klo ada yg bingung, siapa & spt apa orang2 macam bang Pitung ini, tulisan bang 
akmal kurang-lebih bs mewakilinye.
salam kenal ya



assalaamu'alaikum wr. wb.


Perkenalkan.  Kami ini Muslim.
http://akmal.multiply.com/journal/item/399


Islam adalah nama agama kami.  Artinya adalah "selamat" atau "tunduk patuh".  
Kami telah bersaksi bahwa tidak ada ilah selain Allah semata.  Anda tidak tahu 
ilah? Ilah adalah sesuatu yang diharapkan, ditakuti, dicintai, dan dipatuhi oleh
manusia. Itulah pernyataan loyalitas yang kami ulang sedikitnya
sembilan kali dalam sehari semalam. 

Kami adalah manusia yang
merdeka. Merdeka dari desakan hawa nafsu. Tidak mudah, tapi kami selalu
berusaha untuk tetap loyal pada satu-satunya ilah kami. Kami bukan termasuk 
orang-orang yang tunduk pada keinginannya
pribadi. Kami juga tidak tunduk pada godaan kesenangan badani belaka.
Kami merdeka karena tunduk pada Allah semata.

Bagi kami, tidak
ada yang absolut kecuali Allah. Kami tidak mengutak-atik Kitab Suci
kami, bahkan tidak berani sekedar untuk menambah satu kata atau huruf
baru ke dalamnya. Kami tidak berani untuk berpikir bahwa kami lebih
tahu urusan kami sendiri. Ada Yang Maha Tahu yang akan menyelesaikan
segala urusan kami. Kami berani di hadapan manusia dan takut di hadapan
Allah, lantang di hadapan diktator dan menyerah tanpa syarat di hadapan
Allah. Jangan bingung. Ini hanya masalah menempatkan diri pada
kedudukannya yang benar.

Kami ini Muslim.

Anda tahu siapa
kami? Kami adalah umat yang selalu menimbulkan rasa cemas kepada mereka
yang diliputi dengki. Kami menyuruh putri-putri kami berhijab, dan hal
itu membuat semua orang khawatir. Padahal mereka tidak ragu melepas
putri-putri mereka dengan pakaian minim hingga larut malam. Ah, mereka
hanya takut, karena kaum perempuan Muslim hidupnya lebih menyenangkan.
Mereka takut semua perempuan akan mengikuti jejak putri-putri kami.

Agama kami memang tidak pernah menyelisihi fitrah.
Semuanya sesuai dengan karakter dasar manusia. Mereka menutup aurat
bukan karena terpaksa, melainkan karena memang demikianlah yang baik
bagi mereka. Tanyakanlah pada putri-putrimu, bukankah hari-hari mereka
dilalui dengan penuh kekhawatiran karena mata lelaki yang selalu sigap
menangkap apa-apa yang sesuai dengan syahwatnya? Tanyakanlah pada kaum
perempuanmu, bukankah hidup mereka penuh dengan penyesalan karena
selalu disusahkan oleh para pria hidung belang? Ah, tidak perlu
dijawab. Kami sudah tahu jawaban jujurnya.

Jangan heran jika
kami enggan menyentuh minuman beralkohol, karena Allah memang tidak
menghendaki hamba-hamba-Nya melakukan perbuatan-perbuatan yang bodoh
seperti lazimnya orang mabuk. Semua hukum yang susah payah dirumuskan
oleh negara-negara Barat untuk menghindari ekses negatif dari minuman
keras hanya teori usang. Cukup sebuah ayat dalam Al-Qur'an, maka kami
pun menjauh darinya. Inilah bukti ketundukan kami.

Mengapa
kalian bingung menyaksikan kami shalat lima waktu setiap harinya?
Justru kamilah yang bingung melihat kalian begitu jarang meluangkan
waktu untuk Tuhan. Anda pikir shalat itu mempersulit hidup kami? Demi
Allah, kami tidak membasuh kepala kami dengan wudhu dan tersungkur
dalam sujud kecuali untuk mendapatkan manisnya iman. Kami paham jika
Anda tidak mengerti. Rasa manis hanya dipahami oleh mereka yang
memiliki lidah. Iman hanya dimengerti oleh mereka yang bersedia untuk
tunduk.

