http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2008/12/13/3821.html

*Presiden dan Ibu Ani Panen di Sumbar*

*"Apapun Partainya, Kalau tidak Makan Beras Sehari Ya Pasti Lapar"
*

(Presiden SBY dan Ibu Ani foto bersama usai panen padi sabatang, di Bukit
Mindawa, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Sumbar, Sabtu
(13/12) sore. (foto: anung/presidensby.info))

Dharmasraya, Padang; Setelah menempuh perjalanan melalui jalan darat sejauh
211 km, rombongan *Presiden Susilo Bambang Yudhoyono* dan *Ibu Ani* tiba di
Bukit Mindawa, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Sabtu (13/12)
sore. Dalam perjalanan, rombongan sempat singgah dan beristirahat sejenak di
Rumah Dinas Bupati Solok, Koramil 06 Palangki Kabupaten Sijunjung, dan makan
siang di Rumah Dinas Bupati Dharmasraya. Sepanjang perjalanan menuju tempat
acara, masyarakat tumpah ruah menyambut iring-iringan rombongan.

Di Bukit Mindawa, Presiden SBY bersama masyarakat setempat melakukan panen
dan tanam padi sabatang, serta meresmikan proyek-proyek infrastruktur di
Sumatera Barat. Dalam sambutannya Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi menjelaskan
bahwa metoda tanam padi sabatang yang bekerjasama dengan Universitas Andalas
telah direspon para petani. "Metoda ini hemat benih, hemat air, dan hemat
pupuk, namun hasilnya tetap baik," kata Gamawan.

"Dengan hadirnya Bapak Presiden di tempat ini, diharapkan dapat memberi
dorongan kepada masyarakat. 52 persen masyarakat setempat hidup dari sektor
pertanian," jelasnya. "Kabupaten Dharmasraya adalah lokasi transmigrasi
terbesar dan berhasil di Sumatera Barat. Disini hidup tiga etnis yaitu
Minang, Sunda, dan Jawa yang hidup rukun berdampingan dalam kurun waktu
lebih kurang 30 tahun," Gamawan menerangkan.

Sementara itu Menteri Pertanian, Anton Apriyantono mengatakan kehadiran
Presiden tentu saja merupakan apresiasi dan perhatian yang sangat besar
terhadap upaya dari petani dan masyarakat dalam memacu peningkatan produksi
beras. "Pemerintah bertekad untuk mewujudkan swasembada pangan atau
peningkatan produktifitas pangan utama yaitu jagung, padi, gula, kedelai,
dan daging sapi," ujar Anton.

"Melalui peningkatan produksi beras nasional yang dicanangkan awal 2007 oleh
Presiden SBY, produksi beras dalam dua tahun terakhir mencapai peningkatan
sebesar 5 persen pertahun. Dengan capaian produksi tersebut, pada tahun ini
kita telah mengalami surplus 2,34 juta ton. Keberhasilan pencapaian produksi
pangan tersebut merupakan bukti nyata bahwa arah operasionalisasi dan
implementasi kebijakan pemerintah dalam revitalisasi pertanian, kehutanan,
dan perikanan yang dicanangkan Presiden adalah benar," tambah Anton.

Dalam kesempatan tersebut, Anton Apriyantono menyerahkan Surat Keputusan
Pengukuhan Lembaga Keuangan Mikro Agrobisnis dan menyerahkan secara simbolis
alat dan mesin pertanian, sepeda motor, serta alat dan mesin pengangkat ikan
segar.

Presiden SBY mengungkapkan rasa bahagianya dapat hadir di tempat yang indah
dan di tengah masyarakat yang ramah. "Insya Allah ini akan membawa berkah,"
kata SBY. "Saya berterimakasih atas kerukunan yang saudara tunjukkan karena
demikianlah kehidupan yang hendak kita bangun. Apapun sukunya, agamanya,
asal-usulnya, bahkan partai politiknya harus hidup rukun dan damai. Apapun
asal-usul dan partai politiknya, kalau tidak makan beras sehari, ya pasti
lapar," seru SBY disambut gelak tawa hadirin.

Seusai memukul gendang Tassa sebagai tanda dimulainya panen dan tanam padi
sabatang, Presiden SBY juga menandatangani prasasti sebagai tanda peresmian
proyek-proyek. Proyek yang diresmikan adalah Bendung Batang Hari Kabupaten
Dharmasraya, serta Sistem Penyediaan Air Minum IKK Nagari Sijunjung
Kabupaten Sijunjung dan IKK Sumpahan Kota Sawahlunto. (osa)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke