Dengan tingginya harga BBM di Indonesia (di atas harga
dunia), yang menikmati keuntungannya tidak lebih dari
8 juta orang (kurang dari 4% penduduk Indonesia) yang
terdiri dari para pejabat, pegawai perusahaan migas,
PNS, dll.

Tapi 210 juta lebih rakyat Indonesia menderita karena
berbagai harga barang jadi mahal. Sementara ratusan
ribu dan bahkan mungkin jutaan buruh akan menganggur
karena perusahaan mereka tutup.

Inikah "kebersamaan" yang dipropagandakan SBY "Bersama
kita bisa"?
 
--- zulpadli muis <[EMAIL PROTECTED]> menulis:

> Mas Taufik yang seide, ini sebuah hal yang
> menyakitkan kita yah??? Negara
> kaya ?penghasil minyak koq harga BBM masih mahal
> aja. Malaysia saja sejak
> harga minyak mentah turun sudah sebanyak 5 kali
> nurunkan harga BBM, lah kalo
> kita baru sekali itupun kecil teing (pelit amat gitu
> lho) Memang minyak dan
> kekayaan alam Indonesia punya "mereka" apa!!! ini
> adalah punya seluruh
> rakyat Inonesia tau!!! mereka (yang lagi megang
> kursi) itu hanya yang diberi
> amanah untuk mengurusnya aja hasilnya untuk rakyat
> dong!!! benar mas
> taufik???
> 
> Kayaknya memang ini bukan alasan ekonomis aja harga
> BBM kita ditentukan
> (mengikuti harga keekonomian) tapi ini adalah alasan
> politis!!! buktinya
> dengan semakin liberalnya ekonomi kita terutama
> pengelolaan Migas yang
> dituangkan dlm UU pro barat penjajah (Kapitalis dan
> Liberalis) UU Migas No.
> 22 thn 2001 dan UU Penanaman Modal No. 25 th 2007.
> dan masih banyak UU
> lainnya.
> melalui milis marilah kita menyatukan pikiran dan
> perasaan dan aturan kita
> bahwa hal ini tidak bisa dibiarkan. marilah kita
> sadarkan masy. kita untuk
> beralih kepada sistem dan aturan yang mahapurna
> yaitu aturan dari Rabb Ilahi
> Robbi Allah SWT yaitu syariah Islam dlm bingkai
> Khilafah Islamiyah.
> 
> 
> Wassalam saudaramu
> 
> 
> Pada 6 Desember 2008 21:43, Taufik Dwidjowinarto <
> [EMAIL PROTECTED]> menulis:
> 
> >   Perbandingan harga eceran BBM di Indonesia yg
> konon katanya 'jauh' lebih
> > murah dibandingkan dengan harga eceran BBM di
> negara lain, merupakan alasan
> > 'klasik' yang selalu dijadikan argumen setiap kali
> pemerintah mengeluarkan
> > kebijakan menaikkan BBM eceran dalam negeri.
> >
> > Namun, selalu saja tak pernah dibahas bahwa
> perbandingan harga itu
> > sejatinya tidaklah 'fair' mengingat spesifikasi
> teknis dan kualitas yang
> > 'jauh'berbeda.
> >
> > Konon katanya, akan kelihatan lebih tidak 'fair'
> lagi jika diperbandingkan
> > juga perihal tradisi 'menyunat' takaran
> 'literan'-nya, yang kata beberapa
> > orang hal itu sudah menjadi rahasia umum.
> >
> > Konon rumor perihal takaran ini, para konsumen
> dalam usaha mencoba
> > memperbandingkannya 'takaran literannya' tidaklah
> harus pergi jauh-jauh
> > nyeberang ke mancanegara. Katanya, cukup
> memperbandingkannya dengan
> > 'takaran'literannya SPBU yang dikelola oleh
> Petronas ataupun Shell.
> >
> > Tentu akan muncul banyak sanggahan dan bantahan,
> Dan konsumen pun tentu
> > akan percaya atau terpaksa percaya dengan
> sanggahan itu.
> >
> > Namun beberapa orang yg usil, mempertanyakan
> tentang latarbelakang
> > munculnya dua sebutan kategori SPBU, ada SPBU
> kategori 'Pasti Pas' namun ada
> > pula SPBU ýg belum'menyandang predikat 'Pasti
> Pas'.
> >
> > Maka wajarlah jika hal itu menimbulkan tanda tanya
> dikalangan orang yang
> > suka usil dan jahil. Kenapa ada SPBU yang disebut
> Pasti Pas sedangkan ada
> > pula SPBU yang lainnya kok tak disebut Pasti Pas
> ?, apa yang membedakannya
> > ?. Pas dimananya ?, Tidak Pas dimananya ?.
> >
> > Anehnya, hari ini ada berita yang mengejutkan.
> Berita tersebut menyebutkan
> > bahwa hari ini harga eceran BBM di Amerika Serikat
> 'lebih murah' dari harga
> > eceran BBM di Indonesia.
> >
> > Lha apa iya ?. Kok bias ?, emangnya pemerintah
> Amerika Serikat mengeluarkan
