidak tergantung pada persepsi yang 
disematkan Imperialis terhadap pekerjaannya, namun pada kapasitasnya dalam 
menjalankan mandat dengan loyalitas tak pandang bulu berdasarkan 
prinsip-prinsip universalitas, objektivitas, tidak memihak, dan tidak 
memilih-milih dalam menangani isu-isu hak asasi manusia. Gerakan Negara-Negara 
Non-Blok akan terus mempertahankan kepentingan Dunia Ketiga dan mengampanyekan 
pembentukan dunia yang lebih adil, lebih demokratik, dengan solidaritas yang 
lebih tinggi.

Menentang Agresi AS

Kuba telah membayar sangat mahal demi mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan 
negerinya. Rakyat Kuba yang gagah berani telah menanggung blokade terlama dan 
terkerjam dalam sejarah dunia, yang dipaksakan oleh bangsa terkuat diatas muka 
bumi. Walaupun majelis ini, sebenarnya, sudah berulang kali dan meyakinkan 
sekali menyatakan setuju untuk mengakhiri kebijakan pemusnahan massal ini, 
pemerintah AS tidak saja telah mengabaikan kehendak komunitas international, 
namun dalam wujudnya juga meremehkannya dengan sedikit demi sedikit 
mengintensifkan perang ekonomi mereka melawan Kuba. Belum pernah ada kebijakan 
luar negeri terhadap suatu negeri dipersenjatai dengan alat-alat persenjataan 
agresif yang begitu canggih dan luas meliputi bidang politik, ekonomi, 
kebudayaan, diplomatik, militer, pisikologi dan idelologi.

Kuba baru saja dihantam oleh dua angin topan hebat yang telah menghancurkan 
pertanian dan sebagian infrastrukturnya, serta merusak atau meluluh-lantakkan 
lebih dari 400.000 rumah. Izinkan saya memanfaatkan kesempatan ini, dengan 
mengatasnamakan pemerintahan Kuba dan rakyat, untuk berterimakasih kepada 
negeri-negeri, organisasi-organisasi dan orang-orang, yang dengan berbagai 
cara, telah dengan jujur dan ikhlas hati berkontribusi lewat berbagai sumber 
daya atau dukungan moral terhadap usaha-usaha rekonstruksi yang dilakukan oleh 
negeri kami. Suatup posisi yang berlawanan dengan pemerintah AS yang dengan 
brutal terus melanjutkan blokadenya.

Kuba tidak meminta pemberian apapun dari pemerintah AS. Ia hanya meminta, dan 
terus meminta agar diizinkana membeli bahan-bahan bangunan, di AS, yang sangat 
diperlukan untuk membangun kembali rumah-rumah dan jaringan listrik; dan agar 
perusahaan-perusahaan AS diizinkan untuk memberi Kuba kredit perdagangan swasta 
untuk membeli makanan. Jawaban yang diberikan adalah negatif, dan bahkan 
disertai upaya manipulasi informasi dengan cara sedemikian rupa seakan-akan 
pemerintahan AS terlihat sangat perduli terhadap kesejahteraan rakyat Kuba, 
sementara pemerintahan Kuba dituduh menampik tawaran mereka. Jika pemerintah AS 
memang perduli terhadap kesejahteraan rakyat Kuba, maka sikap moral dan etika 
satu-satunya adalah menarik blokade yang dipaksakan terhadap Kuba selama 5 
dekade ini, yang paling banyak melanggar aturan-aturan mendasar hukum 
internasional dan piagam Perserikatan Bangsa Bangsa.

Kebijakan yang tidak rasional ini memiliki tujuan yang jelas—menghancurkan 
proses transformasi revolusioner yang dijalankan rakyat Kuba dari tahun 1959, 
dengan kata lain, menginjak hak asasi mereka untuk penentuan nasib sendiri, 
merampas kemerdekaan dan kemenangan politik, ekonomi dan sosialnya, serta 
menancapkan mereka kembali kebelakang sebagai negeri neokolonial. Pemerintahan 
Bush bermaksud menjustifikasi intensifitas kebijakannya melawan Kuba dengan 
penipuan dan kebohongan, dengan sinikal dan kemunafikan yang melekat padanya. 
Kehendaknya untuk mendominasi dan menjajah Kuba kembali sedang diupayakannya, 
tidak kurang, seperti sebuah upaya liberalisasi dan demokratisasi.

Siapa, selain sekongkolan mereka, yang mengakui bahwa pemerintah AS memiliki 
otoritas dalam persoalan demokrasi dan hak asasi manusia di dunia ini? Otoritas 
apa yang dikehendaki oleh pemerintah semacam itu, pemerintah yang memburu dan 
memperlakukan dengan kejam para imigran ilegal di perbatasan selatan mereka, 
yang melegalisasi penyiksaan dan penyekapan orang –orang di kamp-kamp 
konsentrasi—seperti yang dibangun di wilayah yang secara ilegal diduduki oleh 
AS di Guantanamo—yang tidak pernah dibuktikan atau bahkan didakwa melakukan 
kejahatan apapun?

Penghormatan macam apa yang berhak disematkan pada suatu pemerintahan yang 
menyerang kedaulatan negara lain dengan alasan perang terhadap terorisme, 
sementara pada waktu yang bersamaan menjamin pengampunan terhadap para teroris 
anti-Kuba? Keadilan macam apa yang dapat diberikan oleh suatu pemerintahan yang 
secara illegal terus memenjarakan lima patriot Kuba yang hanya mencari 
informasi untuk mencegah tindakan kelompok-kelompok teroris yang beroperasi 
melawan Kuba dari Amerika Serikat?

Kuba menghargai solidaritas yang telah diterimanya dari Majelis Umum (PBB) 
dalam perjuangannya melawan blokade danberbagai agresi yang selama lima dekade 
harus dilawan. Kuba menengaskan kembali keputusannya untuk mempertahankan 
kedaulatan dan kemerdekaan. Kuba menegaskan kembali kehendaknya untuk tetap 
berjuang, bersama dengan anggota-anggota Gerakan Non-Blok, dalam pertempuran 
untuk sebuah dunia yang lebih baik, dimana hak asasi semua orang atas keadilan 
dan pembangunan dihormati.

Akhir kata saya hendak menyerukan kembali kata-kata dari Komandan Revolusi 
Cuba, Kamrad Fidel Castro Ruz: "Dunia tanpa kelaparan adalah mungkin…. Sebuah 
dunia yang adil tidaklah mustahil. Sebuah dunia baru, yang sangat berhak 
didapatkan oleh spesies kita, adalah mungkin dan akan menjadi kenyataan."

Terimakasih banyak.

Diterjemahkan oleh Risna dan Zely (anggota PPRM)


PEMILU 2009 BUKAN JALAN KELUAR RAKYAT MISKIN!
PEMILU 2009 HANYA PEMILU BAGI PARTAI POLITIK KAUM MODAL/PARTAI PRO 
NEOLIBERALISME, KORUPTOR DAN PELANGGAR HAM!
PEMILU 2009 AKAN MENGHASILKAN PEMERINTAHAN BARU PRO NEOLIBALISME dan ANTI 
DEMOKRASI!
AYO BERSATU, BANGUN KEKUATAN, LAWAN KAUM MODAL DAN ANTEK-ANTEKNYA!
BERSATU, GULINGKAN PEMERINTAHAN KAUM MODAL, GAGALKAN PEMILU, BENTUK 
PEMERINTAHAN RAKYAT MISKIN!


      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke