Innalillahi wa `inna ilaihi rojiun ------------------------------------------ http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2008/12/11/3809.html
*Ali Alatas Meninggal, Presiden SBY Berduka * Jakarta; Mantan Menteri Luar Negeri yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Presiden, Ali Alatas, meninggal dunia di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura, sekitar pukul 07.30 waktu setempat. "Hari ini hari berkabung bagi kita semua," kata Juru Bicara Presiden Dino Patti Djalal di Kantor Presiden, Kamis (11/12) pagi. *Presiden Susilo Bambang Yudhoyono* mendengar kabar meninggalnya Ali Alatas di Bali. Saat itu, Presiden SBY usai dalam perjalanan mobil menuju bandara Ngurah Rai untuk kembali ke Jakarta. "Beliau sangat sedih dan syok mendengar berita tersebut. Apalagi beberapa waktu lalu, ketika Presiden mengunjungi Pak Ali Alatas di Singapura, Pak Ali nampak sedang dalam proses penyembuhan dan bahkan sudah ada rencana mau pulang tanggal 17 Desember. Jadi waktu itu kesan Presiden adalah beliau sudah membaik kondisinya," Dino menjelaskan. Berita meninggalnya Ali Alatas terasa sangat berat dan semua pihak merasa terpukul atas kejadian yang tidak terduga ini. "Tadi ada suasana berkabung yang sangat terasa di pesawat dalam perjalanan pulang dari Bali menuju Jakarta. Seluruh delegasi diam dan termenung atas kepergian Pak Ali Alatas. Sekarang kita sedang melakukan koordinasi tentang penyambutan dan pemakamannya karena Pak Ali bukan hanya milik keluarga tapi juga milik bangsa," Dino menambahkan. "Beliau bukan hanya diplomat biasa, tapi juga seorang negarawan. Rencananya, jenazah akan dimakamkan di TMP Kalibata karena beliau punya bintang Adi Mahaprana dan juga bintang Republik Indonesia Utama. Dengan dua bintang tersebut beliau berhak dimakamkan di TMP Kalibata dengan upacara militer," ujar Dino. "Sekarang sedang dikoordinasikan dengan keluarga untuk penyambutan jenazah, nanti sekitar jam 18.00." Saat ini sedang diatur dengan keluarga apakah jenazah akan disemayamkan di Deplu atau di rumah keluarga Ali Alatas di daerah Jakarta Selatan. "Direncanakan pemakaman akan berlangsung pukul 09.00 besok pagi, tapi masih menunggu karena sekarang semua sedang bergerak untuk merencanakan proses dan juga timeline-nya," lanjutnya. Ali Alatas sudah hampir dua pekan dirawat di RS Mount Elizabeth, Singapura, setelah sempat mengalami kritis di Jakarta. Diduga Ali Alatas mengalami serangan jantung. Lalu diterbangkan secara khusus ke Singapura untuk mendapatkan perawatan. "Presiden ada rasa bersyukur karena sempat menjenguk sebelum Pak Ali menghembuskan nafas terakhir karena Presiden sangat menghormati sekali beliu," terang Dino. Presiden SBY, lanjut Dino, menganggap Ali Alatas sebagai negararawan dan Presiden SBY sudah lama menjalin hubungan dengan Ali Alatas. "Dulu ketika masih di TNI dan menjadi menteri, SBY memandang Ali Alatas sebagai diplomat ulung dan seorang yang dihormati masyarakat internasional. Ali Alatas disegani dan selalu memberikan yang terbaik sampai akhir hayatnya. Beliau selalu semangat menjalankan tugasnya. Kantor Pak Ali tepat di belakang Istana dan selalu memberi masukan-masukan secara jujur, apa adanya, berbobot dan mengutamakan kepentingan nasional," kata Dino. "Beliau orang yang sangat langka. Kita semua merasa kehilangan dan Presiden SBY serta Ibu Ani sangat sedih mendengar kepergian putra terbaik bangsa ini," Dino menambahkan. "Ali Alatas sudah melalang buana di dunia diplomasi Indonesia selama 30 tahun, jadi prestasi beliau cukup luar biasa. Saya tidak bisa urutkan satu persatu, tapi kalau sata bisa catat, tonggak-tonggak prestasi beliau yang paling tinggi tentu saja adalah ketika beliau beliau bersama Perancis menyelesaikan konflik Kamboja yang berdarah. Ironisnya, beliau tidak pernah mendapatkan kredit. Yang mendapat kredit adalah Perancis padahal yang menyelesaikan secara terus menerus dengan tekun mencari kompromi dan solusi itu adalah Ali Alatas. Semua orang tahu itu," tegas Dino. Ali Alatas juga berjasa menyelesaikan perdamaian di Moro. "Selama kepemimpinan Ali Alatas, bendera kita di ASEAN berkibar. Indonesia dipandang sebagai negara yang memainkan peran kepemimpinan di ASEAN," Dino menuturkan. Pada era Ali Alatas, ASEAN yang semula beranggotakan enam negara bertambah menjadi 10 negara. Peran Indonesia di dunia juga berkembang sangat menonjol pada saat pria yang akrab disama Alex ini menjadi Menlu, terutama di kancah gerakan Nonblok dan OKI, juga politik Utara-Selatan. "Beliau membawa suara-suara negara berkembang dengan sangat gigih dan di bawah beliau sikap bebas aktif beliau sangat kentara," kata Dino. (osa) http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2008/12/11/3811.html Presiden SBY Akan Jadi Irup Pemakaman Almarhum Ali Alatas Presiden SBY, Wapres JK dan para menteri hening sejenak memanjatkan doa untuk almarhum Ali Alatas sebelum sidang kabinet terbatas di Kantor Presiden, Kamis (11/12) siang. (foto: abror/presidensby.info)Jakarta: Jumat (12/12) pagi besok, rencananya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan bertindak sebagai Inspektur Upacara pada pemakaman almarhum Ali Alatas di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan. "Bila tidak ada perubahan, pemakaman direncanakan akan berlangsung pukul 09.00 WIB," kata Juru Bicara Presiden, Dino Patti Djalal, di Kantor Presiden, Kamis (11/12) sore. Presiden SBY memimpin doa untuk almarhum Ali Alatas sebelum sidang kabinet terbatas membahas perkembangan program-program infrastruktur di Kantor Presiden. SBY bersama Wapres Jusuf Kalla dan para menteri peserta sidang berdiri dan hening sejenak serta menundukkan kepala. Jenasah almarhum Ali Alatas diperkirakan akan tiba di Jakarta pukul 18.10 WIB nanti dan akan langsung dibawa ke rumah duka di Jl. Banda, Kemang, Jakarta. "Nanti malam rencananya Presiden SBY akan melayat bersama Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi yang merupakan teman lama almarhum semenjak menjadi Menlu dulu," Dino menjelaskan. (osa) [Non-text portions of this message have been removed]