> > 'subsidi' terhadap harga BBM lebih besar dari pada
> pemerintah Indonesia
> > men-'subsidi' harga BBM ?.
> >
> > Kok bisa lebih murah ?, emangnya kualitas BBM
> Amerika Serikat lebih buruk
> > dibandingkan kualitas BBM Indonesia ?.
> >
> > Beberapa orang yang suka mengeluh dan keluh kesah
> menumpahkan kekesalannya,
> > Harga BBM-nya lebih mahal masih pula Harga
> Mobil-nya pun juga lebih mahal.
> >
> > Alamak, kok mengeluh soal harga BBM terus sih,
> kenapa nggak pasrah dan
> > nrimo serta tawakal saja sih !.
> >
> > Jangan suka mengeluh terus soal harga BBM, coba
> jagalah hati jangan kau
> > kotori !. Mengeluh terus soal BBM akan membuat
> Qolbu-nya nggak jadi Qolbun
> > Salim lho !.
> >
> > Wallahuálambishshawab.
> >
> > ***
> >
> > Harga rata-rata BBM di Amerika Serikat (AS) kini
> sudah 'lebih murah' dari
> > harga BBM di Indonesia.
> >
> > Jika memakai patokan kurs 5 Desember 2008 di level
> 11.670 per dolar AS,
> > harga satu liter bensin di AS senilai Rp 5.450.
> >
> > Dengan harga senilai Rp 5.450 per liter, maka
> harga bensin di AS lebih
> > murah Rp 50 dibandingkan harga premium di
> Indonesia yang saat ini Rp 5.500
> > per dolar AS.
> >
> > Seperti dilansir CNNMoney.com, Sabtu (6/12/2008)
> harga BBM di AS masih akan
> > cenderung turun mengikuti pelemahan harga minyak
> dunia yang posisi per 5
> > Desember 2008 ada di level US$ 40 per barel.
> >
> > Harga rata-rata BBM di AS kini turun 1,6 sen
> menjadi sebesar US$ 1,773 per
> > galon (1 galon = 3,8 liter).
> >
> > AS telah mengalami penurunan harga BBM dalam 79
> hari terakhir.
> >
> > Harga BBM di AS telah terpangkas 57% dari harga
> tertinggi 17 Juli 2008 di
> > level US$ 4,114 per galon saat minyak dunia berada
> di level tertinggi US$
> > 147 per barel.
> >
> > Perlambatan ekonomi yang terjadi di negeri Paman
> Sam telah membuat
> > permintaan akan BBM menurun tajam. Konsumsi minyak
> juga sebenarnya sudah
> > mulai menurun sejak harga berada di atas US$ 100
> per barel.
> >
> > Meski harga rata-rata BBM di AS sudah di bawah US$
> 2 per galon, namun
> > beberapa negara bagian masih ada yang tinggi
> seperti Alaska US$ 2,763 per
> > galon, Hawaii US$ 2,613 per galon dan New York US$
> 2,128 per galon.
> >
> > Sedangkan harga BBM terendah ada di negara bagian
> Missouri sebesar US$
> > 1,566 per galon yang berarti harga bensin hanya Rp
> 4.800 per liter.
> >
> > Sementara harga BBM untuk mesin diesel yang banyak
> digunakan untuk
> > kendaraan komersial dan truk juga turun 1,8 sen
> menjadi US$ 2,704 per galon.
> >
> >
> > Begitu juga dengan harga bahan bakar nabati jenis
> etahnol turun 0,1 sen
> > menjadi US$ 1,577 per galon.
> >
> >
> > Harga BBM di AS Lebih Murah dari Indonesia.
> > 06/12/2008.
> >
> >
>
http://www.detikfinance.com/read/2008/12/06/173552/1049333/4/harga-bbm-di-as-lebih-murah-dari-indonesia
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > ---------------------------------
> >
> > Tarekat Qodiriyah Wa Naqsyabandiyah
> > klik
> > http://www.SyaikhAchmadSyaechudin.org
> >
> > ---------------------------------
> >
> >
> > ---------------------------------
> > Terhubung langsung dengan banyak teman di blog dan
> situs pribadi Anda?
> > Buat Pingbox terbaru Anda sekarang!
> >
> > [Non-text portions of this message have been
> removed]
> >
> >  
> >
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been
> removed]
> 
> 


===
Paket Umrah 2009 Mulai Rp 16,9 juta
Informasi selengkapnya ada di:
http://www.media-islam.or.id

Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS

Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252

Untuk berhenti: UNREG SI kirim ke 3252. hanya dari Telkomsel 
Informasi selengkapnya ada di http://syiarislam.wordpress.com


      Kenapa BBM mesti naik? Apakah tidak ada solusi selain itu? Temukan 
jawabannya di Yahoo! Answers! http://id.answers.yahoo.com

Kirim email ke