http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2008/11/27/3752.html
*Untuk Atasi Dampak Krisis Global SBY Pimpin Rapat Kabinet Selama 7 Jam* Jakarta: *Presiden Susilo Bambang Yudhoyono* didampingi* Wakil Presiden M. Jusuf Kalla*, Kamis (27/11) siang, di Kantor Kepresidenan, memimpin rapat paripurna Kabinet Indonesia Bersatu. Dalam rapat yang dimulai pukul 14.00 WIB, dan berakhir pukul 21.00 WIB diselingi shalat Asar dan Magrib ini dibahas berbagai hal, terutama menyangkut bagaimana mengatasi dampak krisis finansial yang melanda dunia. Usai rapat, Menko Polhukham Widodo AS, mengatakan untuk tahun 2009 hingga 2010 pemerintah akan fokus dan berupaya untuk terus menjaga dan menjamin kegiatan ekonomi, utamanya diorientasikan mengatasi dampak dari krisis keuangan global dan implikasinya terhadap dunia usaha dan sektor riil. "Pergerakan ini orientasinya bagaimana memelihara dan menjaga momentum pertumbuhan, bagaimana kita mengoptimalkan APBN baik sisa waktu APBN 2008 maupun APBN 2009, yang intinya sebenarnya bagamana program-program ataupun kegiatan dalam optimasi pelaksanaan APBN itu diletakkan pada program-program yang memang bisa membuat lapangan kerja, menstimulasi pertumbuhan dan membangun sosial safety net, serta diupayakan untuk menjamin dunia usaha tetap bergerak . "Untuk itu Presiden mengarahkan perlu ada atmosfir yang kondusif yang dibangun bersama, dalam konteks kordinasi bidang hukum, politik dan keamanan. Maka bagaimana masalah politik, hukum dan keamanan ini dapat dilakukan sebaiknya-baiknya , yang bisa mendukung dan mendorong menjaga pergerakan kegiatan ekonomi tersebut," kata Widodo AS. Terjemahan dari konteks ini, misalnya, Polri melakukan operasi razia premanisme sebagai upaya mengurangi praktek-praktek ekonomi biaya tinggi, tambahnya. Sementara itu Gubernur Bank Indonensia Boediono menambahkan, tanpa melepaskan independensinya, Bank Indonesia siap berkordinasi lebih erat dengan pemerintah dalam mengahdapi permasalahan bersama ini. "Kami mencatat dan mendengarkan pemaparna Menko Perekonomian, bahwa situasi perekonomian tahun 2008 aman dari segi pembiayaannya, maupun barangkali dari segi penerimaan dan sasaran yang ingin dicapai," kata Boediono yang mewakili Menko Perekonomian yang tidak bisa ikut memberikan keterangan pers, karena malam ini bertolak ke Jepang . Selanjutnya, Mensos Bahtiar Chamsyah mengatakan penanggulangan kemiskinan dan pengurangan pengangguran ada tiga kluster, pertama bantuan dan pengamanan sosial berjalan baik, kedua PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) Mandiri, dan ketiga Kredit Usaha Rakyat (KUR). Mengenai SKB 4 Menteri, Menakertrans Erman Suparno menjelaskan bahwa dari beberapa pasal-pasal yang ada, semangatnya adalah bagaimana menjaga situasi yang kondusif dalam konteks hubungan industrial. "Ini untuk menjaga kelangsungan dunia usaha dan kelangsungan pekerja untuk tetap bekerja dalam menghidari terjadinya PHK massal dalam rangka mengantisipasi dampak krisis yang terjadi," kata Erman Suparno. "Kita telah sepakat mereview SKB 4 Menteri itu, terutrama pasal 3 yang persepsinya terjadi suatu perbedaan pemahaman, yaitu yang semula gubernur dalam menetapkan Upah Minimun mengupayakan agar tidak melebihi pertumbuhan ekonomi nasional, maka perlu disempurnakan atau direview kembali, khusus pasal 3, yaitu menjadi Gubernur dalam menetapkan Upah Minimum dengan memperhatikan tingkat inflasi," kata Menakertrans. Hadir dalam rapat Paripurna ini, seluruh menteri KIB, Wantimpres, Gubernur BI, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, Kepala BIN, dan Jubir Presiden Andi Mallarangeng. (win) [Non-text portions of this message have been removed]

