http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2008/12/10/3807.html
*Bali Democracy Forum Banyak Mendapat Dukungan * Presiden SBY bersama PM Timor Leste, Xanana Gusmao, usai pembukaan Bali Democracy Forum, di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali, hari Rabu (10/12) pagi. (foto: abror/presidensby.info)Nusa Dua, Bali: Usai meresmikan Institute for Peace and Democracy di Universitas Udayana, *Presiden Susilo Bambang Yudhoyono* langsung mengadakan pertemuan bilateral dengan tiga negara sahabat di Laguna Resort and Spa, Nusa Dua, provinsi Bali pada hari Rabu (10/12) petang. Pertemuan bilateral pertama dilaksanakan tepat pada pukul 19.20 waktu setempat. Pertemuan antara Presiden SBY dengan Perdana Menteri Republik Demokratik Timor Leste, Kay Rala Xanana Gusmao, berlangsung selama kurang lebih 40 menit. Dalam pertemuan tersebut, Presiden SBY didampingi oleh Menlu Hassan Wirajuda, Menko Polhukkam Widodo AS, Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Sudi SIlalahi, Menkominfo M. Nuh serta Jubir Presiden Dino Patti Djalal. Setelah itu, Presiden SBY juga menerima courtesy call dari Utusan Khusus Perdana Menteri Jepang, Masahiko Koumura, kemudian dilanjutkan dengan Menteri Luar Negeri Sri Lanka Roshita Bogolagama. Kepada Presiden SBY, negara-negara sahabat tersebut mengungkapkan dukungannya kepada Indonesia karena telah melaksanakan Bali Democracy Forum sebagai ajang dialog negara-negara di Asia untuk saling bertukar pikiran mengenai demokrasi. "Mereka sangat menghargai Indonesia mengadakan Bali Democracy Forum. Mereka menganggap Bali Democracy Forum merupakan ide yang sudah waktunya diwujudkan dan sangat unik, karena tidak memaksakan satu model, tapi mengundang negara-negara di Asia berbagi pengalaman," ujar Juru Bicara Presiden, Dino Patti Djalal usai mendampingi Presiden. Dino Patti Djalal mengemukakan, bahwa Presiden SBY menerima surat dari PM Jepang Taro Aso, yang intinya menyatakan dukungan Jepang terhadap Bali Democracy Forum. Jepang juga berharap kerja sama kemitraan strategis antara Indonesia dan Jepang dapat lebih ditingkatkan lagi. Sementara PM Timor Leste, mengungkapkan kepada Presiden SBY hendaknya Bali Democracy Forum dapat dikembangkan secara permanen setiap tahunnya untuk topik yang lebih luas lagi. Sedangkan Menlu Sri Lanka, memberikan penjelasan lebih jauh mengenai situasi di dalam negeri yang berkaitan dengan keamanan pasca konflik etnis. Menlu Sri Lanka juga membahas mengenai kerja sama bilateral di bidang hubungan udara, ekonomi, investasi dan perdagangan. (mit) [Non-text portions of this message have been removed]