Kalian yang tidak memahami lezatnya iman tidak akan
mengerti tujuan hidup kami. Kami hidup hanya untuk mati. Semua manusia
begitu, tapi sedikit yang mau mengakuinya. Kenyataannya semua manusia
akan mati. Bedanya, kami memiliki tujuan yang pasti, dan kami yakin
pada petunjuk arah yang terpampang di depan mata. Kami tidak takut
mati, karena mati itu keniscayaan. Tidak ada bedanya mati sekarang atau
tahun depan. Yang menjadikannya beda hanyalah caranya. Kami adalah kaum
yang akan maju berdesak-desakan ketika pintu menuju syahid terbuka.

Anda tidak paham?  Tentu saja, karena Anda tidak memiliki kerinduan kepada 
akhirat.

Siapa
pun boleh menyangkal, tapi kebenaran adalah kebenaran. Kami hanya
menyuarakan kebenaran, dan kebenaran itu lincah seperti air. Jika
terhalang batu, ia akan mengambil jalan lain. Jika dibendung, ia akan
berkumpul hingga cukup banyak dan akhirnya melimpah dari dinding yang
menghadang. Jika Anda berusaha memenjarakan kebenaran yang terus
mengalir dalam suatu wadah, maka niscaya kebenaran itu akan menekan ke
segala arah, dan semua dinding pun akan runtuh.

Anda bisa
menghina Rasul kami dengan berbagai gambar yang tak pantas, tapi
semuanya hanya akan berakhir mengenaskan bagi para penghujat. Di negeri
penghujat Rasulullah saw. itu, lima ribu eksemplar Al-Qur'an telah
terjual dalam lima bulan saja. Anda bisa menyebarkan kabar bohong apa
pun tentang kami, namun hal itu hanya akan mendorong semua orang untuk
mengenal kami lebih jauh. Ini adalah kabar buruk bagi kalian, karena
siapa pun yang mempelajari Islam dengan baik niscaya hatinya akan
tersentuh. Teruskanlah makar ini, dan kami akan tetap menjadi
pemenangnya!

Anda bisa mengajak semua orang untuk memerangi
kami, namun kebenaran akan sampai juga pada telinga-telinga yang tetap
terbuka. Kalian bisa membumihanguskan negeri-negeri kami, namun Islam
akan sampai juga di negeri kalian. Cepat atau lambat, negeri kalian
akan menerima Islam dengan tangan terbuka, karena kebenaran akan selalu
menyentuh hati manusia yang cenderung pada kelembutan.

Kami ini
Muslim. Kamilah yang akan memenangkan pertarungan, jika memang Anda
bersikeras untuk bertarung. Tapi jangan khawatir, karena kami tidak
merasa perlu memaksa Anda masuk ke dalam barisan kami. Cukuplah dengan
menjadi teman yang baik, dan semuanya akan baik-baik saja. Allah SWT
tidak melarang kami berteman dengan siapa pun yang tidak memerangi
kami. Kepada semuanya, kami sampaikan salam hangat persahabatan :
bukalah pintu hati kalian untuk kebenaran, dan ia akan datang dengan
berbagai cara yang belum pernah kalian bayangkan sebelumnya.

Kami
adalah tangan-tangan yang saling berpegangan dan saling menjaga satu
sama lainnya. Kami adalah dahaga yang saling mendahulukan. Kami adalah
tubuh-tubuh yang saling menyelamatkan. Kami adalah lidah-lidah yang
saling menghibur dan hati yang saling mencemaskan. 

Kami adalah Muslim.  Kami akan menang.

Artikel ini juga dimuat di situs eramuslim.

wassalaamu'alaikum wr. wb.



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke