http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2008/12/11/3810.html

*SBY Pimpim Ratas Percepatan Infrastruktur*


*(Presiden SBY* dan *Wapres JK* memimpin rapat terbatas membahas
perkembangan program infrastruktur di Kantor Presiden, Kamis (11/12) siang.
(foto: cahyo/presidensby.info))

Jakarta: *Presiden Susilo Bambang Yudhoyono *memimpin Sidang Kabinet
Terbatas membahas rangkaian kesiapan pemerintah untuk terus mematangkan dan
melaksanakan program-program untuk mengantisipasi dampak krisis global, di
Kantor Presiden, Kamis (11/12) siang. "Pada pembicaraan hari ini, pembahasan
masih menyangkut pada proyek-proyek infrastruktur yang sudah atau sedang
dilaksanakan pemerintah yang akan dilaksanakan seterusnya di tahun 2009,"
Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan usai sidang.

"Tadi sudah dilaporkan Menteri PU, Menteri Perhubungan, Menteri ESDM, dan
Menkominfo yang membawahi berbagai infrastruktur-infrastruktur yang sangat
signifikan dan strategis, seperti di bidang energi, telekomunikasi, jalan
tol, berbagai proyek perbaikan infrastruktur pelabuhan laut maupun udara dan
kereta api. Tadi disampaikan kemajuan-kemajuan dan hambatan yang dihadapi,
termasuk mana proyek-proyek yang diperkirakan akan selesai 2009 dan mana
yang akan dimulai tahun 2009. Biasanya proyek-proyek infrastruktur tidak
bisa selesai dalam satu tahun anggaran," kata Sri Mulyani, yang juga
merangkap Plt Menko Perekonomian.

"Jadi kita akan melihat beberapa proyek-proyek yang memang sudah ada di
dalam perencanaan pemerintah. Tujuannya adalah agar keseluruhan proyek itu,
tentu selain untuk menambah infrastruktur yang menunjang perekonomian, yang
lebih penting lagi adalah di dalam rangka untuk mengurangi pengangguran dan
menciptakan kesempatan kerja di dalam rangka mengantisipasi kalau
perekonomian mengalami penurunan terutama dari faktor luar negeri," ujar Sri
Mulyani.

Presiden SBY berencana untuk meneruskan pembicaraan ini untuk membahas lebih
lanjut pada sektor-sektor yang lebih luas, yaitu sektor industri, sektor
pangan, pertanian, termasuk di dalamnya pupuk yang dalam beberapa hari
terakhir sempat menjadi pemberitaan di media massa. "Nanti kita akan
teruskan sidang ini dan tentu nanti beberapa hasil dari sidang kabinet akan
disampaikan sesudah Presiden selesai membahas keseluruhan," lanjutnya.

Untuk ke depan, Presiden SBY meminta para menteri untuk menyiapkan action
plan. "Ini sebetulnya lebih merupakan derivasi dari apa yang akan dilakukan
para menteri pada tingkat konkret, sektor riil, yang sangat relevan terhadap
penyelesaian persoalan-persoalan yang mungkin terjadi atau mungkin akan
terjadi pemburukan di dalam perekonomian akibat melemahnya ekonomi dunia,"
terang Sri Mulyani.

"Jadi kalau anda melihat bahwa proyeksi ekonomi dunia termasuk di Amerika,
Eropa, dan Jepang menurun sangat tajam pada kuartal terakhir ini dan ini
diperkirakan akan terus berlangsung semester I sampai dengan kuartal ketiga
tahun depan. Oleh karena itu kita juga perlu melakukan antisipasi, dampak
dari pelemahan itu terhadap perekonomian nasional," tandas Sri Mulyani.

Hadir pula dalam Sidang Kabinet Terbatas tersebut, antara lain, Wakil
Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukkam Widodo AS, Mensesneg Hatta Rajasa,
Menteri Perdagangan Mari E. Pangestu, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro,
Kapolri Bambang Hendarso Danuri, dan Ketua BKPM M.Lutfi. (osa)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke