http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2008/12/13/3822.html


*Presiden: Karena Kerja Keras, Kita Sekarang Tidak Kekurangan Beras*


*(Presiden SBY* dan *Ibu Ani* foto bersama menanam padi sabatang, di Bukit
Mindawa, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Sumbar, Sabtu
(13/12) sore. (foto: anung/presidensby.info))

Dharmasraya, Padang: Panen adalah perwujudan syukur Alhamdulillah dan
sebagai buah apa yang kita tanam dulu. "Ingat, setelah panen nanti jangan
lupa untuk menanam lagi. Menanam, dipelihara, Insya Allah nanti akan panen
lagi," kata *Presiden Susilo Bambang Yudhoyono* dalam sambutannya saat
menghadiri panen dan tanam padi sabatang di Bukit Mindawa, Kecamatan Pulau
Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Sabtu (13/12) sore.

Kepada undangan dan para petani yang datang Presiden mengemukakan satu
pertanyaan, mengapa pangan penting? "Tahun ini dunia mengalami krisis pangan
dan harga pangan, karena bersamaan dengan itu ada krisis harga energi. Harga
energi naik, harga pangan ikut terpicu naik," ujar SBY. "Marilah kita
bersyukur karena permasalahan berat yang dihadapi negara-negara lain, negara
kita dapat mengelolanya dengan baik. Terbukti kerja keras kita semua,
utamanya petani, kita tidak kekurangan beras bahkan malah surplus," serunya.

"Meningkatkan produksi pangan dan meningkatkan ketahanan pangan adalah
wajib. Yang kita jadikan sasaran bukan hanya beras, tetapi juga jagung,
kedelai, daging sapi, dan gula. Alhamdulillah kalau yang lain sudah cukup
bahkan sudah ada yang kita ekspor. Untuk mencapai ketahanan pangan yang
tinggi dan swasembada beras, pemerintah harus bekerja keras. Komunitas
petani juga harus dapat bertani dengan cara-cara yang tepat. Baru kemudian
dibantu dengan pihak lain seperti dunia usaha," SBY menegaskan.

"Apa yang hendak kita capai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara adalah
membuat agar kesejahteraan rakyat meningkat. Rakyat makin sejahtera apabila
kebutuhan hidupnya terpenuhi. Yang harus terpenuhi adalah pangan, sandang,
papan, pendidikan, kesehatan, rasa aman, serta tercukupi kebutuhan air dan
energi," jelas SBY.

Membangun sebuah bangsa tentu tidak mudah. Bangsa manapun dalam membangun
tentu juga mengalami suka duka. "Oleh karena itu, jika sesekali kita
menghadapi tantangan, jangan pernah menyerah. Banyak bangsa dan negara lain
di dunia yang mengalami tantangan yang lebih berat," ujar SBY kepada ratusan
petani yang berkumpul di tempat acara.

Hadir dalam acara tersebut antara lain, Mentan Anton Apriyantono, Menteri PU
Djoko Kirmanto, Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi, Wakil Ketua DPD RI Irman
Gusman, serta Jubir Presiden Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal. (osa)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke