Maradona: Jangan Mau Didikte Amerika Lagi
GETTY IMAGES
Diego Armando Maradona berbicara politik. Katanya, ini saatnya negara-negara
lain melepaskan diri dari pengaruh AS.
Selasa, 9/12/2008 | 00:40 WIB
KALKUTA, SELASA - Pelatih timnas dan legenda sepak bola Argentina, Diego
Armando Maradona, tak mau diam melihat situasi dunia saat ini. Dia mengatakan,
krisis ekonomi global akibat kebijakan yang keliru dari Amerika Serikat (AS),
terutama rezim Presiden george W. Bush. Sekarang, saatnya negara-negara kecil
membebaskan diri dari ikatan Amerika.
Maradona mengatakan hal itu di sela-sela kunjungannya di Kalkuta, India.
Menurutnya, kemunduran ekonomi global saat ini akibat kesalahan Amerika. Kini,
mereka limbung dan saatnya negara-negara yang selama ini didikte Amerika
melepaskan ikatan itu untuk lebih bebas mengambil keputusan.
"Maslah utama akibat tindakan Amerika Serikat. Mereka menyatakan sebagai negara
besar, sedangkan lainnya negara kecil. Mereka menentukan banyak hal, kemudian
negara-negara kecil harus mengikutinya. Tapi sekarang, setelah apa yang terjadi
(krisis ekonomi di AS, Red), datanglah saatnya buat setiap negara untuk
menentukan keinginannya sendiri," tegasnya, seperti diberitakan Times India.
Maradona memang dikenal beraliaran kiri dan peduli dengan politik dunia. Dia
juga sudah lama menentang Amerika Serikat, bahkan berteman dekat dengan
Presiden Kuba, Fidel Castro, yang merupakan lawan AS. Dia juga berkawan dengan
Presiden Bolivia, Evo Morales, dan Presiden Venezuela, Hugo Chaves.
"Bersama Castro akan memiliki waktu yang kaya, meski kita baru menyapanya. Kami
berbicara sepak bola, politik, baseball. Kami juga membicarakan Amerika. Kami
membahas sisi gelap dari imperialisme," akunya.
Dia juga menyinggung masalah terorisme yang mulai muncul di mana-mana, termasuk
di India. "Kita harus menghentikannya, karena banyak orang dan anak-anak yang
tak berdosa harus menanggung akibatnya. Mereka seharusnya tak menjadi korban
teror itu," katanya. (TMI)
[Non-text portions of this message have been removed]