http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2008/12/05/3790.html

*Presiden pada Peringatan Hipenca*

*Pemerintah Akan Terus Tingkatkan Kesejahteraan Penyandang Cacat*



(Presiden SBY bersama seorang penyandang cacat pada peringatan Hari
Internasional Penyandang Cacat di Istana Negara, Jumat (5/12) pagi. (foto:
abror/presidensby.info))

Jakarta: Pemerintah serius untuk terus meningkatkan kesejahteraan para
penyandang cacat di Indonesia, kata *Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono*dalam sambutannya pada peringatan Hari Internasional
Penyandang Cacat Tahun
2008 di Istana Negara, Jumat (5/12) pagi.

Di bidang pendidikan dan latihan, lanjut SBY, sampai tahun 2007 lalu, di
Indonesia telah memiliki TK Luar Biasa sejumlah 498 unit, SD Luar Biasa 1176
unit, SMP Luar Biasa 521 unit, dan SMA Luar Biasa 433 unit, yang kesemuanya
menampung 66.425 anak. "Ada juga 796 sekolah reguler yang inklusif, yang
menerima baik siswa penyandang cacat maupun siswa yang normal, di 22
propinsi yang menampung 16.320 anak cacat," jelas Presiden SBY.

"Beasiswa anak penyandang cacat keluarga miskin yang dikeluarkan pemerintah
berjumlah 76 ribu beasiswa. Ke depan, pemerintah akan terus meningkatkan
bantuan dan pelayanan kepada penyandang cacat," tegasnya. Tahun 2008,
jaminan sosial bagi penyandang cacat berat berjumlah 10 ribu penyandang
cacat dengan besaran Rp 300 ribu/orang/bulan. "Tahun 2009 ini meskipun ada
resesi ekonomi dunia, meskipun ada krisis keuangan global yang tentu
berdampak bagi APBN kita, tapi kita telah sepakat untuk menaikkan anggaran
bagi penyandang cacat," ujar SBY. "Pemerintah telah mengusulkan kepada DPR
dan DPR telah menyetujuinya, kita tingkatkan jumlahnya menjadi 17 ribu
penyandang cacat berat," SBY menerangkan.

Subsisdi penyandang cacat di panti-panti rehabilitasi yang berjumlah 167
orang juga telah dinaikkan biaya per orang per harinya. Dari semula Rp
2.500/orang/hari menjadi Rp 3.000/orang/hari.

"Tadi pagi saya menelepon Menteri Keuangan dan mendiskusikan masalah ini.
Saya minta Menteri Keuangan untuk melakukan perhitungan-perhitungan bersama
Menteri Sosial dan menteri terkait, agar dipikirkan lagi untuk meningkatkan
subsidi bagi penyandang cacat sesuai dengan kemampuan pemerintah. Sesuai
dengan laporan Menteri Keuangan, masih ada ruang untuk itu," jelas SBY.

Nampak hadir antara lain, Menko Polhukkam Widodo AS, Menko Kesra Aburizal
Bakrie, Mendiknas Bambang Sudibyo, Mendag Mari E. Pangestu, dan Menteri
Perindustrian Fahmi Idris. (osa)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke