MLM itu tipu muslihat

  ----- Original Message ----- 
  From: ali.hozi 
  To: [email protected] 
  Sent: Saturday, November 29, 2008 3:35 AM
  Subject: [ppiindia] Kisah Pengusaha Muslim Yang Sukses dari Sebuah Kota di 
Jawa Timur


  Kisah Nyata)
  Oleh : Alihozi
  http://Alihozi77.blogspot.com

  Saya mendapatkan sebuah email yang bertanya mengenai boleh tidaknya
  seorang muslim ikut MLM (Multilevel Marketing) , saya menjawab
  daripada ikut MLM yang nota bene menjual produk orang lain yang
  harganya sudah dipatok dari perusahaan MLM tsb, lebih baik membuka
  usaha sendiri atau berdagang barang sendiri yang bisa menentukan
  sendiri tingkat laba yang diinginkan. Sebagai pelengkap jawaban tsb
  berikut ini saya akan bercerita kisah nyata tentang seorang pengusaha
  muslim yang sukses dari Jawa Timur karena meninggalkan bekerja dengan
  orang lain dan membuka usaha konveksi. Mudah-mudahan bisa memotivasi
  saya pribadi dan pemuda muslim lainnya.

  Pada era tahun 1960-an di sebuah kota kecil di Jawa Timur hiduplah
  seorang buruh pabrik sabun milik seorang pengusaha nonpribumi kita
  panggil saja ia dengan nama Pak Lukman (nama samaran red), gajinya
  sangat dibedakan hampir 3 kali lipat dengan buruh lain karena
  keahliannya membuat cetakkan sabun sangat bagus.

  Walaupun gaji yang sudah lumayan, buruh tsb pada suatu hari berfikir
  bahwa "kalau saya terus bekerja dengan orang lain saya tidak akan kaya
  apalagi anak saya berjumlah 11 orang, saya harus keluar dari pabrik
  sabun ini untuk membuka usaha konveksi". Maka ia segera mengajukan
  berhenti kepada bosnya , namun bosnya yang orang non pribumi tsb
  menghalanginya agar tidak keluar malah gajinya akan dinaikkan lebih
  tinggi lagi. Karena tekad yang bulat Pak Lukman tetap memilih keluar
  dari pabrik sabun tsb.

  Pada awalnya Pak Lukman membuka usaha konveksi, keuntungannya masih
  sedikit masih dibawah gajinya di pabrik sabun, sehingga ia selalu
  dibujuk oleh bosnya di pabrik sabun untuk kembali kerja dengannya.
  Tetapi Pak Lukman menolaknya dan ia tetap pada pendiriannya untuk
  terus melanjutkan usaha konveksinya. Dan benar saja pada dekade tahun
  1965-1970 an ia telah berhasil menjadi pengusaha konveksi yang sukses
  di kota Jawa Timur tsb.

  Semangat jiwa entrepreneur Pak Lukman ia teruskan kepada 11
  anak-anaknya sampai ia meninggal tahun 1980an, ia tidak menginginkan
  anak-anaknya untuk bekerja kepada orang lain. Saat ini pada tahun 2000
  an anak-anaknya (walaupun tidak semua) telah berhasil menjadi
  pengusaha-pengusaha yang terkenal di kota Jawa Timur tsb, ada yang
  menjadi pengusaha konveksi dan pengusaha salon kecantikan muslimah.

  Salah satu anak tertuanya yang sudah berusia 60 tahun , sekarang ini
  sering memberikan ide,gagasan dan semangat kepada setiap pemuda muslim
  yang berdiskusi dengannya termasuk kepada penulis pribadi, untuk
  selalu mengembangkan semangat berwirausaha dan meninggalkan keinginan
  bekerja dengan orang lain. Hasilnya sudah ada beberapa pemuda muslim
  yang sekarang sukses mengikuti sarannya untuk membuka usaha sendiri
  walaupun untuk itu harus menempuh perjuangan yang tidak mudah.

  Ummat muslim yang penduduknya mayoritas di Indonesia haruslah segera
  meninggalkan pola fikir yang masih bekeinginan setelah sekolah tinggi
  lalu bekerja dengan orang lain menuju pola fikir untuk membangun
  semangat jiwa entrepreneur pada diri sendiri dan anak keturunan
  seperti apa yang dicontohkan oleh keluarga Pak Lukman tsb.

  Bukankah Rasululah SAW dan mayoritas para sahabat mencotohkan untuk
  menjadi entrepreneur. Hanya dengan membangun semangat jiwa
  entrepreneur , ummat muslim bisa mengejar ketinggalan di bidang
  ekonomi, apalagi saat ini kita sedang menghadapi realitas ekonomi
  global yang penuh ketidak pastian dan kondisi ekonomi dalam negeri
  yang mana mulai banyak terjadinya PHK karyawan di berbagai sector
  industri komoditas ekspor akibat dari krisis financial global.

  Siapa yang ingin menyusul menjadi entrepreneur muslim seperti Keluarga
  Pak Lukman ?

  Wallahu'alam

  Al-Faqir

  © Alihozi 28 November 2008

  Komentar dan saran atas artikel ini bisa dikirimkan ke
  http://Alihozi77.blogspot.com atau sms ke 0813-882-364-05



   

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke