Bapak/Ibu Yth,

Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, adalah salah satu wilayah dari
Kepulauan Indonesia yang paling memerlukan bantuan pelayanan medis. 

Wilayah yang berbatasan dengan Republik Demokratik Timor Leste ini rentan
terhadap krisis pangan, bencana alam dan konflik perang.

Sejak menjadi sasaran pengungsian besar-besaran di tahun 1999-2000, belum
terjadi peningkatan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat
yang signifikan. Dengan pendapatan per kapita yang rendah, tingkat
pendidikan dan taraf ekonomi yang lemah, serta fasilitas kesehatan yang
jauh/tidak
terjangkau, mengakibatkan banyak penduduk tidak memahami bagaimana pola
hidup sehat, yang berujung pada anak-anak dengan gizi buruk dan
penyakit-penyakit infeksi.


Sejak akhir tahun lalu, anak-anak di Timor Barat makin menderita. Curah
hujan yang minim serta serangan hama belalang menghancurkan ladang pertanian
orang tua mereka, menyisakan kurang dari seperempat hasil panen yang menjadi
harapan. Sebanyak 61% anak usia 0-59 bulan menderita gizi buruk dan 58,3%
anak usia 3-59 bulan menderita anemia. (Special Report: Nutrition and Health
Survey of Underfive Children and Women in West Timor 2007; diterbitkan LSM
internasional CWS, CARE, Helen Keller International dengan dukungan UNICEF
dan WHO).


"Bagi anak kurang gizi, semua badannya terasa sakit. Mereka bahkan tidak
lagi menangis, karena untuk bernafas saja rasanya terlalu sakit," kata Dr.
Theodorus L. Maubere, salah seorang dokter relawan Perhimpunan INTI yang
kini bertanggung jawab di Pusat Rawat Gizi Timor Barat.

 
Tim
Kesehatan Perhimpunan INTI akan mengirimkan 13 dokter untuk melakukan
layanan kesehatan dan bedah minor bagi sekitar 2000 pasien di  Kabupaten
Belu (Atambua dan Besikama) pada 5-10 Desember 2008. Tim ini juga akan
melayani anak-anak busung lapar dan kurang gizi dengan memberikan makanan
kaya nutrisi, pakaian serta mainan anak; dan melakukan risetpendataan
lapangan terhadap masalah gizi.

 
Bila Bapak/Ibu mempunyai pakaian layak pakai (dewasa dan terutama anak &
balita), mohon dikirimkan paling lambat tanggal 31 November 2008,
ke:

Sekretariat Perhimpunan INTI

Superblok Mega Glodok
Kemayoran Office Tower B Lt. 10
Jl. Angkasa Kavling B-6
Kota Baru Bandar Kemayoran
Jakarta.


Terimakasih!


"We make a living by what we get. We make a life by what we give."
Sir Winston Churchill


 CP:
Lisa Suroso - Koordinator
Program (0818-0806-1919)

Dr. Susanna Ernawati
Tjoei-Koordinator Lapangan Tim Kesehatan 

(0878-766-42400)

Dr. Theodorus
L. Maubere-Penanggung Jawab Pusat Rawat Gizi 

(Theurapetic Feeding Center) 

Timor Barat (038-92511305)



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke