http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2008/11/28/3759.html

*Presiden pada Pembukaan Munas VIII FKPPI
Putus! Bagi Kontrak Karya yang Merugikan*



Bogor: Pemerintah menegakkan transparansi. Setiap yang diolah apakah itu
hutan, migas, tambang, kelautan, dan lain-lain harus memberikan penerimaan
pada negara. Bukan pada orang seorang saja, atau perusahan, termasuk
perusahan asing. Hal ini dikatakan *Presiden Susilo Bambang Yudhoyono* dalam
sambutannya pada pembukaan Munas VIII FKPPI, Jumat (28/11) malam, di Wisma
Kinasih Jl. Raya Sukabumi Km 17, Caringin, Bogor.

"Harus lebih banyak memberikan manfaat kepada negara dan itupun jangan
merusak lingkungan. Kita keras sekarang ini," kata Presiden SBY.

Menurut Presiden SBY, kontrak asing yang terjadi sejak era Bung Karno, Pak
Harto sampai sekarang, yang masih baik, yang benar, yang adil, tentu
dihormati. "Tetapi kalau tidak adil, keterlaluan, tentu kita minta untuk
kita tata kembali. Yang jelas mulai sekarang ini hingga ke depan kontrak,
apakah pengusaha domestik, kontrak dengan negara lain, harus betul-betul
membawa sebesar-besarnya manfaat untuk kepentingan negara. Jangan dibalik!"
Presiden menegaskan.

"Saudara bisa melihat kontrak demi kontrak sekarang ini, karena saya
menghidupkan transparansi. Silakan dilihat, mana yang tidak cocok, mana yang
masih dianggap merugikan kita. Silakan, tolong dikritisi," kata Presiden SBY

Presiden lebih lanjut mengatakan, perlu diketahui bahwa baru dalam sejarah
kita memutuskan kontrak raksasa yang di belakangnya adalah negara kuat.
"Saya katakan putus karena nyata-nyata kontrak yang sudah berjalan sekian
lama merugikan bangsa kita, yaitu konsesi minyak di pulau Natuna, milik
Exxon. Ada juga perusahan asing yang main-main, kita bawa ke Arbtrase awal
tahun ini. Selama ini kita barangkali dianggap anak baik, yang selama di
Indonesia tidak biasa. Tetapi kalau sudah mengusik rasa keadilan, kita
lakukan tugas kita, hak kita, kewajiban kita," ujar Presiden SBY. (win)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke