Pak KM,
Saya kira tak ada perbedaan signifikan, karena  ditulis :"mempercayai teori 
evolusi buah karya Charles Darwin 
merupakan sumbangan ide dari Alfred Russel Wallace".


  ----- Original Message ----- 
  From: [EMAIL PROTECTED] 
  To: [EMAIL PROTECTED] ; [email protected] 
  Sent: Saturday, November 29, 2008 10:59 PM
  Subject: [ppiindia] Re: [nasional-list] LIPI Adakan Simposium Peringati 
Alfred Wallace


  Wallace bukan penganut teori Darwin. Mereka satu zaman dan bahkan teori 
  Darwin diindpirasi oleh temuan-temuan Wallace.
  KM

  ----Original Message----
  From: [EMAIL PROTECTED]
  Date: 01/12/2008 2:59 
  To: <[EMAIL PROTECTED]>, <[email protected]>
  Subj: Re: [nasional-list] LIPI Adakan Simposium Peringati Alfred 
  Wallace

  ´Bukankah Wallace adalah penganut teori Darwin, jadi apakah sudah 
  didapat izin MUI dan FPI untuk dilaksanakan seminar ini? 

  ----- Original Message ----- 
  From: Sandy Dwiyono 
  To: [EMAIL PROTECTED] ; [email protected] 
  Sent: Saturday, November 29, 2008 11:13 AM
  Subject: [nasional-list] LIPI Adakan Simposium Peringati Alfred 
  Wallace

  http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/27/2205038/lipi.adakan.
  simposium.peringati.alfred.wallace

  LIPI Adakan Simposium Peringati Alfred Wallace


  JAKARTA, KAMIS - Masyarakat Ternate dan sebagian peneliti alam di 
  Indonesia, mempercayai teori evolusi buah karya Charles Darwin 
  merupakan sumbangan ide dari Alfred Russel Wallace. Ia adalah seorang 
  naturalis asal Inggris yang pernah menetap di Indonesia, yang juga 
  pernah mengamati flora dan fauna di Kawasan Wallacea.

  Surat yang dikirim Wallace kepada Darwin bertajuk 'Letter from 
  Ternate' pada 1858, dianggap masyarakat Ternate dan sebagian peneliti 
  di Indonesia sebagai cikal-bakal tersusunnya teori evolusi. Untuk 
  memperingati 150 tahun surat yang juga dikenal orang sebagai 'Surat 
  dari Ternate' tersebut, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) 
  bekerjasama dengan pemerintah kota Ternate, dan Yayasan Wallacea, akan 
  menyelenggarakan Pra-Simposium pada 2-3 Desember 2008 di Ternate.

  "Pra Simposium dilakukan sebagai awal dari International Symposium 
  on Alfred Russel Wallace & The Wallacea, yang akan di selenggarakan 
  Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia, bekerjasama dengan The Wallacea 
  Foundation, LIPI, dan Conservation International. Dan akan dilaksanakan 
  di Makassar 10-13 Desember," ujar Kepala LIPI, Prof. Dr. Umar Anggara 
  Jenie, dalam jumpa pers di gedung LIPI, Jakarta, Kamis (27/11).

  Selain itu, kata Jenie, keikut sertaan LIPI dalam kedua acara itu, 
  terkait dengan Ekspedisi Widya Nusantara (E-Win) yang telah 
  dilaksanakan pada 2007.

  "Penelitian ilmiah tersebut meneliti tentang keanekaragaman hayati, 
  seperti yang ditempuh Wallace. Dan sudah kami lakukan, mulai dari Raja 
  Ampat di Papua sampai Maluku. Dimana hasilnya akan kami bawa ke Pra 
  Simposium dan Simposium di Ternate dan Makassar," lanjutnya. Janie 
  melanjutkan, ada kemungkinan hasil dari Pra Simposium maupun Simposium 
  nanti, akan diberikan kepada organisasi di dunia untuk memberikan 
  pengakuan kepada sosok Wallace.

  "Karena peran Wallace tidak kalah penting dari Darwin," tuturnya. 
  Dalam kurun delapan tahun, Wallace berhasil mendokumentasikan ribuan 
  jenis flora dan fauna di kawasan wallacea, yang meliputi kepulauan 
  Sulawesi, Maluku, dan Nusa Tenggara.

  C11 08



   

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke